<?xml version="1.0"?><rss version="2.0"><channel><title><![CDATA[Taiwan Today - ]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/]]></link><description><![CDATA[RSS]]></description><language><![CDATA[Indonesia]]></language><image><title><![CDATA[Taiwan Today - ]]></title><url><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/images/logo.jpg]]></url><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/]]></link></image><item><title><![CDATA[Taiwan Gelar Forum Internasional Kerja Sama Kepolisian di Taipei]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Sosial/284868/Taiwan-Gelar-Forum-Internasional-Kerja-Sama-Kepolisian-di-Taipei]]></link><guid>284868</guid><pubDate>2026/06/25</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Forum Internasional Kerja Sama Kepolisian 2026: Pemberantasan Kejahatan Transnasional diselenggarakan pada 23 hingga 24 Juni di Taipei, menegaskan komitmen&nbsp; Taiwan dalam memperkuat jaringan penegakan hukum global.<br />
&nbsp;<br />
Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama oleh Kementerian Dalam Negeri (MOI), Kementerian Luar Negeri (MOFA), Komisi Pengawas Keuangan (FSC), dan Administrasi Penjaga Pantai di bawah Dewan Urusan Kelautan (OAC), serta dipandu oleh Badan Kepolisian Nasional (NPA). Forum ini dihadiri oleh kepala kepolisian, pejabat tinggi terkait, pakar penegakan hukum, dan perwakilan korps diplomatik di Taiwan dari lebih dari 40 negara.<br />
&nbsp;<br />
Forum ini mencakup pidato utama dan empat sesi seminar. Topik yang dibahas meliputi kejahatan narkotika, geng dan kejahatan terorganisasi, aliran dana ilegal dan pencucian uang, serta penipuan telekomunikasi dan perdagangan manusia.<br />
&nbsp;<br />
Perdana Menteri Cho Jung-tai dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa kejahatan transnasional merupakan tantangan keamanan besar yang dihadapi seluruh negara. Pemerintah tengah mengubah pendekatan dari penyelidikan kasus per kasus menuju tata kelola yang lebih menyeluruh, sambil memperkuat kerja sama penegakan hukum lintas batas melalui pemanfaatan teknologi dan pertukaran informasi.<br />
&nbsp;<br />
Cho Jung-tai juga menyoroti situs data anti-penipuan yang diluncurkan pada 2024. Dengan memanfaatkan analisis big data untuk membantu masyarakat mengidentifikasi dan mencegah penipuan, platform tersebut berhasil menurunkan jumlah kasus penipuan secara nasional hingga 20 persen dan mengurangi kerugian finansial sebesar 46 persen.<br />
&nbsp;<br />
Tidak ada negara yang dapat menghadapi tantangan ini sendirian, ujar Cho Jung-tai. Ia menegaskan bahwa Taiwan akan terus berbagi pengalaman dalam investigasi berbasis teknologi, forensik digital, dan pelacakan kejahatan lintas negara demi mewujudkan komunitas internasional yang lebih aman.<br />
&nbsp;<br />
Presiden International Association of Chiefs of Police (IACP) yang berbasis di Amerika Serikat, David Rausch, memuji upaya jangka panjang NPA dalam mendorong inovasi dan kerja sama kepolisian internasional, partisipasi dalam jaringan penegakan hukum global, serta kontribusi terhadap keamanan internasional. Ia menekankan bahwa ketahanan penegakan hukum hanya dapat diperkuat apabila para mitra global membangun kepercayaan bersama serta berbagi intelijen dan pengalaman dalam menghadapi kejahatan transnasional.<br />
&nbsp;<br />
Sementara itu, Direktur American Institute in Taiwan (AIT), Raymond Greene, menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus mendukung kerja sama Taiwan dengan organisasi penegakan hukum internasional guna bersama-sama menjaga tatanan internasional yang bebas, terbuka, aman, dan stabil.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Menlu Lin Chia-lung Kunjungi Parlemen Polandia]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284867/Menlu-Lin-Chia-lung-Kunjungi-Parlemen-Polandia]]></link><guid>284867</guid><pubDate>2026/06/25</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung mengunjungi Parlemen Polandia pada 23 Juni untuk menyoroti semakin kuatnya diplomasi legislatif Taiwan-Polandia serta kemitraan bilateral yang berkembang di berbagai bidang.<br />
&nbsp;<br />
Menlu Lin didampingi oleh Rafał Komarewicz, Ketua Komisi Ekonomi dan Pembangunan Sejm (majelis rendah parlemen Polandia). Dalam kunjungan tersebut, ia juga bertemu dengan Patryk Gabriel, Wakil Ketua Komisi Urusan Uni Eropa Sejm, serta Krzysztof Gadowski dan Tomasz Nowak, Wakil Ketua Komisi Energi, Iklim, dan Aset Negara, untuk membahas pertukaran budaya, ekonomi, teknologi, dan perdagangan antara kedua pihak.<br />
&nbsp;<br />
Selanjutnya, Menlu Lin menghadiri jamuan makan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Taipei di Polandia untuk anggota Kelompok Parlemen Polandia-Taiwan. Acara tersebut dihadiri lebih dari 20 anggota parlemen lintas partai, termasuk Grzegorz Schetyna, mantan penjabat Presiden Polandia sekaligus Ketua Komisi Urusan Luar Negeri Senat Polandia, serta mantan Perdana Menteri Polandia Waldemar Pawlak.<br />
&nbsp;<br />
Dalam kesempatan itu, Menlu Lin mengucapkan terima kasih kepada kelompok tersebut atas dukungan jangka panjang terhadap Taiwan. Ia juga menyambut baik pernyataan bersama yang dikeluarkan pada April lalu oleh Perdana Menteri Polandia Donald Tusk dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Menlu Lin juga mengumumkan rencana pendirian sejumlah Pusat Bahasa Taiwan di Eropa. Tahap awal program tersebut akan dilaksanakan di Ceko, Prancis, Jerman, dan Polandia untuk membangun pusat pengajaran bahasa Mandarin serta memperkuat pertukaran talenta.<br />
&nbsp;<br />
Menanggapi hal tersebut, Grzegorz Schetyna menyatakan bahwa Kelompok Parlemen Polandia-Taiwan merupakan kelompok bilateral terbesar di Sejm. Ia menegaskan kembali bahwa baik partai pemerintah maupun oposisi akan terus memberikan dukungan kuat bagi perluasan hubungan antara Taiwan dan Polandia.<br />
&nbsp;<br />
Dalam acara tersebut, Taiyang Theatre Company yang berbasis di Taipei menampilkan pertunjukan wayang boneka sarung tangan sebagai bagian dari inisiatif Taiwan Culture in Europe 2026 yang digagas MOFA.<br />
&nbsp;<br />
Sehari sebelumnya Menlu Lin juga menghadiri upacara penandatanganan perjanjian kerja sama penelitian keamanan antara Kantor Perwakilan Taipei di Polandia dan lembaga pemikir Polandia, Casimir Pulaski Foundation.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Taiwan dan Uni Eropa Gelar Rapat Konsultasi Ketenagakerjaan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Sosial/284835/Taiwan-dan-Uni-Eropa-Gelar-Rapat-Konsultasi-Ketenagakerjaan]]></link><guid>284835</guid><pubDate>2026/06/24</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Taiwan dan Uni Eropa (UE) menggelar Rapat Konsultasi Ketenagakerjaan ke-7 pada 17 Juni di Brussel untuk membahas berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama, termasuk perlindungan pekerja ekonomi digital (gig worker) dan hak asasi manusia dalam rantai pasok.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) menjelaskan pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han dan Mario Nava, Kepala Direktorat Jenderal Ketenagakerjaan, Urusan Sosial, dan Inklusi Komisi Eropa.<br />
&nbsp;<br />
Delegasi Taiwan memaparkan Undang-Undang Perlindungan Hak Pekerja Pengantaran dan Pengelolaan Platform Pengantaran beserta regulasi terkait lainnya. Paparan tersebut mendapat tanggapan positif dari para pejabat UE yang hadir. Sementara itu, pihak UE menjelaskan EU Platform Work Directive, regulasi yang mengatur kondisi kerja pada platform digital.<br />
&nbsp;<br />
Terkait perlindungan hak-hak pekerja dalam rantai pasok, pihak UE memperkenalkan Corporate Sustainability Due Diligence Directive dan Forced Labor Regulation. Delegasi Taiwan juga memberikan pembaruan kepada mitra UE mengenai regulasi perekrutan yang adil, serta berbagai kebijakan terkait lainnya.<br />
&nbsp;<br />
Sebelum konsultasi berlangsung, kedua pejabat senior tersebut mengadakan dialog yang berfokus pada dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap pasar tenaga kerja serta tantangan kekurangan tenaga kerja yang muncul akibat menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya populasi lanjut usia.<br />
&nbsp;<br />
Mengacu pada Undang-Undang Kecerdasan Buatan Uni Eropa, Mario Nava menekankan pentingnya dialog sosial dalam perumusan kebijakan AI. Sementara itu, Hung Sun-han menyampaikan bahwa setelah pengundangan AI Basic Act di Taiwan, MOL tengah menyusun pedoman terkait AI untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk diskriminasi dalam ketenagakerjaan dan transparansi informasi.<br />
&nbsp;<br />
Dalam hal kekurangan tenaga kerja, kedua pihak sama-sama berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang ramah dan mendorong lebih banyak perempuan kembali memasuki pasar kerja. Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai inisiatif kebijakan, seperti peningkatan fasilitas cuti melahirkan dan cuti pengasuhan anak di Taiwan serta platform rekrutmen EU Talent Pool di Uni Eropa.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) menambahkan bahwa kedua pihak juga sepakat untuk menyelenggarakan putaran konsultasi berikutnya di Kota Taipei dan terus memperluas kemitraan melalui mekanisme kerja sama yang telah terbangun.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Taiwan Gelar Lokakarya GCTF tentang Penanggulangan Represi Transnasional]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284836/Taiwan-Gelar-Lokakarya-GCTF-tentang-Penanggulangan-Represi-Transnasional]]></link><guid>284836</guid><pubDate>2026/06/24</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Lokakarya GCTF bertema &ldquo;Membangun Ketangguhan Demokrasi: Merespons Represi Transnasional&rdquo; resmi dibuka pada 23 Juni di Taipei.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyatakan bahwa kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diselenggarakan bersama oleh Kementerian Luar Negeri (MOFA), Kementerian Kehakiman (MOJ), serta kantor perwakilan Australia, Kanada, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Acara ini melibatkan para pakar, aparat penegak hukum, dan perwakilan organisasi nonpemerintah dari 29 negara.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutan pembukaan, Presiden Lai Ching-te mengatakan bahwa represi transnasional telah berkembang menjadi tantangan hibrida yang dihadapi demokrasi di seluruh dunia. Menurutnya, tidak ada negara yang kebal terhadap ancaman tersebut maupun mampu mengatasinya secara sendiri.<br />
&nbsp;<br />
Presiden Lai menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat langkah-langkah penanganan yang meliputi aspek pencegahan, perlindungan, dan pemberian sanksi untuk mendukung para korban. Ia menambahkan bahwa Taiwan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan Uni Eropa serta mitra-mitra sehaluan unntuk berkontribusi terhadap perdamaian dan kemakmuran global.<br />
&nbsp;<br />
Direktur Eksekutif Kantor Perdagangan Kanada di Taipei, Marie-Louise Hanna, memuji pencapaian Taiwan dalam memperkuat ketahanan demokrasi dan partisipasi masyarakat sipil. Ia juga menyerukan peningkatan kerja sama dan pertukaran antarmitra demokratis untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh represi transnasional dan perkembangan teknologi baru.<br />
&nbsp;<br />
MOFA menjelaskan bahwa para peserta akan memusatkan pembahasan pada cara rezim otoriter memanfaatkan teknologi digital, seperti deepfake, perangkat mata-mata (spyware), disinformasi, serta praktik pemaksaan lintas batas untuk memengaruhi negara-negara demokrasi di berbagai belahan dunia. Selain itu, mereka juga akan memaparkan pengalaman terkait kerangka hukum masing-masing, kerja sama penegakan hukum, dan langkah-langkah perlindungan bagi korban.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Korea Selatan Perpanjang Tarif Preferensial untuk Buah-Buahan Asal Taiwan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Sosial/284804/Korea-Selatan-Perpanjang-Tarif-Preferensial-untuk-Buah-Buahan-Asal-Taiwan]]></link><guid>284804</guid><pubDate>2026/06/23</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Pemerintah Korea Selatan mengumumkan pada 18 Juni bahwa kebijakan tarif preferensial untuk pisang, mangga, dan nanas asal Taiwan akan diperpanjang hingga 15 Agustus, sehingga dapat mengurangi biaya perdagangan bagi petani dan distributor Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Pertanian (MOA) menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri (MOFA), Kantor Perwakilan Taipei di Korea, pemerintah daerah terkait, serta anggota legislatif Chen Ting-fei atas upaya advokasi yang berhasil mendorong perpanjangan kebijakan tersebut.<br />
&nbsp;<br />
MOA menjelaskan bahwa kenaikan nilai tukar dan harga komoditas telah menyebabkan meningkatnya harga buah impor di Korea Selatan. Untuk membantu menstabilkan harga di pasar domestik, pemerintah Korea Selatan pada Februari lalu memberlakukan kuota tarif preferensial untuk buah-buahan asal Taiwan. Program tersebut semula dijadwalkan berakhir pada 30 Juni.<br />
&nbsp;<br />
Musim panen mangga Taiwan berlangsung dari Juni hingga Agustus, sementara musim mangga di Pulau Jeju, Korea Selatan, baru dimulai pada Agustus. Oleh karena itu, perpanjangan kebijakan tarif preferensial ini akan memungkinkan konsumen Korea Selatan tetap memperoleh akses terhadap buah-buahan berkualitas tinggi dari Taiwan sekaligus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.<br />
&nbsp;<br />
MOA menambahkan bahwa pihaknya secara aktif mendorong ekspor mangga dengan membantu petani meningkatkan kualitas produk melalui pengelolaan pestisida yang lebih ketat, penguatan teknologi karantina, serta pengembangan sistem logistik rantai dingin (cold chain). Berbagai upaya tersebut turut meningkatkan reputasi mangga Taiwan di pasar internasional, sebagaimana tercermin dari keberhasilannya memasuki segmen pasar premium di Prancis baru-baru ini.<br />
&nbsp;<br />
Selain mempertahankan pasar ekspor utama di Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, pemerintah Taiwan juga berkomitmen membantu pelaku usaha dalam negeri memperluas penetrasi pasar ke Australia, Selandia Baru, dan Asia Tenggara. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan peluang bisnis yang berkelanjutan bagi para petani dan distributor Taiwan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Taiwan Tempati Peringkat Keempat dalam Ranking Daya Saing Global 2026 IMD]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/284803/Taiwan-Tempati-Peringkat-Keempat-dalam-Ranking-Daya-Saing-Global-2026-IMD]]></link><guid>284803</guid><pubDate>2026/06/23</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Taiwan naik dua peringkat ke posisi keempat dari 70 perekonomian yang dalam Ranking Daya Saing Global 2026 yang dirilis pada 18 Juni oleh International Institute for Management Development (IMD) di Swiss.<br />
&nbsp;<br />
Dewan Pembangunan Nasional (NDC) menjelaskan capaian ini merupakan peringkat tertinggi yang pernah diraih Taiwan sejak pertama kali diikutsertakan dalam survei tahunan IMD pada tahun 1997. Taiwan juga mempertahankan posisi teratas di antara negara-negara dengan jumlah penduduk lebih dari 20 juta jiwa selama enam tahun berturut-turut.<br />
&nbsp;<br />
Laporan IMD menyebutkan bahwa di tengah memburuknya kondisi geopolitik dan meningkatnya fragmentasi global, faktor pendorong daya saing nasional telah bergeser dari penekanan tradisional pada biaya, skala, dan output menuju kredibilitas institusi, kemampuan beradaptasi, serta ketahanan.<br />
&nbsp;<br />
Dalam konteks tersebut, Taiwan terus menunjukkan tren peningkatan yang kuat berkat tata kelola demokratis yang kokoh, ekosistem industri yang lengkap, inovasi teknologi yang maju, serta fleksibilitas tinggi dalam operasional bisnis.<br />
&nbsp;<br />
Dari empat faktor utama yang digunakan untuk mengukur daya saing suatu perekonomian secara keseluruhan, Taiwan naik lima peringkat ke posisi kelima dalam kategori kinerja ekonomi. Peningkatan signifikan ini menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan peringkat Taiwan secara keseluruhan. Selain itu, Taiwan naik dua peringkat ke posisi keenam dalam efisiensi pemerintahan, mempertahankan posisi di peringkat keempat dalam efisiensi bisnis, serta menempati posisi ke-10 dalam kategori infrastruktur.<br />
&nbsp;<br />
Dalam analisis terhadap 264 indikator yang membentuk survei tersebut, Taiwan menempati peringkat pertama dunia pada delapan indikator, termasuk pemerintahan yang dipilih secara bebas melalui pemilu, kewirausahaan, serta peluang dan ancaman bisnis. Taiwan juga berada di posisi kedua pada 12 indikator, antara lain pengeluaran perusahaan untuk penelitian dan pengembangan (R&amp;D), pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil per kapita, dan kelincahan perusahaan dalam beradaptasi.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, Taiwan meraih peringkat ketiga pada 10 indikator lainnya, termasuk tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kecerdasan buatan (AI), pencapaian pendidikan tinggi, dan ekspor produk berteknologi tinggi.<br />
&nbsp;<br />
NDC menambahkan bahwa pencapaian kuat tersebut mencerminkan keunggulan Taiwan yang telah lama terbangun dalam bidang penelitian dan pengembangan, daya saing industri, tata kelola bisnis, serta kualitas sumber daya manusia.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Presiden Lai Ching-te Hadiri Acara Minum Teh Bersama Jurnalis Media Internasional]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284760/Presiden-Lai-Ching-te-Hadiri-Acara-Minum-Teh-Bersama-Jurnalis-Media-Internasional]]></link><guid>284760</guid><pubDate>2026/06/22</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Presiden Lai Ching-te menghadiri acara minum teh bersama media internasional di Wisma Tamu Taipei pada 18 Juni 2026. Dalam acara tersebut, ia menyampaikan bahwa tahun ini menandai 30 tahun pelaksanaan pemilihan presiden secara langsung di Taiwan. Selama tiga dekade terakhir, masyarakat Taiwan telah berulang kali membuktikan bahwa demokrasi merupakan proses yang tidak dapat dibalikkan, sementara berbagai pencapaian yang diraih juga mendapat pengakuan luas dari komunitas internasional. Keterbukaan Taiwan terhadap dunia serta komitmennya dalam menjunjung demokrasi dan kebebasan telah menjadi fondasi bagi kemakmuran dan pembangunan yang berkelanjutan.<br />
&nbsp;<br />
Presiden Lai menegaskan bahwa Taiwan akan terus memperkuat kerja sama dengan masyarakat internasional untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Ia juga berharap media internasional dapat terus memberikan perhatian, peliputan, dan dukungan terhadap Taiwan sehingga dunia semakin memahami Taiwan sebagai negara demokratis yang menjunjung kebebasan, memiliki keteguhan, dan menikmati kemakmuran.<br />
&nbsp;<br />
30 tahun lalu rakyat Taiwan berhasil melewati masa darurat militer yang berlangsung selama 38 tahun dan kembali menunjukkan keberanian luar biasa. Meski menghadapi ancaman rudal dari Tiongkok, lebih dari 76 persen pemilih tetap berpartisipasi dalam pemilihan presiden langsung pertama, sekaligus menyampaikan tiga pesan penting kepada masyarakat internasional.<br />
&nbsp;<br />
Pertama, kedaulatan Taiwan berada di tangan rakyat. Rakyat adalah pemilik negara dan memiliki hak untuk menentukan pemimpin nasional melalui proses demokratis. Kedua, Taiwan membangun sistem demokrasi yang memberikan legitimasi kepada pemerintah melalui hak pilih langsung rakyat. Masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh 23 juta penduduknya. Ketiga, ROC (Taiwan) dan Republik Rakyat Tiongkok (PRC) tidak saling berada di bawah yurisdiksi satu sama lain, serta Taiwan bukan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok (PRC).<br />
&nbsp;<br />
Presiden Lai menambahkan bahwa selama 30 tahun terakhir, rakyat Taiwan telah menentukan arah masa depan negara melalui pemungutan suara yang berulang kali dilaksanakan. Selain itu, pergantian kekuasaan yang berlangsung secara damai dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya telah semakin menegaskan bahwa demokrasi di Taiwan merupakan proses yang tidak dapat diputar kembali.<br />
&nbsp;<br />
Mengenai perkembangan kawasan Indo-Pasifik, Presiden Lai menyampaikan apresiasi atas pernyataan terbaru G7 yang kembali menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak mana pun yang secara sepihak mengubah status quo. Ia menyoroti penolakan G7 terhadap upaya perubahan status quo di Selat Taiwan melalui penggunaan kekuatan atau paksaan, serta penentangan terhadap peningkatan militerisasi di Laut China Timur dan Laut China Selatan.<br />
&nbsp;<br />
Presiden juga menyerukan kepada Tiongkok untuk menghentikan perluasan militer di Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Selat Taiwan, serta meninggalkan opsi penggunaan serangan militer terhadap Taiwan. Berdasarkan prinsip kesetaraan dan martabat, Taiwan bersedia menjalin pertukaran dan kerja sama dengan Tiongkok untuk mendorong perdamaian, kemakmuran bersama, dan pembangunan yang saling menguntungkan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Sekitar 100 Perusahaan Startup Taiwan Hadiri VivaTech, Bidik Peluang Pasar Eropa]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/284761/Sekitar-100-Perusahaan-Startup-Taiwan-Hadiri-VivaTech%2C-Bidik-Peluang-Pasar-Eropa]]></link><guid>284761</guid><pubDate>2026/06/22</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC) bersama Administrasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perusahaan Rintisan Kementerian Perekonomian (MOEA), Direktorat Teknologi Industri, dan sejumlah lembaga terkait lainnya, untuk kedelapan kalinya pada tahun 2026 membawa perusahaan-perusahaan rintisan Taiwan ke Prancis&nbsp; untuk berpartisipasi dalam Viva Technology (VivaTech), ajang inovasi dan teknologi terbesar di Eropa.<br />
&nbsp;<br />
Tahun ini menandai peringatan 10 tahun penyelenggaraan VivaTech. Mengusung tema &ldquo;A New Dimension for a New Decade&rdquo; (Membuka Dimensi Baru untuk Dekade Berikutnya), pameran tersebut menjadi panggung penting bagi inovasi global.<br />
&nbsp;<br />
Meskipun telah berpindah ke gedung pameran baru, Paviliun Startup Teknologi Taiwan tetap menempati lokasi strategis di lantai dua, area dengan konsentrasi tertinggi merek-merek internasional. Paviliun Taiwan berada berdampingan dengan perusahaan-perusahaan global terkemuka seperti LVMH, Orange, Meta, dan Microsoft, yang mencerminkan tingginya perhatian penyelenggara terhadap Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Hingga saat ini, sekitar 200 perusahaan rintisan Taiwan telah berpartisipasi dalam VivaTech untuk memasuki pasar Eropa dan membangun koneksi global. Upaya tersebut berhasil menghasilkan pesanan internasional dengan nilai mendekati NTD 1,3 miliar.<br />
&nbsp;<br />
Khusus pada tahun lalu, model partisipasi yang menggabungkan perusahaan rintisan dengan mitra rantai pasok industri mencatat hasil yang sangat signifikan dengan perolehan bisnis melampaui NTD 800 juta. Melanjutkan keberhasilan tersebut, tahun ini sebanyak 34 perusahaan rintisan berpartisipasi dalam pameran dengan dukungan dari 61 mitra rantai pasok. Pendekatan ini berbeda dari pola sebelumnya yang lebih berfokus pada demonstrasi teknologi secara individual di lokasi pameran.<br />
&nbsp;<br />
Tingkat kematangan para peserta tahun ini juga menunjukkan peningkatan yang nyata. Banyak perusahaan rintisan Taiwan telah lama mengembangkan pasar di Eropa dan kini melihat peluang baru yang muncul dari penerapan regulasi net-zero emisi karbon di Prancis, meningkatnya kebutuhan sertifikasi kecerdasan buatan (AI), serta pembangunan fasilitas komputasi berkapasitas tinggi.<br />
&nbsp;<br />
Dengan memanfaatkan momentum tersebut, para pelaku startup Taiwan berupaya memperluas jejak bisnis mereka di Eropa sekaligus memperkuat integrasi dengan rantai nilai global, guna menangkap peluang pertumbuhan yang semakin besar di sektor teknologi dan inovasi internasional.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Istana Kepresidenan Sampaikan Apresiasi kepada Pemimpin G7 atas Dukungan terhadap Perdamaian dan Stabilitas Selat Taiwan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284735/Istana-Kepresidenan-Sampaikan-Apresiasi-kepada-Pemimpin-G7-atas-Dukungan-terhadap-Perdamaian-dan-Stabilitas-Selat-Taiwan]]></link><guid>284735</guid><pubDate>2026/06/18</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Istana Kepresidenan mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin G7 atas pernyataan bersama yang menegaskan pentingnya kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka serta berlandaskan supremasi hukum, sekaligus menolak segala upaya sepihak untuk mengubah status quo di Laut Tiongkok Timur, Laut Tiongkok Selatan, dan Selat Taiwan melalui penggunaan kekuatan maupun paksaan.<br />
&nbsp;<br />
Juru Bicara Istana Kepresidenan, Kuo Ya-hui, pada 17 Juni menyatakan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta kawasan sekitarnya merupakan konsensus utama masyarakat internasional dan berkaitan erat dengan kepentingan inti bersama dunia.<br />
&nbsp;<br />
Istana Kepresidenan menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pemimpin G7 yang kembali menunjukkan dukungan nyata terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Selat Taiwan melalui tindakan konkret.<br />
&nbsp;<br />
Kuo Ya-hui menegaskan bahwa Taiwan berada di garis depan pertahanan demokrasi dan sekaligus merupakan pilar penting dalam keamanan rantai pasok global. Sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab, Taiwan akan terus bekerja sama dengan mitra-mitra demokrasi yang memiliki nilai sejalan untuk memperkuat kemampuan pertahanan, ketahanan rantai pasok, serta ketahanan ekonomi. Upaya tersebut dilakukan demi melindungi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan yang dijunjung bersama, sekaligus mendorong perdamaian, kemakmuran, dan pembangunan regional maupun global.<br />
&nbsp;<br />
KTT G7 tahun 2026 diselenggarakan di Evian, Prancis, pada 15 hingga 17 Juni. Setelah pertemuan tersebut, para pemimpin G7 mengeluarkan G7 Leaders&rsquo; Statement on Geopolitical Issues yang menekankan pentingnya membangun kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan berlandaskan hukum.<br />
&nbsp;<br />
Pernyataan ini juga menegaskan kembali penolakan tegas terhadap segala upaya untuk mengubah status quo di Laut Tiongkok Timur, Laut Tiongkok Selatan, maupun Selat Taiwan melalui penggunaan kekuatan, paksaan, atau tindakan sepihak lainnya, serta menekankan bahwa berbagai isu tersebut harus diselesaikan secara damai melalui dialog.<br />
&nbsp;<br />
Sebagai negara demokratis yang bertanggung jawab di kawasan Indo-Pasifik, ROC (Taiwan) akan terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota G7 dan mitra global sehaluan untuk bersama-sama menjaga tatanan internasional berbasis aturan serta berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[NDC Gelar Forum Revitalisasi Daerah Taiwan-Jepang]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Sosial/284734/NDC-Gelar-Forum-Revitalisasi-Daerah-Taiwan-Jepang]]></link><guid>284734</guid><pubDate>2026/06/18</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Dewan Pembangunan Nasional (NDC) menggelar forum pertukaran mengenai revitalisasi daerah Taiwan-Jepang pada 12 Juni di Taipei. Langkah ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk memperdalam kerja sama pembangunan.<br />
&nbsp;<br />
Menurut NDC, sejumlah tamu terkemuka dari Jepang turut hadir dalam forum tersebut, termasuk Katsumi Nemoto, Ketua JTB Taiwan, serta Mitsuru Ookuma, pendiri Ukiha no Takara di Prefektur Fukuoka. Keduanya bersama tim lokal dari Taiwan membahas berbagai tren dan peluang dalam upaya revitalisasi daerah.<br />
&nbsp;<br />
Kepala NDC Yeh Chun-hsien mengatakan bahwa forum tersebut berfokus pada kerja sama lintas negara, integrasi antargenerasi dan penciptaan bersama (co-creation), serta kemitraan antara sektor publik dan swasta.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutannya, Yeh Chun-hsien menuturkan bahwa revitalisasi daerah merupakan strategi bersama untuk menghadapi perubahan demografis. Ia menjelaskan bahwa sejak 2014, Jepang telah mendorong berbagai kebijakan terkait untuk merespons tantangan seperti penurunan populasi yang cepat, masyarakat yang menua, serta konsentrasi sumber daya yang berlebihan di kota-kota besar seperti Tokyo.<br />
&nbsp;<br />
Taiwan menghadapi tantangan serupa. Karena itu, revitalisasi daerah tidak hanya dapat membantu mengatasi berbagai persoalan tersebut, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional serta mendorong pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang.<br />
&nbsp;<br />
Yeh Chun-hsien juga memuji eratnya hubungan dan pertukaran antara Taiwan dan Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Delegasi pemuda Taiwan dijadwalkan mengunjungi Hokkaido untuk mempromosikan kerja sama lintas disiplin serta pengembangan inovatif antara tim dari kedua pihak.<br />
&nbsp;<br />
Katsumi Nemoto mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir JTB Taiwan aktif mempromosikan pertukaran dan kerja sama internasional dengan mendorong sekolah, perusahaan, dan wisatawan Jepang untuk mengunjungi Taiwan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai lingkungan pendidikan, sektor industri, dan budaya setempat.<br />
&nbsp;<br />
Sementara itu, Mitsuru Ookuma memaparkan pengalaman perusahaannya dalam membantu warga berusia 75 tahun ke atas berpartisipasi dalam kegiatan pengolahan dan penjualan makanan, sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan bagi diri sendiri sekaligus memberikan kontribusi bagi komunitas mereka.<br />
&nbsp;<br />
Selain para pembicara dari Jepang, perwakilan dari enam tim revitalisasi daerah di Taiwan juga mempresentasikan berbagai inisiatif, termasuk revitalisasi kawasan jalanan, pengembangan wisata mendalam, layanan bagi lansia masyarakat adat, serta penyediaan katering untuk warga lanjut usia dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal. Inisiatif tersebut menunjukkan keunggulan Taiwan di bidang budaya, pariwisata, dan layanan perawatan jangka panjang.<br />
&nbsp;<br />
NDC menegaskan akan terus mengoordinasikan upaya lintas kementerian untuk mendukung revitalisasi daerah melalui berbagai kebijakan yang mendorong generasi muda kembali ke kampung halaman mereka, berkontribusi terhadap pembangunan lokal, serta memperkuat ketahanan masyarakat setempat.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Delegasi CBC Amerika Serikat Tiba di Taiwan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284702/Delegasi-CBC-Amerika-Serikat-Tiba-di-Taiwan]]></link><guid>284702</guid><pubDate>2026/06/17</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyambut kunjungan Wakil Ketua Kaukus Anggota Kongres Kulit Hitam (CBC) Amerika Serikat, Lucy McBath, bersama anggota CBC sekaligus anggota DPR AS Valerie Foushee, yang melakukan kunjungan ke Taiwan pada 16 hingga 20 Juni 2026.<br />
&nbsp;<br />
Selama berada di Taiwan, anggota delegasi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Lai Ching-te dan Wakil Presiden Hsiao Bi-khim, serta menghadiri resepsi bersama Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung dalam sebuah jamuan resmi. Kedua pihak akan berdiskusi mengenai berbagai isu penting, termasuk keamanan Taiwan-AS, hubungan ekonomi dan perdagangan, serta perkembangan situasi regional.<br />
&nbsp;<br />
Didirikan pada 1971, CBC telah lama berfokus pada berbagai isu yang berkaitan dengan hak partisipasi politik warga keturunan Afrika-Amerika, pembangunan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan reformasi peradilan.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, Wakil Ketua Lucy McBath dan Anggota Kongres Valerie Foushee juga memberikan perhatian khusus pada isu-isu seperti kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, pengembangan talenta teknologi tinggi, serta hak asasi manusia, yang menjadi bidang penting dalam pertukaran dan pendalaman kerja sama antara Taiwan dan Amerika Serikat.<br />
&nbsp;<br />
Kunjungan ini merupakan lawatan pertama kedua anggota Kongres tersebut ke Taiwan sejak menjabat. Tahun ini juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat dan 30 tahun pemilihan presiden langsung di Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, 19 Juni diperingati sebagai Juneteenth, hari yang melambangkan perjuangan Amerika Serikat dalam mewujudkan kesetaraan dan hak asasi manusia. Kehadiran delegasi pada momen tersebut semakin menegaskan bahwa kebebasan dan hak asasi manusia merupakan nilai-nilai bersama yang dijunjung tinggi oleh Taiwan dan Amerika Serikat.<br />
&nbsp;<br />
Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung menyampaikan apresiasi atas upaya para sahabat di Kongres AS yang terus memperdalam hubungan dengan Taiwan. Ia menegaskan bahwa Taiwan dan Amerika Serikat merupakan mitra penting yang saling menguntungkan di bidang keamanan maupun ekonomi dan perdagangan, dengan kerja sama yang terus diperkuat dalam sektor keamanan, teknologi, serta ketahanan rantai pasok.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Seniman Taiwan Tampil di Festival KoresponDance]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/284701/Seniman-Taiwan-Tampil-di-Festival-KoresponDance]]></link><guid>284701</guid><pubDate>2026/06/17</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kerja sama budaya Taiwan-Prancis bertajuk &ldquo;BRUT&rdquo; dipentaskan dalam Festival KoresponDance, ajang tari modern, teater fisik, dan sirkus kontemporer yang berlangsung pada 5 hingga 11 Juni di kota Jihlava, Ceko.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Kebudayaan (MOC) menjelaskan pertunjukan tersebut dikoordinasikan oleh Divisi Kebudayaan Kantor Perwakilan Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Praha. Penampilan ini menandai pertama kalinya seniman Taiwan berpartisipasi dalam festival tersebut, sekaligus menjadi tonggak baru dalam pertukaran seni antara Taiwan dan Ceko.<br />
&nbsp;<br />
BRUT disutradarai oleh seniman Prancis Cl&eacute;ment Dazin dan pertama kali dipentaskan pada 2025 oleh Pusat Seni Nasional Kaohsiung (Weiwuying) di Kaohsiung. Kreasi tari ini memadukan gerak tari dan sirkus lambat (slow circus) untuk mengeksplorasi tema-tema kerja, kekuasaan, dominasi, dan kepatuhan.<br />
&nbsp;<br />
Para seniman Taiwan yang terlibat dalam pertunjukan ini antara lain Chen Pin-ni, Kuo Chien-hung, Tsao You-lian, Wang Chu-hua, dan Wang I-hua, yang dikenal melalui karya-karya kreatif lintas disiplin.<br />
&nbsp;<br />
MOC menambahkan bahwa pihaknya terus mendukung partisipasi kelompok seni pertunjukan Taiwan dalam berbagai festival seni besar dan platform profesional di Eropa melalui program pertukaran dan pementasan. Upaya tersebut secara bertahap meningkatkan profil seni pertunjukan Taiwan di kawasan Eropa Tengah dan Timur.<br />
&nbsp;<br />
Atas undangan MOC, Direktur KoresponDance Marie Kinsky mengunjungi Taiwan pada 2025. Kunjungan tersebut turut membantu memfasilitasi keikutsertaan seniman Taiwan dalam festival edisi 2026.<br />
&nbsp;<br />
Diselenggarakan oleh SE.S.TA Centre for Choreographic Development, KoresponDance merupakan salah satu festival tari kontemporer berbasis lokasi (site-specific) terkemuka di Ceko.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Taiwan, AS, dan Palau Selenggarakan Lokakarya GCTF, Perkuat Keamanan Ekonomi dan Ketahanan Investasi Palau]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/284670/Taiwan%2C-AS%2C-dan-Palau-Selenggarakan-Lokakarya-GCTF%2C-Perkuat-Keamanan-Ekonomi-dan-Ketahanan-Investasi-Palau]]></link><guid>284670</guid><pubDate>2026/06/16</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Taiwan bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat di Palau, serta Kementerian Negara dan Kementerian Kehakiman Republik Palau kembali bekerja sama menyelenggarakan lokakarya internasional dalam kerangka Global Cooperation and Training Framework (GCTF) pada 11 Juni 2026 di Palau.<br />
&nbsp;<br />
Kegiatan ini mengusung tema &ldquo;Meningkatkan Investasi Ekonomi di Palau&rdquo; dan mempertemukan pejabat pemerintah dari negara-negara sehaluan, kalangan industri, akademisi, serta para pakar untuk bertukar pengalaman mengenai promosi investasi asing yang berkelanjutan dan penguatan ketahanan ekonomi. Para peserta juga membahas cara mendorong pembangunan ekonomi dengan tetap menjunjung tata kelola yang transparan dan menjaga keamanan sektor-sektor strategis.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutan pembukaan, Duta Besar ROC (Taiwan) untuk Palau, Chen Kang-i, menyatakan bahwa Taiwan melalui Program Kesejahteraan Negara Sahabat Diplomatik telah membantu Palau mengembangkan infrastruktur kelistrikan, energi hijau, dan pariwisata ekologi guna mewujudkan pulau pintar yang berkelanjutan. Selain itu, kedua pihak juga terus meningkatkan kerja sama di bidang peradilan untuk bersama-sama menjaga keamanan ekonomi dan sosial.<br />
&nbsp;<br />
Sementara itu, Kepala Staf Kantor Presiden Palau, Landisang Kotaro, menegaskan bahwa tata kelola yang transparan dan kemitraan yang dapat dipercaya merupakan faktor kunci dalam menarik investasi berkualitas, mendorong pembangunan berkelanjutan, serta menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.<br />
&nbsp;<br />
Selama lokakarya berlangsung, Menteri Kehakiman Palau Jennifer Olegeriil, Direktur Biro Investasi Asing Palau Raymond August, dan peneliti senior dari Yayasan Pembela Demokrasi, Cleo Paskal, turut menyampaikan presentasi khusus mengenai hubungan antara investasi ekonomi dan keamanan nasional, regulasi investasi asing, serta isu-isu geopolitik.<br />
&nbsp;<br />
Sejak didirikan pada 2015, Global Cooperation and Training Framework (GCTF) telah berkembang menjadi platform penting bagi Taiwan, Amerika Serikat, dan negara-negara sehaluan untuk berbagi keahlian profesional, memperkuat pembangunan kapasitas, serta menghadapi berbagai tantangan bersama.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Uni Eropa dan Empat Negara Tegaskan Pentingnya Perdamaian dan Stabilitas Selat Taiwan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284669/Uni-Eropa-dan-Empat-Negara-Tegaskan-Pentingnya-Perdamaian-dan-Stabilitas-Selat-Taiwan]]></link><guid>284669</guid><pubDate>2026/06/16</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengucapkan terima kasih atas pernyataan terbaru yang dikeluarkan oleh para pejabat senior dari Australia, Jerman, Korea Selatan, Inggris, dan Uni Eropa yang kembali menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dan Menteri Pertahanan Boris Pistorius mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan Menteri Pertahanan Richard Marles, dalam Konsultasi Menteri 2+2 Australia-Jerman yang berlangsung di Berlin pada 8 Juni.<br />
&nbsp;<br />
Dalam pernyataan bersama, para pejabat tersebut juga menegaskan penolakan mereka terhadap setiap upaya perubahan status quo secara sepihak melalui penggunaan kekerasan atau paksaan. Mereka menegaskan kembali bahwa perbedaan harus dikelola melalui dialog serta menyatakan dukungan terhadap partisipasi bermakna Taiwan dalam organisasi internasional.<br />
&nbsp;<br />
Dua hari kemudian, Marles dan Wong diterima oleh Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper serta Menteri Pertahanan John Healey dalam Konsultasi Menteri Australia-Inggris yang berlangsung di London. Pertemuan tersebut juga menghasilkan pernyataan bersama yang dirilis pada hari yang sama.<br />
&nbsp;<br />
Dalam pernyataan tersebut, kedua negara menyampaikan sikap yang sejalan terkait situasi lintas selat, menyatakan keprihatinan atas latihan militer Tiongkok yang dinilai mengganggu stabilitas di sekitar Taiwan, serta menegaskan kembali komitmen untuk memperdalam hubungan dengan Taiwan di bidang ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan.<br />
&nbsp;<br />
Pada hari yang sama di Brussel, Presiden Dewan Eropa Ant&oacute;nio Costa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengeluarkan pernyataan bersama setelah berlangsungnya KTT Uni Eropa-Republik Korea.<br />
&nbsp;<br />
Ketiga pemimpin tersebut menegaskan kembali dukungan terhadap kebebasan bernavigasi dan penerbangan, termasuk di Laut Tiongkok Selatan; menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan; serta menolak segala upaya sepihak untuk mengubah status quo di kawasan Indo-Pasifik.<br />
&nbsp;<br />
MOFA menyatakan bahwa pernyataan-pernyataan ini mencerminkan adanya konsensus global mengenai pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.&nbsp; Taiwan akan terus bekerja sama dengan para mitra sehaluan untuk membela kebebasan, demokrasi, dan tatanan internasional berbasis aturan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Wawancara Eksklusif Wamenlu Wu Chih-chung dengan Euronews]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284635/Wawancara-Eksklusif-Wamenlu-Wu-Chih-chung-dengan-Euronews]]></link><guid>284635</guid><pubDate>2026/06/15</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung menegaskan bahwa Taiwan berkomitmen teguh untuk menjunjung tinggi kebebasan dan demokrasi, memperdalam kerja sama global, serta menjaga perdamaian dan stabilitas regional.<br />
&nbsp;<br />
Pernyataan tersebut disampaikan Wu Chih-chung dalam sebuah wawancara eksklusif untuk artikel mengenai &ldquo;perisai silikon&rdquo; Taiwan yang ditulis oleh Pascale Davies dan diterbitkan di Euronews Next.<br />
&nbsp;<br />
Selat Taiwan merupakan jalur pelayaran yang sangat penting bagi perdagangan global, pasokan energi, dan industri teknologi tinggi dunia. Oleh karena itu, menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan bukan hanya isu regional, melainkan kepentingan bersama seluruh komunitas internasional.<br />
&nbsp;<br />
Wu Chih-chung mengatakan bahwa kisah Taiwan jauh lebih kompleks dibandingkan narasi keliru yang disebarkan Beijing bahwa Taiwan selalu menjadi bagian dari Tiongkok. Berbeda dengan Hong Kong, Taiwan memiliki angkatan bersenjata dan kebijakan luar negerinya sendiri, serta akan terus mempertahankan demokrasi dan cara hidupnya sambil menjaga perdamaian dan stabilitas regional.<br />
&nbsp;<br />
Terkait peran Taiwan dalam rantai pasok teknologi tinggi global, Wu Chih-chung menjelaskan bahwa industri semikonduktor Taiwan dibangun melalui kerja sama jangka panjang dan erat dengan negara-negara Eropa. Ia mencontohkan berbagai peralatan dan material penting yang dipasok oleh Belanda, Jerman, Prancis, dan Belgia. &ldquo;Seluruh Eropa berada di dalam satu sentimeter persegi silikon itu,&rdquo; ujar Wu Chih-chung.<br />
&nbsp;<br />
Meski terus menghadapi ancaman dari Tiongkok, Taiwan tetap mempertahankan sistem demokrasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan ketahanan sosial. Wu Chih-chung&nbsp; menegaskan bahwa Taiwan tidak meminta Eropa untuk berperang demi Taiwan, melainkan berharap dapat memperdalam persahabatan dan kerja sama di bidang perdagangan dan ekonomi, teknologi, pengembangan talenta, serta keamanan rantai pasok.<br />
&nbsp;<br />
&ldquo;Ada sebuah kisah Taiwan yang sedang ditulis saat ini, dan saya sangat percaya pada ketangguhan rakyat Taiwan,&rdquo; tegas Wu Chih-chung.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item></channel></rss>