<?xml version="1.0"?><rss version="2.0"><channel><title><![CDATA[Taiwan Today - Politik]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/]]></link><description><![CDATA[RSS]]></description><language><![CDATA[Indonesia]]></language><image><title><![CDATA[Taiwan Today - Politik]]></title><url><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/images/logo.jpg]]></url><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/]]></link></image><item><title><![CDATA[Menlu Lin Chia-lung Kunjungi Parlemen Polandia]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284867/Menlu-Lin-Chia-lung-Kunjungi-Parlemen-Polandia]]></link><guid>284867</guid><pubDate>2026/06/25</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung mengunjungi Parlemen Polandia pada 23 Juni untuk menyoroti semakin kuatnya diplomasi legislatif Taiwan-Polandia serta kemitraan bilateral yang berkembang di berbagai bidang.<br />
&nbsp;<br />
Menlu Lin didampingi oleh Rafał Komarewicz, Ketua Komisi Ekonomi dan Pembangunan Sejm (majelis rendah parlemen Polandia). Dalam kunjungan tersebut, ia juga bertemu dengan Patryk Gabriel, Wakil Ketua Komisi Urusan Uni Eropa Sejm, serta Krzysztof Gadowski dan Tomasz Nowak, Wakil Ketua Komisi Energi, Iklim, dan Aset Negara, untuk membahas pertukaran budaya, ekonomi, teknologi, dan perdagangan antara kedua pihak.<br />
&nbsp;<br />
Selanjutnya, Menlu Lin menghadiri jamuan makan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Taipei di Polandia untuk anggota Kelompok Parlemen Polandia-Taiwan. Acara tersebut dihadiri lebih dari 20 anggota parlemen lintas partai, termasuk Grzegorz Schetyna, mantan penjabat Presiden Polandia sekaligus Ketua Komisi Urusan Luar Negeri Senat Polandia, serta mantan Perdana Menteri Polandia Waldemar Pawlak.<br />
&nbsp;<br />
Dalam kesempatan itu, Menlu Lin mengucapkan terima kasih kepada kelompok tersebut atas dukungan jangka panjang terhadap Taiwan. Ia juga menyambut baik pernyataan bersama yang dikeluarkan pada April lalu oleh Perdana Menteri Polandia Donald Tusk dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Menlu Lin juga mengumumkan rencana pendirian sejumlah Pusat Bahasa Taiwan di Eropa. Tahap awal program tersebut akan dilaksanakan di Ceko, Prancis, Jerman, dan Polandia untuk membangun pusat pengajaran bahasa Mandarin serta memperkuat pertukaran talenta.<br />
&nbsp;<br />
Menanggapi hal tersebut, Grzegorz Schetyna menyatakan bahwa Kelompok Parlemen Polandia-Taiwan merupakan kelompok bilateral terbesar di Sejm. Ia menegaskan kembali bahwa baik partai pemerintah maupun oposisi akan terus memberikan dukungan kuat bagi perluasan hubungan antara Taiwan dan Polandia.<br />
&nbsp;<br />
Dalam acara tersebut, Taiyang Theatre Company yang berbasis di Taipei menampilkan pertunjukan wayang boneka sarung tangan sebagai bagian dari inisiatif Taiwan Culture in Europe 2026 yang digagas MOFA.<br />
&nbsp;<br />
Sehari sebelumnya Menlu Lin juga menghadiri upacara penandatanganan perjanjian kerja sama penelitian keamanan antara Kantor Perwakilan Taipei di Polandia dan lembaga pemikir Polandia, Casimir Pulaski Foundation.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Taiwan Gelar Lokakarya GCTF tentang Penanggulangan Represi Transnasional]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284836/Taiwan-Gelar-Lokakarya-GCTF-tentang-Penanggulangan-Represi-Transnasional]]></link><guid>284836</guid><pubDate>2026/06/24</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Lokakarya GCTF bertema &ldquo;Membangun Ketangguhan Demokrasi: Merespons Represi Transnasional&rdquo; resmi dibuka pada 23 Juni di Taipei.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyatakan bahwa kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diselenggarakan bersama oleh Kementerian Luar Negeri (MOFA), Kementerian Kehakiman (MOJ), serta kantor perwakilan Australia, Kanada, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Acara ini melibatkan para pakar, aparat penegak hukum, dan perwakilan organisasi nonpemerintah dari 29 negara.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutan pembukaan, Presiden Lai Ching-te mengatakan bahwa represi transnasional telah berkembang menjadi tantangan hibrida yang dihadapi demokrasi di seluruh dunia. Menurutnya, tidak ada negara yang kebal terhadap ancaman tersebut maupun mampu mengatasinya secara sendiri.<br />
&nbsp;<br />
Presiden Lai menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat langkah-langkah penanganan yang meliputi aspek pencegahan, perlindungan, dan pemberian sanksi untuk mendukung para korban. Ia menambahkan bahwa Taiwan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan Uni Eropa serta mitra-mitra sehaluan unntuk berkontribusi terhadap perdamaian dan kemakmuran global.<br />
&nbsp;<br />
Direktur Eksekutif Kantor Perdagangan Kanada di Taipei, Marie-Louise Hanna, memuji pencapaian Taiwan dalam memperkuat ketahanan demokrasi dan partisipasi masyarakat sipil. Ia juga menyerukan peningkatan kerja sama dan pertukaran antarmitra demokratis untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh represi transnasional dan perkembangan teknologi baru.<br />
&nbsp;<br />
MOFA menjelaskan bahwa para peserta akan memusatkan pembahasan pada cara rezim otoriter memanfaatkan teknologi digital, seperti deepfake, perangkat mata-mata (spyware), disinformasi, serta praktik pemaksaan lintas batas untuk memengaruhi negara-negara demokrasi di berbagai belahan dunia. Selain itu, mereka juga akan memaparkan pengalaman terkait kerangka hukum masing-masing, kerja sama penegakan hukum, dan langkah-langkah perlindungan bagi korban.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Presiden Lai Ching-te Hadiri Acara Minum Teh Bersama Jurnalis Media Internasional]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284760/Presiden-Lai-Ching-te-Hadiri-Acara-Minum-Teh-Bersama-Jurnalis-Media-Internasional]]></link><guid>284760</guid><pubDate>2026/06/22</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Presiden Lai Ching-te menghadiri acara minum teh bersama media internasional di Wisma Tamu Taipei pada 18 Juni 2026. Dalam acara tersebut, ia menyampaikan bahwa tahun ini menandai 30 tahun pelaksanaan pemilihan presiden secara langsung di Taiwan. Selama tiga dekade terakhir, masyarakat Taiwan telah berulang kali membuktikan bahwa demokrasi merupakan proses yang tidak dapat dibalikkan, sementara berbagai pencapaian yang diraih juga mendapat pengakuan luas dari komunitas internasional. Keterbukaan Taiwan terhadap dunia serta komitmennya dalam menjunjung demokrasi dan kebebasan telah menjadi fondasi bagi kemakmuran dan pembangunan yang berkelanjutan.<br />
&nbsp;<br />
Presiden Lai menegaskan bahwa Taiwan akan terus memperkuat kerja sama dengan masyarakat internasional untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Ia juga berharap media internasional dapat terus memberikan perhatian, peliputan, dan dukungan terhadap Taiwan sehingga dunia semakin memahami Taiwan sebagai negara demokratis yang menjunjung kebebasan, memiliki keteguhan, dan menikmati kemakmuran.<br />
&nbsp;<br />
30 tahun lalu rakyat Taiwan berhasil melewati masa darurat militer yang berlangsung selama 38 tahun dan kembali menunjukkan keberanian luar biasa. Meski menghadapi ancaman rudal dari Tiongkok, lebih dari 76 persen pemilih tetap berpartisipasi dalam pemilihan presiden langsung pertama, sekaligus menyampaikan tiga pesan penting kepada masyarakat internasional.<br />
&nbsp;<br />
Pertama, kedaulatan Taiwan berada di tangan rakyat. Rakyat adalah pemilik negara dan memiliki hak untuk menentukan pemimpin nasional melalui proses demokratis. Kedua, Taiwan membangun sistem demokrasi yang memberikan legitimasi kepada pemerintah melalui hak pilih langsung rakyat. Masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh 23 juta penduduknya. Ketiga, ROC (Taiwan) dan Republik Rakyat Tiongkok (PRC) tidak saling berada di bawah yurisdiksi satu sama lain, serta Taiwan bukan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok (PRC).<br />
&nbsp;<br />
Presiden Lai menambahkan bahwa selama 30 tahun terakhir, rakyat Taiwan telah menentukan arah masa depan negara melalui pemungutan suara yang berulang kali dilaksanakan. Selain itu, pergantian kekuasaan yang berlangsung secara damai dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya telah semakin menegaskan bahwa demokrasi di Taiwan merupakan proses yang tidak dapat diputar kembali.<br />
&nbsp;<br />
Mengenai perkembangan kawasan Indo-Pasifik, Presiden Lai menyampaikan apresiasi atas pernyataan terbaru G7 yang kembali menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak mana pun yang secara sepihak mengubah status quo. Ia menyoroti penolakan G7 terhadap upaya perubahan status quo di Selat Taiwan melalui penggunaan kekuatan atau paksaan, serta penentangan terhadap peningkatan militerisasi di Laut China Timur dan Laut China Selatan.<br />
&nbsp;<br />
Presiden juga menyerukan kepada Tiongkok untuk menghentikan perluasan militer di Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Selat Taiwan, serta meninggalkan opsi penggunaan serangan militer terhadap Taiwan. Berdasarkan prinsip kesetaraan dan martabat, Taiwan bersedia menjalin pertukaran dan kerja sama dengan Tiongkok untuk mendorong perdamaian, kemakmuran bersama, dan pembangunan yang saling menguntungkan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Istana Kepresidenan Sampaikan Apresiasi kepada Pemimpin G7 atas Dukungan terhadap Perdamaian dan Stabilitas Selat Taiwan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284735/Istana-Kepresidenan-Sampaikan-Apresiasi-kepada-Pemimpin-G7-atas-Dukungan-terhadap-Perdamaian-dan-Stabilitas-Selat-Taiwan]]></link><guid>284735</guid><pubDate>2026/06/18</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Istana Kepresidenan mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin G7 atas pernyataan bersama yang menegaskan pentingnya kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka serta berlandaskan supremasi hukum, sekaligus menolak segala upaya sepihak untuk mengubah status quo di Laut Tiongkok Timur, Laut Tiongkok Selatan, dan Selat Taiwan melalui penggunaan kekuatan maupun paksaan.<br />
&nbsp;<br />
Juru Bicara Istana Kepresidenan, Kuo Ya-hui, pada 17 Juni menyatakan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta kawasan sekitarnya merupakan konsensus utama masyarakat internasional dan berkaitan erat dengan kepentingan inti bersama dunia.<br />
&nbsp;<br />
Istana Kepresidenan menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pemimpin G7 yang kembali menunjukkan dukungan nyata terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Selat Taiwan melalui tindakan konkret.<br />
&nbsp;<br />
Kuo Ya-hui menegaskan bahwa Taiwan berada di garis depan pertahanan demokrasi dan sekaligus merupakan pilar penting dalam keamanan rantai pasok global. Sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab, Taiwan akan terus bekerja sama dengan mitra-mitra demokrasi yang memiliki nilai sejalan untuk memperkuat kemampuan pertahanan, ketahanan rantai pasok, serta ketahanan ekonomi. Upaya tersebut dilakukan demi melindungi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan yang dijunjung bersama, sekaligus mendorong perdamaian, kemakmuran, dan pembangunan regional maupun global.<br />
&nbsp;<br />
KTT G7 tahun 2026 diselenggarakan di Evian, Prancis, pada 15 hingga 17 Juni. Setelah pertemuan tersebut, para pemimpin G7 mengeluarkan G7 Leaders&rsquo; Statement on Geopolitical Issues yang menekankan pentingnya membangun kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan berlandaskan hukum.<br />
&nbsp;<br />
Pernyataan ini juga menegaskan kembali penolakan tegas terhadap segala upaya untuk mengubah status quo di Laut Tiongkok Timur, Laut Tiongkok Selatan, maupun Selat Taiwan melalui penggunaan kekuatan, paksaan, atau tindakan sepihak lainnya, serta menekankan bahwa berbagai isu tersebut harus diselesaikan secara damai melalui dialog.<br />
&nbsp;<br />
Sebagai negara demokratis yang bertanggung jawab di kawasan Indo-Pasifik, ROC (Taiwan) akan terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota G7 dan mitra global sehaluan untuk bersama-sama menjaga tatanan internasional berbasis aturan serta berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Delegasi CBC Amerika Serikat Tiba di Taiwan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284702/Delegasi-CBC-Amerika-Serikat-Tiba-di-Taiwan]]></link><guid>284702</guid><pubDate>2026/06/17</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyambut kunjungan Wakil Ketua Kaukus Anggota Kongres Kulit Hitam (CBC) Amerika Serikat, Lucy McBath, bersama anggota CBC sekaligus anggota DPR AS Valerie Foushee, yang melakukan kunjungan ke Taiwan pada 16 hingga 20 Juni 2026.<br />
&nbsp;<br />
Selama berada di Taiwan, anggota delegasi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Lai Ching-te dan Wakil Presiden Hsiao Bi-khim, serta menghadiri resepsi bersama Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung dalam sebuah jamuan resmi. Kedua pihak akan berdiskusi mengenai berbagai isu penting, termasuk keamanan Taiwan-AS, hubungan ekonomi dan perdagangan, serta perkembangan situasi regional.<br />
&nbsp;<br />
Didirikan pada 1971, CBC telah lama berfokus pada berbagai isu yang berkaitan dengan hak partisipasi politik warga keturunan Afrika-Amerika, pembangunan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan reformasi peradilan.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, Wakil Ketua Lucy McBath dan Anggota Kongres Valerie Foushee juga memberikan perhatian khusus pada isu-isu seperti kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, pengembangan talenta teknologi tinggi, serta hak asasi manusia, yang menjadi bidang penting dalam pertukaran dan pendalaman kerja sama antara Taiwan dan Amerika Serikat.<br />
&nbsp;<br />
Kunjungan ini merupakan lawatan pertama kedua anggota Kongres tersebut ke Taiwan sejak menjabat. Tahun ini juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat dan 30 tahun pemilihan presiden langsung di Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, 19 Juni diperingati sebagai Juneteenth, hari yang melambangkan perjuangan Amerika Serikat dalam mewujudkan kesetaraan dan hak asasi manusia. Kehadiran delegasi pada momen tersebut semakin menegaskan bahwa kebebasan dan hak asasi manusia merupakan nilai-nilai bersama yang dijunjung tinggi oleh Taiwan dan Amerika Serikat.<br />
&nbsp;<br />
Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung menyampaikan apresiasi atas upaya para sahabat di Kongres AS yang terus memperdalam hubungan dengan Taiwan. Ia menegaskan bahwa Taiwan dan Amerika Serikat merupakan mitra penting yang saling menguntungkan di bidang keamanan maupun ekonomi dan perdagangan, dengan kerja sama yang terus diperkuat dalam sektor keamanan, teknologi, serta ketahanan rantai pasok.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Uni Eropa dan Empat Negara Tegaskan Pentingnya Perdamaian dan Stabilitas Selat Taiwan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284669/Uni-Eropa-dan-Empat-Negara-Tegaskan-Pentingnya-Perdamaian-dan-Stabilitas-Selat-Taiwan]]></link><guid>284669</guid><pubDate>2026/06/16</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengucapkan terima kasih atas pernyataan terbaru yang dikeluarkan oleh para pejabat senior dari Australia, Jerman, Korea Selatan, Inggris, dan Uni Eropa yang kembali menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dan Menteri Pertahanan Boris Pistorius mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan Menteri Pertahanan Richard Marles, dalam Konsultasi Menteri 2+2 Australia-Jerman yang berlangsung di Berlin pada 8 Juni.<br />
&nbsp;<br />
Dalam pernyataan bersama, para pejabat tersebut juga menegaskan penolakan mereka terhadap setiap upaya perubahan status quo secara sepihak melalui penggunaan kekerasan atau paksaan. Mereka menegaskan kembali bahwa perbedaan harus dikelola melalui dialog serta menyatakan dukungan terhadap partisipasi bermakna Taiwan dalam organisasi internasional.<br />
&nbsp;<br />
Dua hari kemudian, Marles dan Wong diterima oleh Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper serta Menteri Pertahanan John Healey dalam Konsultasi Menteri Australia-Inggris yang berlangsung di London. Pertemuan tersebut juga menghasilkan pernyataan bersama yang dirilis pada hari yang sama.<br />
&nbsp;<br />
Dalam pernyataan tersebut, kedua negara menyampaikan sikap yang sejalan terkait situasi lintas selat, menyatakan keprihatinan atas latihan militer Tiongkok yang dinilai mengganggu stabilitas di sekitar Taiwan, serta menegaskan kembali komitmen untuk memperdalam hubungan dengan Taiwan di bidang ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan.<br />
&nbsp;<br />
Pada hari yang sama di Brussel, Presiden Dewan Eropa Ant&oacute;nio Costa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengeluarkan pernyataan bersama setelah berlangsungnya KTT Uni Eropa-Republik Korea.<br />
&nbsp;<br />
Ketiga pemimpin tersebut menegaskan kembali dukungan terhadap kebebasan bernavigasi dan penerbangan, termasuk di Laut Tiongkok Selatan; menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan; serta menolak segala upaya sepihak untuk mengubah status quo di kawasan Indo-Pasifik.<br />
&nbsp;<br />
MOFA menyatakan bahwa pernyataan-pernyataan ini mencerminkan adanya konsensus global mengenai pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.&nbsp; Taiwan akan terus bekerja sama dengan para mitra sehaluan untuk membela kebebasan, demokrasi, dan tatanan internasional berbasis aturan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Wapres Hsiao Bi-khim Terima Kunjungan Delegasi Majelis Nasional Prancis]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284636/Wapres-Hsiao-Bi-khim-Terima-Kunjungan-Delegasi-Majelis-Nasional-Prancis]]></link><guid>284636</guid><pubDate>2026/06/15</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Wakil Presiden Hsiao Bi-khim menerima kunjungan delegasi yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi Urusan Luar Negeri Majelis Nasional Prancis, Estelle Youssouffa. Dalam kesempatan tersebut, Hsiao Bi-khim menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan Majelis Nasional Prancis terhadap perkembangan hubungan Taiwan&ndash;Prancis dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dukungan terhadap partisipasi internasional Taiwan serta pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Wapres Hsiao Bi-khim juga menegaskan harapan Taiwan untuk terus mempererat kerja sama dengan Prancis di berbagai bidang, seperti teknologi, kecerdasan buatan (AI), industri antariksa, dan pertukaran budaya untuk membangun hubungan kemitraan yang dapat saling dipercaya.<br />
&nbsp;<br />
Prancis dalam beberapa tahun terakhir telah mengesahkan sejumlah undang-undang penting, termasuk Undang-Undang Program Militer Tujuh Tahun yang disetujui oleh Majelis Nasional dan Senat Prancis. Dalam regulasi tersebut, kebebasan bernavigasi di Selat Taiwan secara khusus disebut sebagai tujuan penting yang perlu dijaga bersama oleh Prancis dan para pemangku kepentingan internasional.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, Majelis Nasional Prancis juga secara konsisten memberikan dukungan terhadap partisipasi internasional Taiwan serta upaya memperdalam hubungan bilateral Taiwan-Prancis.<br />
&nbsp;<br />
Mengenai situasi internasional, Hsiao Bi-khim menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir lanskap geopolitik global mengalami perubahan yang sangat cepat. Berbagai konflik yang terjadi di Eropa maupun Timur Tengah telah membawa dampak besar bagi banyak negara di dunia. Taiwan terus berupaya menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan serta berharap masyarakat internasional dapat terus memberikan dukungan.<br />
&nbsp;<br />
Dalam bidang pertukaran budaya, Hsiao Bi-khim mengungkapkan bahwa saat Prancis menjadi tuan rumah Olimpiade 2024, Taiwan mengirim delegasi budaya dalam jumlah besar ke negara tersebut untuk melaksanakan berbagai kegiatan pertukaran budaya internasional.<br />
&nbsp;<br />
Wapres Hsiao Bi-khim juga menyoroti penyelenggaraan Festival Budaya dan Gaya Hidup Prancis yang baru-baru ini digelar melalui kerja sama antara Direktur Kantor Prancis di Taiwan, Franck Paris, bersama Pemerintah Kota Kaohsiung, dan telah berhasil menarik partisipasi luas dari masyarakat Taiwan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Wawancara Eksklusif Wamenlu Wu Chih-chung dengan Euronews]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284635/Wawancara-Eksklusif-Wamenlu-Wu-Chih-chung-dengan-Euronews]]></link><guid>284635</guid><pubDate>2026/06/15</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung menegaskan bahwa Taiwan berkomitmen teguh untuk menjunjung tinggi kebebasan dan demokrasi, memperdalam kerja sama global, serta menjaga perdamaian dan stabilitas regional.<br />
&nbsp;<br />
Pernyataan tersebut disampaikan Wu Chih-chung dalam sebuah wawancara eksklusif untuk artikel mengenai &ldquo;perisai silikon&rdquo; Taiwan yang ditulis oleh Pascale Davies dan diterbitkan di Euronews Next.<br />
&nbsp;<br />
Selat Taiwan merupakan jalur pelayaran yang sangat penting bagi perdagangan global, pasokan energi, dan industri teknologi tinggi dunia. Oleh karena itu, menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan bukan hanya isu regional, melainkan kepentingan bersama seluruh komunitas internasional.<br />
&nbsp;<br />
Wu Chih-chung mengatakan bahwa kisah Taiwan jauh lebih kompleks dibandingkan narasi keliru yang disebarkan Beijing bahwa Taiwan selalu menjadi bagian dari Tiongkok. Berbeda dengan Hong Kong, Taiwan memiliki angkatan bersenjata dan kebijakan luar negerinya sendiri, serta akan terus mempertahankan demokrasi dan cara hidupnya sambil menjaga perdamaian dan stabilitas regional.<br />
&nbsp;<br />
Terkait peran Taiwan dalam rantai pasok teknologi tinggi global, Wu Chih-chung menjelaskan bahwa industri semikonduktor Taiwan dibangun melalui kerja sama jangka panjang dan erat dengan negara-negara Eropa. Ia mencontohkan berbagai peralatan dan material penting yang dipasok oleh Belanda, Jerman, Prancis, dan Belgia. &ldquo;Seluruh Eropa berada di dalam satu sentimeter persegi silikon itu,&rdquo; ujar Wu Chih-chung.<br />
&nbsp;<br />
Meski terus menghadapi ancaman dari Tiongkok, Taiwan tetap mempertahankan sistem demokrasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan ketahanan sosial. Wu Chih-chung&nbsp; menegaskan bahwa Taiwan tidak meminta Eropa untuk berperang demi Taiwan, melainkan berharap dapat memperdalam persahabatan dan kerja sama di bidang perdagangan dan ekonomi, teknologi, pengembangan talenta, serta keamanan rantai pasok.<br />
&nbsp;<br />
&ldquo;Ada sebuah kisah Taiwan yang sedang ditulis saat ini, dan saya sangat percaya pada ketangguhan rakyat Taiwan,&rdquo; tegas Wu Chih-chung.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Wamenlu Wu Chih-chung Hadiri Resepsi Hari Kemerdekaan Israel ke-78]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284595/Wamenlu-Wu-Chih-chung-Hadiri-Resepsi-Hari-Kemerdekaan-Israel-ke-78]]></link><guid>284595</guid><pubDate>2026/06/12</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung menghadiri resepsi peringatan Hari Kemerdekaan ke-78 Israel atas undangan Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Israel di Taipei. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan untuk bersama-sama merayakan hari nasional Israel.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutannya, Wu Chih-chung menyampaikan apresiasi kepada Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Israel di Taipei atas undangan untuk menghadiri resepsi tersebut. Taiwan dan Israel dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai hasil kerja sama yang signifikan di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan ekonomi, teknologi, inovasi, serta pertukaran masyarakat. Huubungan kedua pihak terus berkembang dan semakin erat.<br />
&nbsp;<br />
Wu Chih-chung menambahkan bahwa keunggulan Taiwan sebagai pemimpin global di industri semikonduktor dapat dipadukan dengan kapasitas inovasi Israel yang kuat, sehingga membuka lebih banyak peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.<br />
&nbsp;<br />
Wu Chih-chung juga menyoroti berbagai tantangan besar yang dihadapi Taiwan dan Israel dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari dampak pandemi COVID-19 terhadap dunia hingga meningkatnya tekanan akibat situasi keamanan regional yang semakin kompleks. Namun berbagai kesulitan dan ujian tersebut justru telah memperkuat ketangguhan dan daya tahan kedua pihak, memungkinkan Taiwan dan Israel untuk terus berkembang, maju bersama, serta memperluas jaringan kemitraan dengan negara-negara sehaluan.<br />
&nbsp;<br />
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Israel untuk Taiwan, Maya Yaron, dalam pidatonya menyampaikan terima kasih atas kepedulian tulus dan dukungan nyata yang diberikan Taiwan ketika Israel menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Ia menilai hal tersebut mencerminkan eratnya persahabatan antara Taiwan dan Israel.<br />
&nbsp;<br />
Maya Yaron juga menegaskan bahwa Taiwan dan Israel berbagi nilai-nilai inti yang sama, seperti demokrasi dan kebebasan. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pihak telah meraih hasil yang menggembirakan melalui kerja sama dan pertukaran di bidang teknologi inovatif, perdagangan dan ekonomi, budaya, pendidikan, serta akademik.<br />
&nbsp;<br />
Maya Yaron berharap kerja sama tersebut akan terus diperdalam melalui berbagai platform, termasuk pameran startup InnoVEX 2026 dan Kerangka Kerja Sama dan Pelatihan Global (GCTF), yang menjadi sarana penting untuk memperkuat kerja sama bilateral di masa mendatang.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Menlu Lin Chia-lung Terima Kunjungan Delegasi Majelis Nasional Prancis]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284593/Menlu-Lin-Chia-lung-Terima-Kunjungan-Delegasi-Majelis-Nasional-Prancis]]></link><guid>284593</guid><pubDate>2026/06/12</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung menerima kunjungan delegasi Majelis Nasional Prancis yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi Urusan Luar Negeri Estelle Youssouffa. Dalam pertemuan tersebut Menlu Lin Chia-lung dan para anggota delegasi membahas hubungan bilateral serta peluang kerja sama di masa depan.<br />
&nbsp;<br />
Menlu Lin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan parlemen Prancis atas dukungan jangka panjang terhadap Taiwan. Ia juga menyoroti sejumlah resolusi dukungan terhadap Taiwan yang telah disahkan parlemen Prancis, serta komitmen Prancis dalam mempertahankan kebebasan bernavigasi di Selat Taiwan yang tercantum dalam Undang-Undang Program Militer Prancis 2024-2030.<br />
&nbsp;<br />
Prancis merupakan mitra strategis potensial dalam pelaksanaan inisiatif Lima Sektor Industri Tepercaya Taiwan. Menlu Lin menegaskan bahwa Taiwan berkomitmen untuk memperdalam kerja sama dengan Prancis di berbagai bidang, termasuk kedirgantaraan, ekonomi, energi, komunikasi satelit, dan perdagangan. Peran penting Taiwan dalam sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor global menjadikan Taiwan sebagai mitra yang andal bagi Eropa dalam mendorong kebijakan reindustrialisasi dan penguatan pertahanan.<br />
&nbsp;<br />
Estelle Youssouffa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Taiwan atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Mayotte, kampung halamannya sekaligus departemen luar negeri Prancis yang terletak di lepas pantai Afrika Tenggara, dalam upaya rekonstruksi setelah pulau tersebut dilanda topan pada 2024. Ia juga mengundang lebih banyak perusahaan Taiwan untuk berinvestasi di Mayotte untuk menjangkau pasar Afrika, serta menegaskan kembali bahwa Prancis sangat menghargai perdamaian, stabilitas, dan kebebasan navigasi di kawasan Indo-Pasifik.<br />
&nbsp;<br />
Dalam resepsi penyambutan, Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung menyampaikan bahwa ekspor drone Taiwan ke Eropa pada 2025 meningkat lebih dari 40 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Volume ekspor pada kuartal pertama tahun ini telah melampaui total ekspor sepanjang tahun lalu, yang menunjukkan prospek cerah bagi kerja sama Taiwan dan Prancis di sektor drone.<br />
&nbsp;<br />
Wu Chih-chung juga menegaskan bahwa kedua negara menjunjung nilai-nilai kebebasan, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta menekankan pentingnya persatuan negara-negara demokratis dalam menghadapi ekspansi otoritarianisme.<br />
&nbsp;<br />
Selama berada di Taiwan, para anggota delegasi dijadwalkan bertemu dengan Wakil Presiden Hsiao Bi-khim dan Ketua Yuan Legislatif Han Kuo-yu. Mereka juga akan mengunjungi sejumlah lembaga pemerintah, termasuk Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC), serta meninjau berbagai institusi termasuk Taman Iptek Hsinchu.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Wapres Hsiao Bi-khim Paparkan Hasil Kunjungan ke Palau]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284581/Wapres-Hsiao-Bi-khim-Paparkan-Hasil-Kunjungan-ke-Palau]]></link><guid>284581</guid><pubDate>2026/06/11</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Wakil Presiden Hsiao Bi-khim menggelar resepsi bersama para jurnalis pada hari terakhir kunjungannya ke Palau. Acara tersebut dihadiri para jurnalis dari media Taiwan yang turut mendampingi delegasi selama kunjungan tersebut.<br />
&nbsp;<br />
Wapres Hsiao Bi-khim mengatakan bahwa selama berada di Palau, ia mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan situs bersejarah bersama Presiden Palau Surangel S. Whipps Jr., serta bertemu dengan para pemimpin suku dan tokoh-tokoh politik penting. Selain menghadiri berbagai kegiatan dan meninjau proyek-proyek pembangunan, ia juga berinteraksi secara luas dengan masyarakat setempat untuk mempererat hubungan bilateral.<br />
&nbsp;<br />
Sebagai salah satu sektor utama perekonomian Palau, pariwisata menjadi perhatian khusus dalam kunjungan tersebut. Hsiao Bi-khim berkesempatan menikmati keindahan alam negara sahabat itu sekaligus berdiskusi dengan otoritas setempat mengenai upaya menarik lebih banyak wisatawan dari Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Hsiao Bi-khim lebih lanjut menyatakan bahwa ia menyaksikan secara langsung hasil berbagai proyek infrastruktur yang diselesaikan dengan dukungan Taiwan di Pulau Babeldaob dan Peleliu. Ia juga menyoroti kontribusi Tim Teknis Taiwan terhadap pembangunan Palau di berbagai bidang, termasuk pertanian, pendidikan, transformasi digital, teknologi informasi, pembelajaran bahasa, gizi, layanan kesehatan, dan kesehatan masyarakat.<br />
&nbsp;<br />
Hsiao Bi-khim juga menyampaikan harapannya agar pertukaran budaya antara generasi muda masyarakat adat dari kedua negara semakin meningkat melalui program Taiwan Global Pathfinders Initiative yang diluncurkan oleh Presiden Lai Ching-te pada 2025.<br />
&nbsp;<br />
Lebih lanjut, Hsiao Bi-khim berharap keberhasilan berbagai proyek kerja sama Taiwan-Palau dapat dibagikan kepada negara-negara kepulauan Pasifik lainnya dalam Forum Kepulauan Pasifik yang akan diselenggarakan di Palau pada Agustus mendatang. Langkah tersebut diharapkan dapat menunjukkan kontribusi nyata Taiwan bagi komunitas internasional melalui semangat &ldquo;Taiwan Can Help&rdquo;.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Wamenlu Wu Chih-chung Berikan Medali Persahabatan Diplomasi kepada Maya Yaron]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284580/Wamenlu-Wu-Chih-chung-Berikan-Medali-Persahabatan-Diplomasi-kepada-Maya-Yaron]]></link><guid>284580</guid><pubDate>2026/06/11</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung, atas nama Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung, menganugerahkan Medali Persahabatan Diplomasi kepada Maya Yaron, Kepala Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Israel di Taipei, yang akan segera mengakhiri masa tugasnya. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Maya Yaron dalam mempererat hubungan Taiwan dan Israel.<br />
&nbsp;<br />
Maya Yaron mulai menjabat pada tahun 2023, dan telah berperan penting dalam memperdalam saling pengertian serta meningkatkan pertukaran bilateral di bidang kebudayaan, pendidikan, dan pariwisata. Taiwan dan Israel sama-sama menjunjung tinggi nilai kebebasan, demokrasi, inovasi, dan ketangguhan. Kedua pihak telah menandatangani 36 perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman sejak masing-masing mendirikan kantor perwakilan pada tahun 1993.<br />
&nbsp;<br />
Wu Chih-chung menjelaskan bahwa Taiwan dan Israel menjalin hubungan kerja sama yang erat di bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan semikonduktor yang didasarkan pada keunggulan komplementer kedua pihak. Kedua negara akan terus memperluas kemitraan mereka serta bersama-sama berkontribusi terhadap perkembangan teknologi global dan penguatan ketahanan demokrasi. Wu Chih-chung juga menegaskan kembali sikap Taiwan yang secara tegas menentang terorisme, seraya mencatat bahwa Taiwan segera menyampaikan dukungannya kepada Israel setelah serangan Hamas pada Oktober 2023.<br />
&nbsp;<br />
Menanggapi hal tersebut, Maya Yaron mengatakan bahwa ia sangat menghargai perhatian, dukungan, dan semangat yang diberikan oleh masyarakat Taiwan setelah serangan tersebut. Ia juga mengenang berbagai kerja sama yang membuahkan hasil di bidang kebudayaan, keagamaan, dan bantuan bencana antara kedua pihak.<br />
&nbsp;<br />
Maya Yaron mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri (MOFA), para mitra dari kedua belah pihak, serta kantor perwakilan Israel atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Ia menambahkan bahwa dirinya akan terus berkomitmen untuk memelihara persahabatan Taiwan-Israel dan menyambut lebih banyak warga Taiwan untuk berkunjung ke Israel.<br />
&nbsp;<br />
Usai upacara penganugerahan, Wu Chih-chung menyelenggarakan resepsi makan siang untuk Maya Yaron. Acara tersebut turut dihadiri oleh pejabat pengganti Maya Yaron, Israel Strulov; Wakil Kepala Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Israel di Taipei Moriah Segal; salah satu pendiri Jewish Taiwan Cultural Association, Jeffrey Schwartz; serta pejabat senior dari Asosiasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Tionghoa dan ICDF di Taipei.<br />
&nbsp;<br />
Para peserta dalam pertemuan tersebut bertukar pandangan mengenai berbagai isu, termasuk kecerdasan buatan, ekonomi, industri teknologi tinggi, dan perdagangan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Wamenlu Wu Chih-chung Sambut Delegasi Anggota Parlemen Korea Selatan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284545/Wamenlu-Wu-Chih-chung-Sambut-Delegasi-Anggota-Parlemen-Korea-Selatan]]></link><guid>284545</guid><pubDate>2026/06/10</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung menyambut kunjungan delegasi lintas partai anggota Majelis Nasional Korea Selatan di Taipei pada 8 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai tantangan geopolitik serta perkembangan kecerdasan buatan (AI).<br />
&nbsp;<br />
Delegasi tersebut terdiri dari Park Soo-young dari Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party), Kwak Sang-eon dari Partai Demokrat Korea (Democratic Party of Korea), dan Kim Jae-won dari Partai Rebuilding Korea. Turut hadir dalam pertemuan ini Yuan Legislatif Wu Pei-yi dan Kuo Yu-ching, kata MOFA.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutannya, Wu Chih-chung menegaskan bahwa Taiwan dan Korea Selatan merupakan negara demokrasi yang berupaya menghadapi ekspansi otoritarianisme. Kedua pihak telah membangun fondasi kerja sama yang kuat di berbagai bidang, termasuk budaya, ekonomi, rantai pasok semikonduktor, dan perdagangan. Wu Chih-chung juga menyatakan harapannya untuk terus memperluas hubungan Taiwan-Korea Selatan di berbagai sektor.<br />
&nbsp;<br />
Park Soo-young yang dikenal mengikuti perkembangan ekonomi dan industri semikonduktor Taiwan secara cermat, mengatakan bahwa Korea Selatan terinspirasi oleh keberhasilan Taiwan mencatat produk domestik bruto (PDB) per kapita yang melampaui USD 40.000. Sementara itu, Kim Jae-won menyampaikan harapan untuk menjajaki lebih banyak potensi kerja sama selama kunjungan tersebut. Kwak Sang-eon, yang mewakili Distrik Jongno di Seoul, mengusulkan peningkatan pertukaran antara Seoul dan Taipei.<br />
&nbsp;<br />
Wu Pei-yi dan Kuo Yu-ching, yang merupakan anggota Komisi Pendidikan dan Kebudayaan Yuan Legislatif, menyampaikan antusiasme mereka untuk memperluas pertukaran seni dan budaya antara kedua pihak.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Luar Negeri (MOFA) menjelaskan nilai perdagangan bilateral Taiwan-Korea Selatan pada 2025 melampaui USD 90 miliar, meningkat hampir 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadikan Korea Selatan sebagai mitra dagang terbesar ketiga bagi Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
MOFA juga mencatat bahwa dalam pertemuan para menteri luar negeri Amerika Serikat dan Korea Selatan, pihak Korea Selatan menegaskan pentingnya perdamaian di Selat Taiwan bagi keamanan dan kemakmuran global. MOFA menegaskan komitmen untuk terus memperdalam hubungan Taiwan-Korea Selatan di berbagai bidang.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Wapres Hsiao Bi-khim Kunjungi Rumah Sakit Nasional dan Museum Nasional Palau]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284546/Wapres-Hsiao-Bi-khim-Kunjungi-Rumah-Sakit-Nasional-dan-Museum-Nasional-Palau]]></link><guid>284546</guid><pubDate>2026/06/10</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Wakil Presiden Hsiao Bi-khim pada 9 Juni 2026 mengunjungi Rumah Sakit Nasional Palau dan Museum Nasional Palau.<br />
&nbsp;<br />
Dalam kesempatan tersebut, Wapres Hsiao menyatakan bahwa kesehatan masyarakat merupakan pekerjaan penting yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat, sekaligus menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Lai Ching-te. Ia menyampaikan apresiasi atas hasil kerja sama medis jangka panjang antara Taiwan dan Palau serta mengucapkan terima kasih kepada tim medis Taiwan yang terus memberikan layanan kesehatan di Palau.<br />
&nbsp;<br />
Hsiao Bi-khim juga menegaskan bahwa kedua negara menjalin kerja sama dan pertukaran yang erat di berbagai bidang, termasuk kesehatan masyarakat, kebudayaan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur. Kerja sama tersebut mencerminkan upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperdalam hubungan kemitraan bilateral.<br />
&nbsp;<br />
Hsiao Bi-khim menambahkan bahwa Taiwan sangat menghargai kontribusi rumah sakit dan para dokter Taiwan yang secara berkala datang ke Palau untuk memberikan layanan medis. Ia menyoroti peran Rumah Sakit Shin Kong yang dinilai sebagai salah satu rumah sakit swasta terkemuka di Taiwan dan telah memainkan peran kepemimpinan dalam kerja sama medis dengan Palau. Selain itu, berbagai rumah sakit dan tenaga kesehatan Taiwan lainnya juga turut berkontribusi melalui beragam bentuk kerja sama dengan Palau.<br />
&nbsp;<br />
Pada hari yang sama, Wapres Hsiao Bi-khim juga meninjau perkembangan pelaksanaan Proyek Pengembangan Pulau Malakal serta mengunjungi Pusat Perikanan Nasional Palau dan Pusat Konservasi serta Restorasi Kerang Kima Raksasa.<br />
&nbsp;<br />
Hsiao Bi-khim menjelaskan bahwa salah satu tujuan kunjungannya ke Palau adalah untuk memahami dan menyaksikan secara langsung hasil berbagai proyek kerja sama yang telah dilaksanakan kedua pihak selama bertahun-tahun. Dalam kunjungan ke Taman Causeway, ia mendengarkan pemaparan dari tim rekayasa dan perencanaan proyek mengenai rancangan pembangunan terkait.<br />
&nbsp;<br />
Tim proyek akan terus berkomunikasi dengan masyarakat setempat untuk memastikan seluruh pembangunan sesuai dengan kebutuhan warga lokal. Ia berharap Palau tidak hanya menarik wisatawan melalui keindahan lautnya, tetapi juga dapat menciptakan daya tarik baru melalui pengembangan berbagai fasilitas darat yang berkualitas.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Wapres Hsiao Bi-khim Bertemu Presiden Surangel S. Whipps Jr.]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Politik/284524/Wapres-Hsiao-Bi-khim-Bertemu-Presiden-Surangel-S.-Whipps-Jr.]]></link><guid>284524</guid><pubDate>2026/06/09</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Wakil Presiden Hsiao Bi-khim bertemu dengan Presiden Palau Surangel S. Whipps Jr. serta mengunjungi Kongres Nasional Palau pada 8 Juni 2026.<br />
&nbsp;<br />
Istana Kepresidenan menjelaskan Wapres Hsiao Bi-khim dan Presiden Whipps bertukar pandangan mengenai kerja sama bilateral di berbagai bidang, termasuk pertanian dan perikanan, energi bersih, kesehatan dan layanan medis, infrastruktur publik, keamanan, serta penerapan teknologi.<br />
&nbsp;<br />
Dalam kunjungannya ke Kongres Nasional Palau, Wapres Hsiao Bi-khim mengatakan bahwa Taiwan dan Palau merupakan negara maritim yang memiliki keterkaitan budaya Austronesia, menjunjung tinggi kebebasan dan demokrasi, serta menghormati supremasi hukum dan martabat manusia. Hubungan kemitraan Taiwan dan Palau telah menunjukkan bahwa negara dengan ukuran berbeda tetap dapat memberikan kontribusi yang bermakna bagi dunia.<br />
&nbsp;<br />
Hsiao Bi-khim mengucapkan terima kasih kepada Kongres Nasional serta pemerintah dan rakyat Palau atas dukungan konsisten mereka terhadap partisipasi internasional Taiwan. Taiwan akan terus bekerja sama dengan Palau untuk mewujudkan kawasan Pasifik yang demokratis, bebas, damai, dan makmur bagi generasi mendatang.<br />
&nbsp;<br />
Wakil presiden Hsiao Bi-khim juga mengumumkan bahwa Biro Investigasi di bawah Kementerian Kehakiman (MOJ) akan mengirim personel ke Palau dan bekerja sama erat dengan otoritas setempat untuk mengatasi tantangan yang semakin meningkat akibat kejahatan lintas negara. Seusai berpidato, Wapres Hsiao dan Presiden Whipps turut menyaksikan penyerahan bantuan berupa empat unit drone buatan Taiwan kepada Palau.<br />
&nbsp;<br />
Saat menghadiri acara perayaan rampungnya proyek pengaspalan jalan yang didanai Taiwan di Ngchesar, Hsiao Bi-khim mengatakan bahwa jalan yang dibangun dengan dukungan Taiwan kini mencakup 68 persen jaringan transportasi darat Palau. Taiwan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Palau untuk menyelesaikan jaringan jalan raya antardaerah utama di Pulau Babeldaob pada 2028.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, Hsiao juga mengunjungi sebuah pertanian yang dikelola oleh Misi Teknis Taiwan untuk memperoleh penjelasan mengenai hasil berbagai proyek pengembangan pertanian bilateral.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item></channel></rss>