<?xml version="1.0"?><rss version="2.0"><channel><title><![CDATA[Taiwan Today - Ekonomi]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/]]></link><description><![CDATA[RSS]]></description><language><![CDATA[Indonesia]]></language><image><title><![CDATA[Taiwan Today - Ekonomi]]></title><url><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/images/logo.jpg]]></url><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/]]></link></image><item><title><![CDATA[Taiwan Tempati Peringkat Keempat dalam Ranking Daya Saing Global 2026 IMD]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/284803/Taiwan-Tempati-Peringkat-Keempat-dalam-Ranking-Daya-Saing-Global-2026-IMD]]></link><guid>284803</guid><pubDate>2026/06/23</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Taiwan naik dua peringkat ke posisi keempat dari 70 perekonomian yang dalam Ranking Daya Saing Global 2026 yang dirilis pada 18 Juni oleh International Institute for Management Development (IMD) di Swiss.<br />
&nbsp;<br />
Dewan Pembangunan Nasional (NDC) menjelaskan capaian ini merupakan peringkat tertinggi yang pernah diraih Taiwan sejak pertama kali diikutsertakan dalam survei tahunan IMD pada tahun 1997. Taiwan juga mempertahankan posisi teratas di antara negara-negara dengan jumlah penduduk lebih dari 20 juta jiwa selama enam tahun berturut-turut.<br />
&nbsp;<br />
Laporan IMD menyebutkan bahwa di tengah memburuknya kondisi geopolitik dan meningkatnya fragmentasi global, faktor pendorong daya saing nasional telah bergeser dari penekanan tradisional pada biaya, skala, dan output menuju kredibilitas institusi, kemampuan beradaptasi, serta ketahanan.<br />
&nbsp;<br />
Dalam konteks tersebut, Taiwan terus menunjukkan tren peningkatan yang kuat berkat tata kelola demokratis yang kokoh, ekosistem industri yang lengkap, inovasi teknologi yang maju, serta fleksibilitas tinggi dalam operasional bisnis.<br />
&nbsp;<br />
Dari empat faktor utama yang digunakan untuk mengukur daya saing suatu perekonomian secara keseluruhan, Taiwan naik lima peringkat ke posisi kelima dalam kategori kinerja ekonomi. Peningkatan signifikan ini menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan peringkat Taiwan secara keseluruhan. Selain itu, Taiwan naik dua peringkat ke posisi keenam dalam efisiensi pemerintahan, mempertahankan posisi di peringkat keempat dalam efisiensi bisnis, serta menempati posisi ke-10 dalam kategori infrastruktur.<br />
&nbsp;<br />
Dalam analisis terhadap 264 indikator yang membentuk survei tersebut, Taiwan menempati peringkat pertama dunia pada delapan indikator, termasuk pemerintahan yang dipilih secara bebas melalui pemilu, kewirausahaan, serta peluang dan ancaman bisnis. Taiwan juga berada di posisi kedua pada 12 indikator, antara lain pengeluaran perusahaan untuk penelitian dan pengembangan (R&amp;D), pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil per kapita, dan kelincahan perusahaan dalam beradaptasi.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, Taiwan meraih peringkat ketiga pada 10 indikator lainnya, termasuk tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kecerdasan buatan (AI), pencapaian pendidikan tinggi, dan ekspor produk berteknologi tinggi.<br />
&nbsp;<br />
NDC menambahkan bahwa pencapaian kuat tersebut mencerminkan keunggulan Taiwan yang telah lama terbangun dalam bidang penelitian dan pengembangan, daya saing industri, tata kelola bisnis, serta kualitas sumber daya manusia.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Sekitar 100 Perusahaan Startup Taiwan Hadiri VivaTech, Bidik Peluang Pasar Eropa]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/284761/Sekitar-100-Perusahaan-Startup-Taiwan-Hadiri-VivaTech%2C-Bidik-Peluang-Pasar-Eropa]]></link><guid>284761</guid><pubDate>2026/06/22</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC) bersama Administrasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perusahaan Rintisan Kementerian Perekonomian (MOEA), Direktorat Teknologi Industri, dan sejumlah lembaga terkait lainnya, untuk kedelapan kalinya pada tahun 2026 membawa perusahaan-perusahaan rintisan Taiwan ke Prancis&nbsp; untuk berpartisipasi dalam Viva Technology (VivaTech), ajang inovasi dan teknologi terbesar di Eropa.<br />
&nbsp;<br />
Tahun ini menandai peringatan 10 tahun penyelenggaraan VivaTech. Mengusung tema &ldquo;A New Dimension for a New Decade&rdquo; (Membuka Dimensi Baru untuk Dekade Berikutnya), pameran tersebut menjadi panggung penting bagi inovasi global.<br />
&nbsp;<br />
Meskipun telah berpindah ke gedung pameran baru, Paviliun Startup Teknologi Taiwan tetap menempati lokasi strategis di lantai dua, area dengan konsentrasi tertinggi merek-merek internasional. Paviliun Taiwan berada berdampingan dengan perusahaan-perusahaan global terkemuka seperti LVMH, Orange, Meta, dan Microsoft, yang mencerminkan tingginya perhatian penyelenggara terhadap Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Hingga saat ini, sekitar 200 perusahaan rintisan Taiwan telah berpartisipasi dalam VivaTech untuk memasuki pasar Eropa dan membangun koneksi global. Upaya tersebut berhasil menghasilkan pesanan internasional dengan nilai mendekati NTD 1,3 miliar.<br />
&nbsp;<br />
Khusus pada tahun lalu, model partisipasi yang menggabungkan perusahaan rintisan dengan mitra rantai pasok industri mencatat hasil yang sangat signifikan dengan perolehan bisnis melampaui NTD 800 juta. Melanjutkan keberhasilan tersebut, tahun ini sebanyak 34 perusahaan rintisan berpartisipasi dalam pameran dengan dukungan dari 61 mitra rantai pasok. Pendekatan ini berbeda dari pola sebelumnya yang lebih berfokus pada demonstrasi teknologi secara individual di lokasi pameran.<br />
&nbsp;<br />
Tingkat kematangan para peserta tahun ini juga menunjukkan peningkatan yang nyata. Banyak perusahaan rintisan Taiwan telah lama mengembangkan pasar di Eropa dan kini melihat peluang baru yang muncul dari penerapan regulasi net-zero emisi karbon di Prancis, meningkatnya kebutuhan sertifikasi kecerdasan buatan (AI), serta pembangunan fasilitas komputasi berkapasitas tinggi.<br />
&nbsp;<br />
Dengan memanfaatkan momentum tersebut, para pelaku startup Taiwan berupaya memperluas jejak bisnis mereka di Eropa sekaligus memperkuat integrasi dengan rantai nilai global, guna menangkap peluang pertumbuhan yang semakin besar di sektor teknologi dan inovasi internasional.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Taiwan, AS, dan Palau Selenggarakan Lokakarya GCTF, Perkuat Keamanan Ekonomi dan Ketahanan Investasi Palau]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/284670/Taiwan%2C-AS%2C-dan-Palau-Selenggarakan-Lokakarya-GCTF%2C-Perkuat-Keamanan-Ekonomi-dan-Ketahanan-Investasi-Palau]]></link><guid>284670</guid><pubDate>2026/06/16</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Taiwan bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat di Palau, serta Kementerian Negara dan Kementerian Kehakiman Republik Palau kembali bekerja sama menyelenggarakan lokakarya internasional dalam kerangka Global Cooperation and Training Framework (GCTF) pada 11 Juni 2026 di Palau.<br />
&nbsp;<br />
Kegiatan ini mengusung tema &ldquo;Meningkatkan Investasi Ekonomi di Palau&rdquo; dan mempertemukan pejabat pemerintah dari negara-negara sehaluan, kalangan industri, akademisi, serta para pakar untuk bertukar pengalaman mengenai promosi investasi asing yang berkelanjutan dan penguatan ketahanan ekonomi. Para peserta juga membahas cara mendorong pembangunan ekonomi dengan tetap menjunjung tata kelola yang transparan dan menjaga keamanan sektor-sektor strategis.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutan pembukaan, Duta Besar ROC (Taiwan) untuk Palau, Chen Kang-i, menyatakan bahwa Taiwan melalui Program Kesejahteraan Negara Sahabat Diplomatik telah membantu Palau mengembangkan infrastruktur kelistrikan, energi hijau, dan pariwisata ekologi guna mewujudkan pulau pintar yang berkelanjutan. Selain itu, kedua pihak juga terus meningkatkan kerja sama di bidang peradilan untuk bersama-sama menjaga keamanan ekonomi dan sosial.<br />
&nbsp;<br />
Sementara itu, Kepala Staf Kantor Presiden Palau, Landisang Kotaro, menegaskan bahwa tata kelola yang transparan dan kemitraan yang dapat dipercaya merupakan faktor kunci dalam menarik investasi berkualitas, mendorong pembangunan berkelanjutan, serta menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.<br />
&nbsp;<br />
Selama lokakarya berlangsung, Menteri Kehakiman Palau Jennifer Olegeriil, Direktur Biro Investasi Asing Palau Raymond August, dan peneliti senior dari Yayasan Pembela Demokrasi, Cleo Paskal, turut menyampaikan presentasi khusus mengenai hubungan antara investasi ekonomi dan keamanan nasional, regulasi investasi asing, serta isu-isu geopolitik.<br />
&nbsp;<br />
Sejak didirikan pada 2015, Global Cooperation and Training Framework (GCTF) telah berkembang menjadi platform penting bagi Taiwan, Amerika Serikat, dan negara-negara sehaluan untuk berbagi keahlian profesional, memperkuat pembangunan kapasitas, serta menghadapi berbagai tantangan bersama.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Taiwan Selenggarakan Forum APEC tentang Pemanfaatan AI bagi UMKM]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/284523/Taiwan-Selenggarakan-Forum-APEC-tentang-Pemanfaatan-AI-bagi-UMKM]]></link><guid>284523</guid><pubDate>2026/06/09</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kementerian Perekonomian (MOEA) menyelenggarakan konferensi APEC mengenai promosi transformasi usaha kecil dan menengah (UMKM) berbasis kecerdasan buatan (AI) pada 5 Juni 2026 di Taipei.<br />
&nbsp;<br />
Acara ini diselenggarakan oleh Administrasi Usaha Kecil dan Menengah serta Startup di bawah MOEA, dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari 10 negara anggota APEC, termasuk sekitar 40 perwakilan bisnis dan pakar dari Australia, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Jenderal MOEA Chuang Ming-chih mengatakan bahwa meskipun AI dan transformasi digital menghadirkan tantangan besar dalam pengembangan talenta dan teknologi, keduanya juga menciptakan peluang yang sangat besar bagi UMKM di seluruh dunia.<br />
&nbsp;<br />
Konferensi ini bertujuan untuk memperbarui pemahaman para peserta mengenai tren perkembangan AI global serta mendorong pertukaran gagasan dan berbagi pengalaman untuk membantu UMKM meningkatkan kemampuan penerapan AI dan daya saing mereka.<br />
&nbsp;<br />
Administrasi Usaha Kecil dan Menengah serta Startup menjelaskan bahwa kegiatan ini menghadirkan dua pidato utama, yaitu &ldquo;The AI Edge: Powering SME Success&rdquo; yang disampaikan oleh James Tetlow, analis riset senior dari Washington CORE, serta &ldquo;The AI Journey: Lessons From the Front Line&rdquo; yang dibawakan oleh Kevin Chou, eksekutif dari ASUS Group Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Sorotan lainnya mencakup sesi &ldquo;Dialog Kebijakan: Peran Pemerintah dalam Menumbuhkembangkan Talenta AI untuk UKM&rdquo;, serta &ldquo;Focus Interview: Perempuan dalam Ketahanan AI, Inovasi, dan Terobosan&rdquo; yang menyoroti kontribusi perempuan di bidang AI. Selain itu, digelar pula diskusi panel mengenai pola pikir AI, integrasi AI di tempat kerja, serta implementasi AI dalam pemasaran.<br />
&nbsp;<br />
MOEA menegaskan UMKM memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi kawasan. Oleh karena itu, Taiwan akan terus memimpin berbagai upaya dalam kelompok kerja UMKM APEC sekaligus memperdalam kerja sama dengan negara-negara anggota lainnya melalui berbagai inisiatif yang telah ada di bawah forum perdagangan tersebut.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Taiwan dan Ceko Tingkatkan Hubungan Perdagangan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/284492/Taiwan-dan-Ceko-Tingkatkan-Hubungan-Perdagangan]]></link><guid>284492</guid><pubDate>2026/06/08</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kepala Dewan Pembangunan Nasional Yeh Chun-hsien dan Menteri Perekonomian Kung Ming-hsin bertemu dengan delegasi pengusaha yang beranggotakan lebih dari 30 perwakilan perusahaan dan dipimpin oleh Kepala Senat Ceko, Milo&scaron; Vystrčil. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua pihak untuk memperluas kemitraan perdagangan bilateral.<br />
&nbsp;<br />
Dalam pertemuan ini, Yeh Chun-hsien mengatakan bahwa pada tahun 2022 Dewan Pembangunan Nasional (NDC) membentuk dana investasi senilai USD 200 juta untuk kawasan Eropa Tengah dan Timur serta dana kredit sebesar USD 1 miliar untuk memberikan dukungan nyata bagi pelaku usaha kedua belah pihak. Ia juga mengumumkan bahwa NDC akan bekerja sama dengan Kementerian Perekonomian (MOEA) untuk mengalokasikan tambahan dana sebesar 50 juta euro (USD 57,5 juta) ke dalam dana investasi tersebut demi memperkuat kerja sama dengan Ceko.<br />
&nbsp;<br />
Yeh Chun-hsien menjelaskan pendanaan tambahan itu akan mendukung perusahaan Taiwan yang ingin memasuki pasar Ceko, membantu perusahaan Ceko berinvestasi di Taiwan, serta mendorong pembentukan usaha patungan Taiwan-Ceko. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran teknologi dan membangun rantai pasok demokratis yang tangguh.<br />
&nbsp;<br />
Yeh Chun-hsien menambahkan bahwa sejak dana investasi tersebut dibentuk, Taiwan telah menanamkan modal pada lima perusahaan Ceko. Ia juga menegaskan bahwa Ceko kini menjadi mitra dagang terbesar Taiwan di kawasan Eropa Tengah dan Timur, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai USD 2,14 miliar pada tahun 2025.<br />
&nbsp;<br />
Senada dengan pernyataan Yeh Chun-hsien, Kung Ming-hsin mengungkapkan bahwa Taiwan pada tahun 2024 telah meluncurkan Taiwan Trade and Investment Service Center di Praha. Mengingat peran penting Taiwan dalam industri server global serta keterlibatan aktif Ceko dalam proyek gigafactory Uni Eropa, kedua negara memiliki potensi kerja sama yang besar di sektor kecerdasan buatan (AI), drone, dan kota pintar.<br />
&nbsp;<br />
MOEA menjelaskan hingga April 2026, total investasi perusahaan Taiwan di Ceko telah mencapai USD 221 juta, menjadikannya nilai investasi terbesar kesembilan yang ditanamkan Taiwan di negara-negara anggota Uni Eropa.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[MOEA dan Pemerintah Kota Kaohsiung Terima Kunjungan Delegasi Negara Bagian Arizona]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/284345/MOEA-dan-Pemerintah-Kota-Kaohsiung-Terima-Kunjungan-Delegasi-Negara-Bagian-Arizona]]></link><guid>284345</guid><pubDate>2026/06/01</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kementerian Perekonomian (MOEA) bersama Biro Pengembangan Ekonomi Pemerintah Kota Kaohsiung menerima kunjungan delegasi dari negara bagian Arizona, Amerika Serikat, Minggu, 31 Mei 2026.<br />
&nbsp;<br />
Delegasi tersebut dipimpin oleh Sandra Watson, Presiden dan CEO Arizona Commerce Authority, dan terdiri dari pejabat pemerintah negara bagian Arizona dan Kota Tucson, serta perwakilan dari University of Arizona dan berbagai kamar dagang setempat. Pertemuan ini berfokus pada usaha startup, penerapan teknologi, dan kerja sama rantai industri dengan tujuan membantu startup serta usaha kecil dan menengah di Taiwan selatan memperluas penetrasi ke pasar Amerika Serikat.<br />
&nbsp;<br />
MOEA menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menunjukkan besarnya perhatian Arizona terhadap pendalaman kerja sama dengan ekosistem inovasi dan industri Taiwan. Ia menambahkan bahwa Startup Terrace Kaohsiung merupakan lokasi strategis bagi pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan teknologi generasi kelima, Artificial Intelligence of Things (AIoT), manufaktur cerdas, bioteknologi, serta teknologi energi dan transportasi.<br />
&nbsp;<br />
Fasilitas tersebut juga menjadi wadah penting bagi startup Taiwan untuk terhubung dengan pasar global dan memperluas kerja sama internasional.<br />
&nbsp;<br />
Sandra Watson menyampaikan bahwa Arizona tengah bertransformasi dari pusat industri semikonduktor menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Ia menuturkan bahwa perekonomian Arizona telah memperoleh manfaat besar dari kerja sama jangka panjang dengan Taiwan. Selain di sektor semikonduktor, kedua pihak akan terus memperkuat kerja sama dalam pembangunan infrastruktur AI dan teknologi terkait lainnya.<br />
&nbsp;<br />
MOEA juga mengungkapkan bahwa delegasi Arizona dijadwalkan menghadiri ajang COMPUTEX InnoVEX 2026 yang akan berlangsung pada 2 hingga 5 Juni di Taipei untuk melakukan penjajakan dan pencocokan bisnis (business matching).<br />
&nbsp;<br />
Startup Terrace diluncurkan pada tahun 2018 dengan dua klaster yang berlokasi di Distrik Linkou, New Taipei, dan Distrik Qianzhen, Kaohsiung. Fasilitas tersebut menyediakan layanan terpadu berupa sumber daya pembinaan, ruang kantor, peluang memasuki pasar, serta lingkungan pengujian teknologi cerdas bagi perusahaan rintisan.<br />
&nbsp;<br />
MOEA menegaskan bahwa pihaknya akan terus membantu startup Taiwan memperluas jaringan internasional dan terhubung dengan pasar global, sekaligus mendorong pendirian cabang startup asal Amerika Serikat di wilayah Taiwan selatan.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Taiwan Percepat Adopsi AI untuk UKM]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/283206/Taiwan-Percepat-Adopsi-AI-untuk-UKM]]></link><guid>283206</guid><pubDate>2026/04/15</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Taiwan mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor usaha kecil dan menengah (UKM) melalui program-program pemerintah yang terarah demi meningkatkan daya saing industri.<br />
&nbsp;<br />
Melalui Badan Pengembangan Industri (IDA), Kementerian Perekonomian (MOEA) meluncurkan inisiatif pendampingan daya saing industri pada Oktober 2025. Program ini menghubungkan lembaga penelitian dan asosiasi industri untuk menyediakan layanan terpadu, termasuk konsultasi, pendampingan di lokasi, serta adopsi alat berbasis AI.<br />
&nbsp;<br />
MOEA menjelaskan sebanyak empat pusat regional dan 44 tim penasihat subsektor telah dibentuk di Institut Penelitian Teknologi Industri (ITRI) di Kabupaten Hsinchu, Pusat Penelitian dan Pengembangan Mesin Presisi di Taichung, Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Metal di Kaohsiung, serta Pusat Litbang Batuan dan Sumber Daya Industri di Hualien.<br />
&nbsp;<br />
Hingga akhir Maret 2026, program ini telah membantu 2.058 perusahaan untuk mengadopsi AI, dengan UKM mencakup 91 persen dari total tersebut.<br />
&nbsp;<br />
Untuk semakin mendukung penciptaan nilai tambah, IDA menyediakan pendanaan melalui anggaran khusus transformasi industri. Setidaknya 197 perusahaan telah menerima subsidi dengan total mencapai NTD900 juta untuk mendukung peningkatan teknologi, integrasi lintas sektor, serta pengembangan produk dan proses baru.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, IDA juga mendorong pengembangan talenta melalui program pelatihan dan mekanisme sertifikasi. Lebih dari 21.000 orang telah mengikuti ujian sertifikasi, dan 8.464 di antaranya memperoleh sertifikat dan mendapatkan pekerjaan di 4.800 perusahaan.<br />
&nbsp;<br />
Pengembangan AI merupakan tren global sekaligus faktor kunci yang membentuk pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional. Berdasarkan Global AI Index, Taiwan menempati peringkat ke-16 pada 2025, naik dari posisi ke-21 pada 2024, mencerminkan kemajuan yang stabil dalam kapabilitas AI nasional.<br />
&nbsp;<br />
Pemerintah menegaskan akan terus mendorong adopsi AI di berbagai sektor industri serta membantu UKM mengatasi hambatan transformasi demi menciptakan gelombang baru pertumbuhan industri.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Menlu Lin Chia-lung Pimpin Delegasi ke Kepulauan Marshall, Perkuat Kemitraan dan Kerja Sama Ekonomi Bilateral]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/283057/Menlu-Lin-Chia-lung-Pimpin-Delegasi-ke-Kepulauan-Marshall%2C-Perkuat-Kemitraan-dan-Kerja-Sama-Ekonomi-Bilateral]]></link><guid>283057</guid><pubDate>2026/04/09</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung, yang bertindak sebagai utusan khusus presiden, memimpin delegasi perdagangan dan investasi ke Republik Kepulauan Marshall pada 7 hingga 9 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam hubungan diplomatik antara kedua negara serta memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilakukan atas undangan pemerintah Kepulauan Marshall. Anggota delegasi&nbsp; terdiri dari pejabat pemerintah dan lebih dari 60 perwakilan sektor industri Taiwan, termasuk dari sektor perikanan, pelayaran, logistik rantai dingin, peralatan medis, pengolahan makanan, energi bersih, serta teknologi informasi dan komunikasi.<br />
&nbsp;<br />
Melalui pendekatan kemitraan pemerintah-swasta dan model &ldquo;perusahaan besar membawa usaha kecil&rdquo;, pemerintah berharap dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha Taiwan untuk berinvestasi di Kepulauan Marshall sebagai bagian dari inisiatif &ldquo;Proyek Kesejahteraan Negara Sahabat Diplomatik&rdquo;.<br />
&nbsp;<br />
Dalam rangka mengimplementasikan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Taiwan&ndash; Kepulauan Marshall yang mulai berlaku pada 15 Januari 2025, kunjungan ini juga akan menjadi momentum penyelenggaraan rapat persiapan konsultasi pertama ECA serta forum promosi peluang investasi di Kepulauan Marshall, yang diharapkan membuka babak baru dalam perluasan kerja sama ekonomi bilateral.<br />
&nbsp;<br />
Selama berada di Kepulauan Marshall, Menlu Lin dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Hilda C. Heine, Ketua Parlemen Brenson Wase, serta Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Kalani Kaneko.<br />
&nbsp;<br />
Para anggota delegasi juga akan meninjau sejumlah proyek kerja sama penting antara kedua negara, termasuk stadion atletik untuk Micronesian Games, pusat layanan telemedisin di Rumah Sakit Majuro, serta fasilitas peternakan untuk program pengembangan unggas.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Menteri Perekonomian Kung Ming-hsin Akhiri Kunjungan ke Prancis]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/282916/Menteri-Perekonomian-Kung-Ming-hsin-Akhiri-Kunjungan-ke-Prancis]]></link><guid>282916</guid><pubDate>2026/04/02</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Menteri Perkonomian Kung Ming-hsin memimpin delegasi ke Prancis pada 30 Maret hingga 1 April 2026, dan kedua pihak menyatakan komitmen untuk terus memperluas perdagangan bilateral serta kerja sama industri.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Perekonomian (MOEA) menyatakan dalam kunjungan kali ini Kung Ming-hsin menghadiri dialog ekonomi dan perdagangan bilateral 2026 yang berfokus pada ketahanan rantai pasok, transisi energi, serta sektor antariksa.<br />
&nbsp;<br />
Di tengah meningkatnya risiko geopolitik, Taiwan dan Prancis membahas berbagai langkah untuk memperkuat ketahanan rantai pasok, memperluas investasi timbal balik dan kerja sama teknologi, serta meningkatkan daya saing masing-masing.<br />
&nbsp;<br />
Di era kecerdasan buatan saat ini, semikonduktor, teknologi informasi dan komunikasi, serta sektor terkait telah menjadi pendorong utama ekonomi global. Lima Sektor Industri Tepercaya Taiwan, yaitu semikonduktor, kecerdasan buatan, militer, keamanan dan pengawasan, serta komunikasi generasi berikutnya, dinilai memiliki peran saling melengkapi dengan kekuatan industri Prancis. Dialog ini diharapkan dapat membantu kedua pihak dalam menghadapi tantangan di masa depan.<br />
&nbsp;<br />
Selama kunjungan ini, Kung Ming-hsin juga bertemu dengan pelaku usaha dan asosiasi industri untuk menegaskan pentingnya Taiwan dalam rantai pasok global. Ia turut memaparkan capaian ekonomi Taiwan dan kebijakan perdagangan utama, sekaligus mendorong lebih banyak perusahaan Prancis untuk meningkatkan investasi di Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Agenda penting lainnya dalam kunjungan tersebut meliputi partisipasi dalam diskusi mengenai energi angin lepas pantai untuk memperbarui informasi terkait kebijakan Taiwan dan upaya menciptakan lingkungan investasi berisiko rendah. Selain itu, Kung Ming-hsin juga mengunjungi operator satelit Eutelsat serta produsen pesawat nirawak untuk bertukar pandangan dan menjajaki peluang kerja sama.<br />
&nbsp;<br />
Berdasarkan data resmi tahun 2025, Prancis merupakan mitra dagang terbesar ketiga Taiwan di Uni Eropa, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai USD 6,38 miliar.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Presiden Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan Taiwan- AS]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/282737/Presiden-Lai-Ching-te-Tegaskan-Komitmen-Tingkatkan-Kerja-Sama-Perdagangan-Taiwan--AS]]></link><guid>282737</guid><pubDate>2026/03/27</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part"><p>Presiden Lai pada 26 Maret menyampaikan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan lingkungan investasi serta melaksanakan kebijakan industri untuk membuka jalan menuju era keemasan hubungan dagang bilateral Taiwan-AS.<br />
<br />
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Lai dalam jamuan makan malam tahunan Hsieh Nien Fan yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Amerika di Taipei. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap komunitas bisnis internasional.<br />
<br />
Presiden Lai menjelaskan selain berperan sebagai pusat produksi semikonduktor dan berbagai komponen penting lainnya, Taiwan juga merupakan mitra demokratis yang tepercaya, kontributor aktif bagi perekonomian global, serta arsitek bersama dalam memperkuat ketahanan rantai pasok.<br />
<br />
Taiwan dan Amerika Serikat terus memperluas kemitraan strategis komprehensif. Hubungan perdagangan bilateral antara kedua belah pihak kini telah mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah.<br />
<br />
Hubungan yang kuat tersebut tercermin dari sejumlah perkembangan positif, termasuk optimisme tinggi yang tercermin dalam Survei Iklim Bisnis 2026 AmCham Taiwan, investasi baru dari perusahaan teknologi besar Amerika Serikat, pelaksanaan Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi Taiwan-AS keenam, serta tercapainya nota kesepahaman investasi bilateral.<br />
<br />
Taiwan dan Amerika Serikat bukan sekadar mitra dagang, tetapi juga saling berinvestasi, berinovasi bersama, dan secara kolektif menjaga keamanan ekonomi. Presiden Lai menambahkan bahwa berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa kerja sama kini bergerak menuju jalur yang lebih stabil, terprediksi, dan terlembaga.<br />
<br />
Presiden Lai menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan lingkungan investasi Taiwan, mendorong pelaksanaan 10 proyek besar infrastruktur kecerdasan buatan baru, serta memperkuat pertahanan nasional dan ketahanan sosial demi memastikan fondasi yang kokoh bagi industri domestik.</p>
</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Taiwan Tempati Peringkat ke-5 dalam Indeks Kebebasan Ekonomi Global]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/282252/Taiwan-Tempati-Peringkat-ke-5-dalam-Indeks-Kebebasan-Ekonomi-Global]]></link><guid>282252</guid><pubDate>2026/03/12</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Taiwan menempati peringkat kelima dalam Indeks Kebebasan Ekonomi 2026 yang dirilis pada 10 Maret oleh The Heritage Foundation.<br />
&nbsp;<br />
Di kawasan Asia-Pasifik, Taiwan berada di peringkat ketiga dari total 39 ekonomi dan diklasifikasikan sebagai negara dengan tingkat kebebasan ekonomi &quot;sebagian besar bebas&quot; bersama 26 ekonomi lainnya. Empat posisi teratas secara global ditempati oleh Singapura, Swiss, Irlandia, dan Australia. Keempat negara ini juga menjadi satu-satunya yang masuk kategori&quot;bebas&quot; dalam laporan tersebut.<br />
&nbsp;<br />
Laporan ini menyebut Taiwan sebagai demokrasi pasar bebas yang menjadi teladan serta pemimpin global dalam kebebasan ekonomi. Perekonomian Taiwan yang dinamis dan adaptif didukung oleh kerangka kelembagaan yang berfungsi dengan baik, sementara usaha kecil dan menengah menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi serta ketahanan ekonomi negara tersebut.<br />
&nbsp;<br />
Taiwan mencatat peningkatan pada empat dari 12 indikator yang digunakan dalam penyusunan indeks. Taiwan juga memperoleh penilaian &ldquo;bebas&rdquo; pada enam indikator, yaitu hak kepemilikan, efektivitas peradilan, kebebasan moneter, belanja pemerintah, kesehatan fiskal, dan kebebasan perdagangan.<br />
&nbsp;<br />
Menanggapi hasil tersebut, Dewan Pembangunan Nasional (NDC) menyatakan bahwa pemerintah telah melaksanakan berbagai reformasi regulasi antara tahun 2024 hingga 2025 untuk meningkatkan lingkungan bisnis, menarik talenta asing, serta mendorong inovasi usaha.<br />
&nbsp;<br />
NDC menambahkan bahwa di tengah berbagai ketidakpastian global, seperti perkembangan teknologi kecerdasan buatan, tantangan geopolitik, dan kebijakan tarif Amerika Serikat, Taiwan tetap berkomitmen mendorong transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah juga akan terus membantu perusahaan lokal meningkatkan kemampuan digital mereka serta mempromosikan peningkatan industri demi memperkuat daya saing global Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Dimulai pada tahun 1995, indeks tahunan ini memantau tingkat kebebasan ekonomi di 184 pasar di seluruh dunia dengan menilai berbagai aspek, termasuk ukuran pemerintah, keterbukaan pasar, efisiensi regulasi, dan supremasi hukum.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Taiwan Perlihatkan Keunggulan Teknologi di MWC Barcelona 2026]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/282119/Taiwan-Perlihatkan-Keunggulan-Teknologi-di-MWC-Barcelona-2026]]></link><guid>282119</guid><pubDate>2026/03/09</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Keunggulan teknologi Taiwan ditampilkan dalam Mobile World Congress (MWC) 2026 yang berlangsung pada tanggal 2 hingga 5 Maret di Barcelona, Spanyol. Badan Pengembangan Industri di bawah Kementerian Perekonomian (MOEA) membuka Paviliun Taiwan pada ajang tersebut.<br />
<br />
Dalam kegiatan tahun ini, sejumlah perusahaan Taiwan menjajaki kerja sama dengan mitra dari Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat. Perusahaan berbasis di Taipei, Groundhog Inc., akan bekerja sama dengan BUMN negara sahabat diplomatik Taiwan, Palau National Communications Corporation, untuk mengintegrasikan perangkat lunak platform ke dalam jaringan komersial 4G dan 5G di Palau.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, NEXCOM Group, yang berkantor pusat di New Taipei menjalin kemitraan strategis dengan Hytec Inter Co. di Tokyo untuk bersama-sama menyediakan solusi otomatisasi pabrik.<br />
&nbsp;<br />
Taiwan pertama kali mendirikan stan pada ajang Mobile World Congress (MWC) pada 2017. Sejak itu, kegiatan tersebut telah menghasilkan nilai output lebih dari NTD 10 miliar.<br />
<br />
Badan Pengembangan Industri menambahkan bahwa perusahaan Alpha Networks Inc dari Hsinchu, berhasil memasuki pasar India setelah berpartisipasi dalam MWC sebelumnya, sementara Ufi Space Co. yang berkantor pusat di New Taipei telah memperluas koneksi bisnisnya ke pasar Jepang dan Amerika Serikat.<br />
&nbsp;<br />
MOEA menegaskan akan terus membangun ekosistem yang lebih inovatif, kuat, dan tangguh demi memperkokoh peran perusahaan domestik sebagai pilar penting industri komunikasi generasi berikutnya di tingkat global.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Nanas Taiwan Berpeluang Tembus Pasar Amerika Tahun Ini]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/282026/Nanas-Taiwan-Berpeluang-Tembus-Pasar-Amerika-Tahun-Ini]]></link><guid>282026</guid><pubDate>2026/03/05</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA) pada 3 Maret mengumumkan rancangan persyaratan karantina untuk impor buah nanas segar asal Taiwan. Masa pemberian komentar publik berlangsung selama 62 hari.<br />
&nbsp;<br />
Setelah pihak AS merangkum berbagai masukan dan secara resmi mengumumkan aturan tersebut, nanas Taiwan berpeluang mulai diekspor ke pasar Amerika Serikat, membuka akses baru bagi buah unggulan Taiwan untuk memasuki pasar dengan daya beli tinggi.<br />
&nbsp;<br />
Biro Inspeksi dan Karantina Hewan dan Tumbuhan di bawah Kementerian Pertanian ROC Taiwan (MOA) menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan ekspor nanas ke Amerika Serikat sejak tahun 2020. Sesuai dengan persyaratan pihak AS, Taiwan secara bertahap melengkapi berbagai dokumen teknis, termasuk daftar organisme pengganggu tanaman pada nanas, kondisi iklim di daerah produksi, langkah pengelolaan budidaya, proses penanganan pascapanen, serta rekam jejak ekspor.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, kedua pihak juga telah melakukan sejumlah konsultasi teknis dan penjelasan terkait sebelum akhirnya mendapat pengakuan dari pihak AS pada tahun ini.<br />
&nbsp;<br />
Setelah otoritas terkait di Amerika Serikat menghimpun dan meninjau berbagai komentar dari publik mengenai rancangan persyaratan karantina impor nanas Taiwan, aturan tersebut akan diumumkan secara resmi. Dengan demikian, ekspor nanas Taiwan ke pasar Amerika Serikat dapat segera direalisasikan.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Pertanian (MOA) menyampaikan bahwa nanas merupakan salah satu komoditas buah unggulan ekspor Taiwan. Nanas Taiwan dikenal memiliki tekstur daging buah yang halus, bagian inti yang dapat dimakan, serta aroma harum yang kuat saat matang, sehingga sangat digemari konsumen di dalam maupun luar negeri.<br />
&nbsp;<br />
Taiwan juga memiliki beragam varietas nanas, di antaranya Tainung No.17 (Golden Diamond Pineapple) dan Tainung No.23 (Mango Pineapple). Melalui diversifikasi varietas, pemanfaatan berbagai wilayah produksi, serta teknologi pengaturan musim panen, petani Taiwan kini mampu memasok nanas sepanjang tahun.<br />
&nbsp;<br />
Saat ini, nanas Taiwan telah diekspor ke lebih dari 10 negara dan wilayah, termasuk Jepang, Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, Australia, Kanada, dan Selandia Baru. Pada tahun 2025 ROC, volume ekspor nanas Taiwan mencapai 16.892 ton dengan nilai sekitar NTD 750 juta.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[GEM: Lingkungan Kewirausahaan Taiwan Tempati Peringkat ke-2 Dunia]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/281939/GEM%3A-Lingkungan-Kewirausahaan-Taiwan-Tempati-Peringkat-ke-2-Dunia]]></link><guid>281939</guid><pubDate>2026/03/03</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kementerian Perekonomian (MOEA) menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) yang dirilis pada 27 Februari 2026, Taiwan menempati peringkat ke-2 dunia dalam kategori &ldquo;National Entrepreneurship Context Index (NECI)&rdquo; dari 53 perekonomian. Taiwan berada 1 tingkat di bawah Uni Emirat Arab, sementara Arab Saudi, Lithuania, dan India masing-masing berada di peringkat ke-3 hingga ke-5.<br />
&nbsp;<br />
Di kawasan Asia, Korea Selatan menempati peringkat ke-8, Jepang peringkat ke-17, sementara Amerika Serikat berada di posisi ke-20 dan Jerman di peringkat ke-24.<br />
&nbsp;<br />
MOEA menjelaskan bahwa GEM merupakan salah satu indikator internasional penting dalam menilai lingkungan kewirausahaan suatu negara. Dalam penilaian sub-indikator kali ini, Taiwan meraih peringkat teratas pada tiga aspek utama, yaitu &ldquo;kebijakan dan sistem administrasi pemerintah&rdquo;, &ldquo;dukungan layanan bisnis dan profesional&rdquo;, serta &ldquo;infrastruktur fisik&rdquo;. Capaian ini menunjukkan daya saing internasional Taiwan yang tinggi dalam efisiensi dukungan kebijakan, kapasitas layanan profesional, dan kelengkapan infrastruktur.<br />
&nbsp;<br />
MOEA lebih lanjut memaparkan bahwa di tengah restrukturisasi rantai pasok global dan tantangan geopolitik, keberhasilan Taiwan meraih peringkat kedua dunia mencerminkan telah terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang sangat tangguh.<br />
&nbsp;<br />
Selanjutnya pemerintah akan terus membangun &ldquo;ekosistem hutan hujan inovasi dan kewirausahaan&rdquo;, melalui perluasan akses pendanaan, optimalisasi regulasi dan lingkungan investasi, serta penguatan kerja sama internasional dan konektivitas pasar.<br />
&nbsp;<br />
Pemerintah juga akan membantu perusahaan meningkatkan kapasitas riset dan teknologi, sekaligus mengintegrasikan Dana Pembangunan Nasional dan sumber modal&nbsp; swasta demi menyempurnakan sistem dukungan pembiayaan di setiap tahap perkembangan usaha.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Wakil PM Cheng Li-chiun: Pemerintah Intensif Berkoordinasi dengan AS untuk Pastikan Keunggulan dan Perlakuan Terbaik bagi Industri Nasional]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Ekonomi/281812/Wakil-PM-Cheng-Li-chiun%3A-Pemerintah-Intensif-Berkoordinasi-dengan-AS-untuk-Pastikan-Keunggulan-dan-Perlakuan-Terbaik-bagi-Industri-Nasional]]></link><guid>281812</guid><pubDate>2026/02/25</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun menegaskan bahwa target inti pemerintah tetap tidak berubah. Terlepas dari dinamika kebijakan tarif Amerika Serikat, pihak Taiwan akan terus berkomunikasi secara aktif dengan pihak AS dengan berpijak pada perlakuan preferensial yang telah diperoleh melalui penandatanganan &ldquo;Perjanjian Perdagangan Setara Taiwan-AS (ART)&rdquo;. Hal ini dilakukan untuk memastikan keunggulan relatif serta perlakuan terbaik bagi industri Taiwan, sekaligus memperjuangkan kepentingan maksimal bagi negara dan sektor industri.<br />
&nbsp;<br />
Menanggapi perkembangan terbaru kebijakan tarif AS, termasuk putusan Mahkamah Agung Federal AS pada 20 Februari serta perintah eksekutif &ldquo;Pasal 122&rdquo; yang segera diumumkan oleh pemerintahan Donald Trump, Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun menjelaskan bahwa selama proses perundingan, pihak AS secara terbuka pernah menyatakan bahwa sekalipun putusan pengadilan tidak menguntungkan, pemerintah tetap akan mengadopsi jalur hukum lain untuk mencapai tujuan kebijakan tarifnya. Oleh karena itu, meskipun terdapat variabel berupa putusan Mahkamah Agung dalam proses negosiasi, Taiwan bersama sejumlah negara lain tetap melanjutkan perundingan dengan AS dan berhasil mencapai kesepakatan.<br />
&nbsp;<br />
Mengenai perhatian kalangan industri terkait bagaimana pemerintah memastikan tetap terjaganya keunggulan relatif yang telah ada, Cheng Li-chiun menjelaskan bahwa dalam proses negosiasi Taiwan-AS sebelumnya, kedua pihak senantiasa menghadapi berbagai tantangan dan perubahan situasi. Namun demikian, Taiwan selalu merespons secara hati-hati, menjaga komunikasi aktif, terus mendorong kemajuan perundingan, serta berupaya maksimal untuk memperoleh perlakuan terbaik.<br />
&nbsp;<br />
Menghadapi situasi dan tantangan baru, pemerintah menegaskan kembali bahwa target inti tetap konsisten. Apa pun perubahan kebijakan tarif AS, Taiwan akan terus berlandaskan pada perlakuan preferensial yang telah diperoleh melalui ART, memperkuat komunikasi dengan pihak AS, memastikan keunggulan relatif serta perlakuan terbaik bagi industri Taiwan, dan mengupayakan kepentingan terbesar bagi negara dan sektor industri.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item></channel></rss>