<?xml version="1.0"?><rss version="2.0"><channel><title><![CDATA[Taiwan Today - Budaya]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/]]></link><description><![CDATA[RSS]]></description><language><![CDATA[Indonesia]]></language><image><title><![CDATA[Taiwan Today - Budaya]]></title><url><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/images/logo.jpg]]></url><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/]]></link></image><item><title><![CDATA[Seniman Taiwan Tampil di Festival KoresponDance]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/284701/Seniman-Taiwan-Tampil-di-Festival-KoresponDance]]></link><guid>284701</guid><pubDate>2026/06/17</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kerja sama budaya Taiwan-Prancis bertajuk &ldquo;BRUT&rdquo; dipentaskan dalam Festival KoresponDance, ajang tari modern, teater fisik, dan sirkus kontemporer yang berlangsung pada 5 hingga 11 Juni di kota Jihlava, Ceko.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Kebudayaan (MOC) menjelaskan pertunjukan tersebut dikoordinasikan oleh Divisi Kebudayaan Kantor Perwakilan Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Praha. Penampilan ini menandai pertama kalinya seniman Taiwan berpartisipasi dalam festival tersebut, sekaligus menjadi tonggak baru dalam pertukaran seni antara Taiwan dan Ceko.<br />
&nbsp;<br />
BRUT disutradarai oleh seniman Prancis Cl&eacute;ment Dazin dan pertama kali dipentaskan pada 2025 oleh Pusat Seni Nasional Kaohsiung (Weiwuying) di Kaohsiung. Kreasi tari ini memadukan gerak tari dan sirkus lambat (slow circus) untuk mengeksplorasi tema-tema kerja, kekuasaan, dominasi, dan kepatuhan.<br />
&nbsp;<br />
Para seniman Taiwan yang terlibat dalam pertunjukan ini antara lain Chen Pin-ni, Kuo Chien-hung, Tsao You-lian, Wang Chu-hua, dan Wang I-hua, yang dikenal melalui karya-karya kreatif lintas disiplin.<br />
&nbsp;<br />
MOC menambahkan bahwa pihaknya terus mendukung partisipasi kelompok seni pertunjukan Taiwan dalam berbagai festival seni besar dan platform profesional di Eropa melalui program pertukaran dan pementasan. Upaya tersebut secara bertahap meningkatkan profil seni pertunjukan Taiwan di kawasan Eropa Tengah dan Timur.<br />
&nbsp;<br />
Atas undangan MOC, Direktur KoresponDance Marie Kinsky mengunjungi Taiwan pada 2025. Kunjungan tersebut turut membantu memfasilitasi keikutsertaan seniman Taiwan dalam festival edisi 2026.<br />
&nbsp;<br />
Diselenggarakan oleh SE.S.TA Centre for Choreographic Development, KoresponDance merupakan salah satu festival tari kontemporer berbasis lokasi (site-specific) terkemuka di Ceko.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Film Taiwan Tampil di Festival Film Hak Asasi Manusia di Ceko]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/282253/Film-Taiwan-Tampil-di-Festival-Film-Hak-Asasi-Manusia-di-Ceko]]></link><guid>282253</guid><pubDate>2026/03/12</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Tiga film Taiwan diputar dalam edisi ke-28 One World Festival yang berlangsung sejak tanggal 11 hingga 19 Maret di Praha, menegaskan komitmen bersama antara kedua belah pihak terhadap nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi.<br />
&nbsp;<br />
Divisi Kebudayaan Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Praha menyampaikan bahwa ini merupakan partisipasi Taiwan untuk keempat kalinya dalam ajang tersebut.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Kebudayaan (MOC) menjelaskan film yang diputar meliputi dua film dokumenter, SPI dan Slave Island, serta film cerita panjang Yen and Ai-Lee.<br />
&nbsp;<br />
Film dokumenter SPI yang disutradarai oleh Sayun Simung menggambarkan dinamika emosi yang dialami anggota sebuah keluarga suku Atayal setelah meninggalnya seorang tetua keluarga, sekaligus menampilkan aspek budaya dan spiritualitas masyarakat penduduk asli di Taiwan. Kepala program festival, Tom&aacute;&scaron; Po&scaron;tulka, merekomendasikan karya tersebut sebagai salah satu film yang wajib ditonton dalam festival tahun ini.<br />
&nbsp;<br />
Sementara itu, Slave Island merupakan film produksi bersama antara Belgia, Estonia, Italia, dan Taiwan yang mengeksplorasi hubungan kompleks antara tradisi, kekuasaan, dan hak asasi manusia. Film ini masuk dalam daftar pendek kategori kompetisi Right to Know dan akan bersaing memperebutkan V&aacute;clav Havel Jury Award.<br />
&nbsp;<br />
Film Yen and Ai-Lee yang disutradarai oleh Lin Shu-yu , mengangkat isu hubungan keluarga serta pencarian jati diri.<br />
&nbsp;<br />
Selama festival berlangsung, Sayun Simung dan Lin Shu-yu juga berpartisipasi dalam sesi diskusi setelah pemutaran film untuk bertukar pandangan dengan penonton dan sineas dari Eropa.<br />
&nbsp;<br />
Dibentuk pada tahun 1999, One World Festival merupakan salah satu festival film hak asasi manusia internasional utama dan diselenggarakan oleh People in Need, sebuah LSM di Ceko. Setelah rangkaian acara di Praha berakhir, film-film ini juga akan diputar di lebih dari 60 kota di seluruh Ceko hingga 24 April.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Pendapatan Box Office Film Taiwan Diperkirakan Capai Rekor Tertinggi pada Kuartal Pertama 2026]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/282160/Pendapatan-Box-Office-Film-Taiwan-Diperkirakan-Capai-Rekor-Tertinggi-pada-Kuartal-Pertama-2026]]></link><guid>282160</guid><pubDate>2026/03/10</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kementerian Kebudayaan (MOC) memperkirakan pendapatan box office domestik film Taiwan akan mencapai rekor tertinggi pada kuartal pertama 2026, menandakan semakin matangnya industri perfilman Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Dalam siaran pers yang dirilis pada 9 Maret, MOC menyebutkan bahwa sejak 1 Januari hingga 3 Maret, total pendapatan film Taiwan telah melampaui NTD 946 juta, yang setara dengan keseluruhan pendapatan box office domestik pada 2025. Pangsa pasar film Taiwan juga mencapai lebih dari 58,14 persen, meningkat 54 poin persentase dibandingkan 4,26 persen pada 2025.<br />
&nbsp;<br />
Menteri Kebudayaan Li Yuan menjelaskan bahwa lima film yang dirilis pada tahun 2025 berhasil menembus pendapatan NTD 100 juta sejak paruh kedua tahun lalu hingga saat ini. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya industri yang terus mengadopsi genre dan teknologi baru, serta berhasil menjangkau kelompok penonton dari rentang usia yang lebih luas.<br />
&nbsp;<br />
MOC menjelaskan pihaknya akan terus mendukung produksi lebih banyak film Taiwan. Li Yuan juga menyampaikan bahwa MOC berencana bekerja sama dengan Taiwan Creative Content Agency untuk menarik lebih banyak investasi swasta, memanfaatkan program poin budaya demi mendorong generasi muda menonton film di bioskop, meningkatkan proporsi film Taiwan yang ditayangkan di bioskop dalam negeri hingga 20 persen, serta memperkuat daya saing industri tersebut di tingkat global.<br />
&nbsp;<br />
Di akhir pernyataannya, Li Yuan merekomendasikan sejumlah film Taiwan yang akan tayang di bioskop pada akhir Maret dan April, termasuk &ldquo;Deep Quiet Room&rdquo;, sebuah film cerita yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya penulis Taiwan Lin Hsiu-ho, serta &ldquo;Dead End&rdquo;, film thriller kriminal yang terinspirasi dari peristiwa nyata.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Seni Teatrikal Taiwan Raih sambutan Hangat di Kanada]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/281844/Seni-Teatrikal-Taiwan-Raih-sambutan-Hangat-di-Kanada]]></link><guid>281844</guid><pubDate>2026/02/26</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kelompok teater Taiwan, Riverbed Theatre, melalui karya imersif terbaru berjudul &quot;Blur&quot;, untuk pertama kalinya akan tampil di Amerika Utara. Pertunjukan digelar mulai tanggal 25 Februari hingga 29 Maret di PHI Centre Montreal, Kanada.<br />
&nbsp;<br />
Pertunjukan perdana langsung menuai sambutan hangat dan tiket 210 sesi pertunjukan langsung habis terjual, menunjukkan kuatnya daya tarik seni teknologi (tech art) Taiwan di kancah internasional.<br />
&nbsp;<br />
Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Kebudayaan (MOC) aktif membantu kelompok seni potensial untuk memperluas pasar Amerika Utara. Pada Januari tahun ini, &quot;Blur&quot; terpilih masuk dalam program &ldquo;Pitch New Works&rdquo; di ajang tahunan International Society for the Performing Arts (ISPA). Dengan dukungan Pusat Kebudayaan Taipei di New York, sutradara Riverbed Theatre, Kuo Wen-tai, berangkat ke New York untuk mempresentasikan karya tersebut di hadapan ratusan kurator internasional.<br />
&nbsp;<br />
Langkah ini tidak hanya menarik perhatian besar dari kalangan industri seni pertunjukan global, tetapi juga membangun fondasi reputasi yang kuat bagi debut karya tersebut di Amerika Utara .<br />
&nbsp;<br />
Sejak pemutaran perdananya pada Maret 2025 di Gedung Teater dan Konser Nasional, &quot;Blur&quot; langsung meraih pengakuan internasional. Pada tahun yang sama, karya ini masuk nominasi Kompetisi Imersif di Festival Film Venesia, serta memenangkan lima penghargaan, termasuk &ldquo;Best Experience&rdquo; dari ajang konten imersif Prancis, XRMust. Dalam pementasannya di Montreal, karya ini juga mendapat pujian dari media paling berpengaruh di Kanada, Le Devoir.<br />
&nbsp;<br />
Pusat Kebudayaan Taipei di New York menyatakan bahwa keberhasilan &quot;Blur&quot; di Montreal menjadi tonggak penting bagi kerja sama internasional dan inovasi digital seni pertunjukan Taiwan. MOC akan terus membantu kelompok tersebut memperluas peluang tur internasional, sekaligus mendorong karya-karya imersif berkualitas dari Taiwan untuk semakin bersinar di panggung dunia.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[TAICCA Umumkan Prioritas Pengembangan Tahunan, Maksimalkan Nilai IP dan Bangun Ekosistem Industri Budaya Taiwan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/281845/TAICCA-Umumkan-Prioritas-Pengembangan-Tahunan%2C-Maksimalkan-Nilai-IP-dan-Bangun-Ekosistem-Industri-Budaya-Taiwan]]></link><guid>281845</guid><pubDate>2026/02/26</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Badan Konten Kreatif Taiwan (TAICCA) Senin, 23 Februari mengumumkan arah prioritas pengembangan tahunan. Lembaga tersebut akan mendorong enam sasaran utama, yaitu meningkatkan kerja sama internasional, berfokus pada model bisnis budaya yang berkelanjutan, memperkuat nilai IP orisinal Taiwan, mengintegrasikan konsep ESG budaya untuk meningkatkan partisipasi korporasi dalam investasi industri budaya, mendorong pendalaman rantai industri budaya berbasis teknologi, serta memperkuat investasi pada industri gim.<br />
&nbsp;<br />
Melalui strategi tersebut, TAICCA menargetkan terbentuknya ekosistem industri konten budaya Taiwan yang memiliki daya tumbuh jangka panjang, berkelanjutan, serta mampu menunjukkan pengaruhnya di pasar internasional melalui rantai bisnis yang dapat terus bersirkulasi.<br />
&nbsp;<br />
CEO TAICCA, Wang Shih-si, dalam pernyataannya mengenai tantangan baru tahun 2026, menegaskan bahwa TAICCA berkomitmen meningkatkan nilai komersial industri konten budaya Taiwan secara menyeluruh. Tujuannya adalah memastikan karya kreatif dapat berkembang secara stabil di pasar, sekaligus memiliki momentum pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.<br />
&nbsp;<br />
Ia juga memaparkan enam arah kebijakan utama, yaitu meningkatkan langkah dan upaya internasionalisasi; memfokuskan strategi investasi pada model bisnis yang berkelanjutan; mengedepankan strategi investasi konten berbasis maksimalisasi nilai IP; membangun fondasi kepercayaan bagi partisipasi korporasi dalam industri budaya melalui pendekatan ESG; mendorong pengembangan teknologi budaya dengan orientasi aplikasi; memperdalam investasi konten budaya pada industri gim untuk memperkuat karakter budaya orisinal Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Sepanjang 2025, TAICCA juga mencatat capaian signifikan dalam mendukung industri. Sejumlah karya yang memperoleh investasi berhasil mencetak terobosan dalam performa pasar dan visibilitas publik, sekaligus meraih pengakuan tinggi di berbagai ajang penghargaan penting, baik di dalam maupun luar negeri.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[NPM Cabang Selatan Hadirkan Pameran Khusus Sambut Tahun Kuda]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/281617/NPM-Cabang-Selatan-Hadirkan-Pameran-Khusus-Sambut-Tahun-Kuda]]></link><guid>281617</guid><pubDate>2026/02/12</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang juga bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Lampion Taiwan di Kabupaten Chiayi, Museum Istana Nasional (NPM) Cabang Selatan secara khusus menghadirkan kegiatan pameran bertema kuda yang merupakan hewan shio tahun ini.<br />
&nbsp;<br />
NPM mengundang masyarakat untuk berkunjung dan menikmati suasana Tahun Baru Imlek bersama kerabat dan teman untuk memperkaya pemahaman dari koleksi lukisan dan kaligrafi bertema kuda, sejarah internasional, hingga teknologi digital.<br />
&nbsp;<br />
Pameran khusus bertajuk &ldquo;A Jubilee of A Thousand Steeds&rdquo; resmi dibuka pada 11 Februari. Pameran ini terbagi dalam dua unit utama, yakni &ldquo;Ekologi Seratus Kuda&rdquo; dan &ldquo;Lukisan Kuda Sepanjang Dinasti&rdquo;. Asisten Peneliti sekaligus Kurator dari Departemen Lukisan, Kaligrafi, dan Dokumen NPM, Su Ya-fen, menjelaskan bahwa kuda sejak lama menjadi mitra penting dalam peradaban manusia. Selain berperan sebagai sarana transportasi dan sumber daya militer, kuda juga sarat dengan makna simbolis seperti kesetiaan, semangat, dan cita-cita luhur.<br />
&nbsp;<br />
Melalui 13 karya lukisan dan kaligrafi dari berbagai dinasti, pameran ini menampilkan bagaimana para seniman merespons struktur tiga dimensi tubuh kuda, perilaku ekologis, serta dinamika gerak dan sikapnya ke dalam medium dua dimensi.<br />
&nbsp;<br />
NPM Cabang Selatan menyampaikan bahwa museum merupakan medium penting bagi setiap orang untuk mengapresiasi seni, memahami sejarah, dan terhubung dengan konteks masa kini, sekaligus menjadi destinasi pilihan untuk mengisi waktu liburan. NPM mengundang Anda untuk membawa keluarga dan sahabat berkunjung dan bersama-sama merayakan kehangatan Tahun Kuda di NPM Cabang Selatan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[8 Tim Seniman Taiwan Siap Tampil di Festival Off Avignon Prancis dan Festival Fringe Edinburgh]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/281502/8-Tim-Seniman-Taiwan-Siap-Tampil-di-Festival-Off-Avignon-Prancis-dan-Festival-Fringe-Edinburgh]]></link><guid>281502</guid><pubDate>2026/02/10</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kementerian Kebudayaan (MOC) pada 9 Februari mengumumkan daftar tim seniman yang terpilih untuk berpartisipasi dalam &ldquo;Taiwan Season&rdquo; 2026 di Festival Off Avignon&nbsp; Prancis dan Festival Fringe Edinburgh di Inggris. Dua ajang seleksi internasional tahun ini diikuti oleh 94 kelompok seni Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Setelah melalui seleksi awal oleh pihak festival dan kurator profesional, serta seleksi lanjutan oleh para pakar dan akademisi yang diundang Kementerian Kebudayaan (MOC), terpilih delapan tim utama dan tiga tim cadangan yang akan mewakili Taiwan, menampilkan energi kreatif serta daya saing internasional seni pertunjukan Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Program &ldquo;Taiwan Season&rdquo; di Festival Fringe Edinburgh tahun ini memasuki penyelenggaraan tahun ke-13. Pendaftaran diikuti oleh 43 kelompok, dengan hasil akhir empat tim utama dan satu tim cadangan terpilih.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Kebudayaan (MOC) menjelaskan bahwa Festival Off Avignon di Prancis dan Festival Fringe Edinburgh di Inggris merupakan dua platform seni paling penting di dunia yang setiap tahunnya menarik banyak kurator, seniman, dan penonton internasional.<br />
&nbsp;<br />
Melalui partisipasi berkelanjutan di kedua festival tersebut, kelompok seni Taiwan tidak hanya dapat menampilkan karya di panggung global, tetapi juga memperdalam kerja sama dengan mitra internasional, memperluas peluang tur pertunjukan, serta meningkatkan pengaruh global seni pertunjukan Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Festival Off Avignon 2026 akan diselenggarakan pada tanggal 4 hingga 25 Juli. Kelompok seni Taiwan dijadwalkan tampil di Th&eacute;&acirc;tre des Doms dan Pusat Pengembangan Koreografi Nasional Avignon, berkompetisi, saling mengamati, serta berkolaborasi dengan seniman dari berbagai negara.<br />
&nbsp;<br />
Keikutsertaan seniman-seniman Taiwan dalam dua perhelatan bergengsi ini akan menjadi kesempatan untuk menampilkan kedalaman serta keberagaman estetika seni tari dan teater skala kecil Taiwan di kancah internasional.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[TIBE 2026 Catat Angka 580 Ribu Kunjungan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/281455/TIBE-2026-Catat-Angka-580-Ribu-Kunjungan]]></link><guid>281455</guid><pubDate>2026/02/09</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Pameran Buku Internasional Taipei (TIBE) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan (MOC) dan berlangsung selama enam hari, resmi ditutup pada tanggal 8 Februari kemarin.<br />
&nbsp;<br />
Pada penyelenggaraan kali ini, pameran diikuti oleh penerbit dari 29 negara dengan total 509 penerbit dalam dan luar negeri, melibatkan 1.467 penulis nasional dan internasional. Sepanjang enam hari, terselenggara 1.301 kegiatan promosi membaca dan 1.853 pertemuan hak cipta. Secara keseluruhan, pameran ini menarik sekitar 580 ribu kunjungan. Kementerian Kebudayaan (MOC) juga memberikan subsidi kepada 50 sekolah, sehingga 1.076 siswa dari daerah terpencil dapat berpartisipasi dan merasakan langsung suasana pameran.<br />
&nbsp;<br />
Menjelang Tahun Baru Imlek, Pameran Buku Internasional Taipei (TIBE) kembali memicu gelombang antusiasme membaca. Nuansa literasi berpadu dengan suasana perayaan akhir tahun, menghadirkan arus pengunjung yang padat memperlihatkan vitalitas industri penerbitan Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Menteri Kebudayaan Li Yuan menyampaikan bahwa salah satu tradisi paling khas dan mendapat perhatian internasional dari pameran buku di Taiwan adalah kehadiran pimpinan tertinggi negara. &ldquo;Presiden dan Perdana Menteri selalu hadir,&rdquo; ujarnya.<br />
&nbsp;<br />
Tahun ini, selain Wakil Presiden dan Wakil Perdana Menteri, mantan Perdana Menteri Su Tseng-chang serta para menteri dari berbagai kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan), juga turut mengunjungi pameran dan membagikan daftar bacaan mereka. Hal ini mencerminkan, di bawah arahan kebijakan pemerintah, Taiwan bertekad untuk menjadi &ldquo;negara besar di bidang kebudayaan&rdquo;.<br />
&nbsp;<br />
Ia menambahkan bahwa melalui pameran buku ini, Taiwan berharap dapat menjalankan diplomasi budaya, membawa kebudayaan dunia ke Taiwan, sekaligus memperkenalkan kebudayaan Taiwan ke panggung global.<br />
&nbsp;<br />
Para jurnalis internasional juga menunjukkan ketertarikan besar terhadap keberhasilan Pameran Buku Internasional Taipei (TIBE) dalam memadukan secara harmonis sebuah ajang profesional untuk transaksi hak cipta dengan pameran yang berorientasi pada konsumsi publik, menjadikannya model yang unik dan diakui secara internasional.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Paviliun TECH WORLD Osaka Expo Akan Hadir di Festival Lampion Taiwan 2026]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/281367/Paviliun-TECH-WORLD-Osaka-Expo-Akan-Hadir-di-Festival-Lampion-Taiwan-2026]]></link><guid>281367</guid><pubDate>2026/02/05</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Paviliun TECH WORLD yang selama masa pameran Osaka World Expo berhasil menarik perhatian internasional dan meraih sambutan positif, akan hadir dalam Festival Lampion Taiwan 2026 di Chiayi.<br />
&nbsp;<br />
Pameran ini akan dibuka untuk umum mulai tanggal 2 hingga 15 Maret, setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00. Masyarakat dan wisatawan yang tidak berkesempatan untuk mengunjungi World Expo kini dapat memasuki dan menyaksikan paviliun yang pernah bersinar di panggung dunia tersebut.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Perekonomian (MOEA) menyampaikan bahwa Paviliun TECH WORLD merupakan paviliun kelas dunia pertama yang sepenuhnya direncanakan, dirancang, dibangun, dan dioperasikan secara mandiri oleh Taiwan di luar negeri, dari nol hingga terealisasi.<br />
&nbsp;<br />
Selama 184 hari masa pameran, paviliun ini menarik lebih dari satu juta pengunjung, meraih berbagai penghargaan internasional, serta memperoleh popularitas tinggi di platform media sosial Jepang dan di kalangan pengunjung dari berbagai negara. Keberhasilan tersebut menunjukkan kekuatan komprehensif Taiwan dalam memadukan teknologi, desain, dan budaya kepada dunia.<br />
&nbsp;<br />
Lebih lanjut, MOEA menjelaskan bahwa sebagai tanggapan terhadap harapan masyarakat, pihaknya telah mengevaluasi hampir 30 lokasi potensial di wilayah Taiwan utara, tengah, dan selatan. Dengan mempertimbangkan bahwa Festival Lampion Taiwan 2026 merupakan kegiatan berskala nasional dan, seperti Osaka World Expo, memiliki nuansa perayaan dan kegembiraan, akhirnya diputuskan untuk menghadirkan kembali Paviliun TECH WORLD dalam perhelatan ini agar dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat.<br />
&nbsp;<br />
Melalui pendekatan pameran imersif, paviliun TECH WORLD menampilkan citra menyeluruh Taiwan dalam bidang inovasi teknologi, keragaman budaya, dan kekuatan industri, sehingga masyarakat dapat kembali merasakan momen mengharukan yang pernah memukau dunia, kali ini di kampung halaman sendiri.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[2 Kelompok Seniman Taiwan Terpilih untuk Tampil di ISPA New York 2026]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/280206/2-Kelompok-Seniman-Taiwan-Terpilih-untuk-Tampil-di-ISPA-New-York-2026]]></link><guid>280206</guid><pubDate>2026/01/09</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Dua ajang tahunan bergengsi di bidang seni pertunjukan global, yaitu Konferensi Tahunan Association of Performing Arts Professionals (APAP) dan International Society for the Performing Arts (ISPA), akan digelar pada Januari di New York.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Kebudayaan (MOC) melalui Pusat Kebudayaan Taipei di New York secara berkelanjutan membangun strategi dan mendukung sejumlah kelompok seni unggulan Taiwan untuk berpartisipasi di Amerika Serikat. Di antaranya, Resident Island Dance Theatre dan Riverbed Theatre berhasil terpilih dalam program ISPA Pitch New Works, dan akan mempromosikan karya kreatif mereka secara langsung kepada para profesional seni pertunjukan internasional.<br />
&nbsp;<br />
Konferensi APAP merupakan platform pertukaran profesional dan transaksi seni pertunjukan terbesar di Amerika Serikat, yang setiap tahun menarik ribuan kurator dan agen. Selama konferensi berlangsung, pada tanggal 9 hingga 13 Januari, Pusat Kebudayaan Taipei di New York kembali bekerja sama dengan National Taichung Theater, Weiwuying National Kaohsiung Center for the Arts, serta kelompok-kelompok seniman yang memiliki potensi tur internasional untuk menghadirkan kembali Paviliun Taiwan. Paviliun ini menampilkan lanskap lintas disiplin seni pertunjukan Taiwan yang mencakup seni boneka, musik, teater, dan tari.<br />
&nbsp;<br />
Dalam Konferensi ISPA yang berfokus pada pembahasan tren internasional serta mempertemukan para pemimpin industri seni pertunjukan dunia, Taiwan tahun ini menunjukkan capaian yang sangat menonjol.<br />
&nbsp;<br />
Pendiri FOCASA Circus, Lin Chih-wei, dan produser independen Lo Yin-ju, yang terpilih dalam program ISPA Taiwan Fellowship 2025-2027, untuk kedua kalinya berpartisipasi dalam konferensi dengan dukungan Kementerian Kebudayaan (MOC). Keduanya akan terlibat dalam pertukaran mendalam dengan para pemimpin seni global sekaligus membagikan perspektif Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Kebudayaan (MOC) menyampaikan bahwa dukungan terhadap partisipasi kelompok seni Taiwan dalam konferensi APAP dan ISPA telah berlangsung lebih dari satu dekade. Kedua ajang tersebut menjadi etalase internasional penting bagi seni pertunjukan Taiwan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Pemutaran Karya Pemenang Penghargaan Film Hak Asasi Manusia, Perlihatkan Kepedulian terhadap Isu HAM melalui Layar Perak]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/279529/Pemutaran-Karya-Pemenang-Penghargaan-Film-Hak-Asasi-Manusia%2C-Perlihatkan-Kepedulian-terhadap-Isu-HAM-melalui-Layar-Perak]]></link><guid>279529</guid><pubDate>2025/12/23</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Museum Nasional Hak Asasi Manusia menggelar acara penutupan rangkaian pemutaran film HAM melalui kegiatan bertajuk &ldquo;Era Putih yang Kehilangan Bahasa&rdquo;, Minggu, 21 Desember 2025.<br />
&nbsp;<br />
Dalam kegiatan tersebut ditayangkan karya peraih Juara Pertama dan Penghargaan Pilihan pada kategori Sosial dalam ajang &ldquo;Penghargaan Film Hak Asasi Manusia&rdquo; 2025, yaitu film Wu Hua Rou karya sutradara Sui Shu-fen, serta Xun Bao de Ren (Para Pencari Harta) yang diproduksi bersama oleh Chiang Huan-min dan Sun Hsiao-tung.<br />
&nbsp;<br />
Acara dilanjutkan dengan diskusi pascapemutaran yang menghadirkan para sutradara untuk berbagi inspirasi kreatif dan kisah di balik layar. Tokoh utama film Para Pencari Harta, Mei Ting-yan juga hadir langsung untuk berdialog dengan para penonton.<br />
&nbsp;<br />
Rangkaian pemutaran film HAM tahun ini terdiri atas tiga sesi, yang menayangkan total enam film peraih Penghargaan. Sesi pertama digelar pada tanggal 7 dengan tema &ldquo;Pilihan dalam Kehidupan&rdquo;, menayangkan film dokumenter pendek Ke Mana Perginya Kakak Setelah Meninggal karya sutradara Chen Chun-wei serta film fiksi pendek Rokok Mint yang Dingin garapan Li Chia-hua. Kedua film tersebut mengangkat isu tentang kepergian hidup sebagai titik awal untuk merefleksikan kebebasan beragama, keadilan peradilan, dan martabat kemanusiaan.<br />
&nbsp;<br />
Pada tahun ini, Museum HAM mentransformasi pameran film HAM menjadi sebuah festival film, sekaligus untuk pertama kalinya menyelenggarakan &ldquo;Penghargaan Film Hak Asasi Manusia&rdquo;. Penghargaan ini menghadirkan dua kategori kompetisi utama, yakni Kategori Pemuda dan Kategori Sosial, dengan tujuan menjaring karya-karya film unggulan yang sarat dengan pemikiran hak asasi manusia.<br />
&nbsp;<br />
Sebanyak enam karya pemenang menerima piagam dan hadiah uang tunai. Melalui inisiatif ini, diharapkan semakin banyak insan perfilman terdorong untuk berkarya di bidang film HAM, memperkaya wacana dan kedalaman isu hak asasi manusia, serta melalui rangkaian kegiatan pemutaran dan promosi ini, semakin banyak penonton dapat menyaksikan capaian unggul Taiwan dalam kreasi film bertema HAM.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[TAICCA Selenggarakan Pemutaran Film Taiwan di AWFF 2025]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/278010/TAICCA-Selenggarakan-Pemutaran-Film-Taiwan-di-AWFF-2025]]></link><guid>278010</guid><pubDate>2025/11/20</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Untuk mendukung promosi internasional tiga film yang mewakili Taiwan dalam ajang Academy Awards, serta meningkatkan visibilitas film Taiwan di Hollywood dan pasar Amerika Utara, Badan Konten Kreatif Taiwan (TAICCA) menggelar acara pemutaran film di Festival Film Dunia Asia (AWFF) yang berlangsung di Los Angeles pada 11-20 November. Film yang diputar mencakup film perwakilan Taiwan &ldquo;Left-Handed Girl&rdquo;, film pendek &ldquo;Side A: A Summer Day&rdquo;, dan film dokumenter &ldquo;From Island to Island&rdquo;.<br />
&nbsp;<br />
Pada 16 November, TAICCA bekerja sama dengan American Cinematheque untuk memutar &ldquo;Side A: A Summer Day&rdquo; dan &ldquo;From Island to Island&rdquo;. Sesi diskusi dan resepsi seusai pemutaran berlangsung hangat, dan dihadiri oleh kritikus film, anggota pemilih Oscar, pemimpin opini industri, serta para sutradara, menciptakan interaksi mendalam yang menonjolkan kehadiran talenta dan karya perfilman Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
CEO TAICCA, Wang Shih-si, menyatakan bahwa setelah penayangan di Toronto International Film Festival, langkah Taiwan menuju AWFF menandai tampilnya kembali film Taiwan di salah satu festival penting kawasan Amerika Utara.<br />
&nbsp;<br />
Dalam upaya promosi internasional, TAICCA bekerja sama dengan American Cinematheque, mitra profesional yang memahami ekosistem industri film setempat, untuk memaksimalkan promosi di Amerika Utara. Wang Shih-si berharap kerja sama ini dapat secara efektif meningkatkan peluang karya Taiwan menembus ajang Oscar.<br />
&nbsp;<br />
Seusai sesi pemutaran film, Sutradara Liao Ke-fa dari &ldquo;From Island to Island&rdquo; menjelaskan bahwa filmnya menghadirkan memori sejarah penuh luka antara tentara Jepang dan komunitas Tionghoa di Taiwan, Asia Tenggara, serta Australia pada masa Perang Dunia II. &ldquo;Saya ingin menyajikan fakta-fakta yang keras apa adanya, dan mengajak semua berpikir: apa lagi yang bisa kita lakukan?&rdquo; ujarnya. Ia berharap film ini dapat memicu dialog sosial di Taiwan dan memperlihatkan ketangguhan Taiwan kepada dunia internasional.<br />
&nbsp;<br />
Asian World Film Festival (AWFF), yang digelar setiap bulan November di Los Angeles, berfokus pada film-film Asia yang diajukan untuk piala Oscar dan berperan menghubungkan sinema Asia dengan industri Hollywood. American Cinematheque, yang berdedikasi pada pengembangan seni film dan pelestarian budaya perfilman, telah lama menjalin kemitraan erat dengan Academy of Motion Picture Arts and Sciences serta industri Hollywood.<br />
&nbsp;<br />
Program pemutaran di Los Angeles tahun ini menjadi langkah strategis penting bagi Taiwan dalam upaya meraih nominasi Oscar, sekaligus memperkuat hubungan dengan dunia perfilman Amerika Utara.</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Penerima Penghargaan Kebudayaan Taiwan–Prancis ke-29 Resmi Diumumkan]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/278003/Penerima-Penghargaan-Kebudayaan-Taiwan%E2%80%93Prancis-ke-29-Resmi-Diumumkan]]></link><guid>278003</guid><pubDate>2025/11/20</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Kementerian Kebudayaan (MOC), bekerja sama dengan Akademi Ilmu Moral dan Politik di bawah Institut de France, mengumumkan para penerima Penghargaan Kebudayaan Taiwan-Prancis ke-29. Tahun ini, penghargaan diberikan kepada Wu Hsi-deh, profesor kehormatan dari Universitas Tamkang, serta Victor Louzon, asisten profesor di Universitas Sorbonne.<br />
&nbsp;<br />
Wu Hsi-deh adalah profesor kehormatan di Departemen Bahasa Prancis Universitas Tamkang yang telah mengabdikan hampir empat dekade dalam bidang pengajaran dan layanan akademik. Ia mendirikan Asosiasi Guru Bahasa Prancis Taiwan pada 1996 serta Asosiasi Penerjemah Bahasa Prancis Taiwan pada 2014.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, Wu Hsi-deh juga menggagas penyelenggaraan Hari Internasional Frankofoni di Taiwan serta sejumlah penghargaan untuk penerjemahan bahasa Prancis. Atas kontribusinya dalam pendidikan bahasa Prancis dan pertukaran budaya, ia dianugerahi Ordre des Palmes acad&eacute;miques oleh pemerintah Prancis pada 2016.<br />
&nbsp;<br />
Victor Louzon, asisten profesor sejarah di Universitas Sorbonne, adalah seorang akademisi yang berfokus pada penelitian mengenai transformasi kekuasaan politik di Taiwan pada 1945. Pada 2023, ia menerbitkan buku berjudul The Embrace of the Fatherland: Decolonization, War Aftermath, and Political Violence in 1947 Taiwan, monograf berbahasa Prancis pertama yang mengkaji peristiwa 28 Februari. Ia juga berencana membawa mahasiswa Prancis ke Taiwan untuk melakukan&nbsp; penelitian lapangan, menyelenggarakan konferensi akademik, serta meluncurkan proyek penerjemahan yang berfokus pada sejarah Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Penghargaan Kebudayaan Taiwan-Prancis didirikan pada tahun 1996 dan diselenggarakan setiap tahun. Penganugerahan penghargaan ini bertujuan untuk mengaprsiasi lembaga dan individu yang memberikan kontribusi luar biasa dalam mempromosikan budaya Taiwan di Prancis, Eropa, dan Taiwan.<br />
&nbsp;</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Pameran “Naga” di Prancis Resmi Dibuka, Diplomasi Budaya Taiwan di Eropa Capai Tonggak Baru]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/277956/Pameran-%E2%80%9CNaga%E2%80%9D-di-Prancis-Resmi-Dibuka%2C-Diplomasi-Budaya-Taiwan-di-Eropa-Capai-Tonggak-Baru]]></link><guid>277956</guid><pubDate>2025/11/19</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Sentuhan budaya Taiwan kembali hadir di Eropa! Setelah peluncuran pameran &ldquo;100 Objects, 100 Stories: Treasures from the National Palace Museum&rdquo; di Ceko pada September lalu, pameran internasional kedua dalam rangka perayaan 100 tahun Museum Istana Nasional (NPM) bertema &ldquo;Naga&rdquo; resmi dibuka pada 17 November di Mus&eacute;e du Quai Branly, Prancis. Melalui ragam karya lukisan dan artefak koleksi NPM yang menampilkan wujud naga, pameran ini memperlihatkan besarnya pengaruh makhluk legendaris tersebut terhadap peradaban Asia Timur selama ribuan tahun.<br />
&nbsp;<br />
Kepala NPM, Hsiao Tsung-huang, menjelaskan bahwa sejak 1990-an, NPM telah aktif menjalin kerja sama dengan berbagai museum di Prancis. Sejak pameran &ldquo;Memories of the Empire &ndash; Treasures from the National Palace Museum&rdquo; di Galeries Nationales du Grand Palais, Paris, pada 1998, hubungan antara kedua institusi terus berkembang dengan baik.<br />
&nbsp;<br />
Pada 2018, NPM dan Mus&eacute;e du Quai Branly mencapai kesepakatan untuk melaksanakan pameran pertukaran antara 2019&ndash;2021. Pameran topeng istimewa dari Mus&eacute;e du Quai Branly telah digelar di NPM Chiayi pada November 2019. Namun, rencana untuk menghadirkan pameran &ldquo;Naga&rdquo; sebagai balasan pada 2021 tertunda akibat pandemi COVID-19. Setelah melewati berbagai tantangan, pameran akhirnya dapat diselenggarakan dengan sukses tahun ini.<br />
&nbsp;<br />
Hsiao Tsung-huang menegaskan bahwa naga merupakan simbol keberuntungan dan makhluk sakral dalam budaya Asia Timur. Kepercayaan terhadapnya telah bertahan lebih dari 5.000 tahun, memengaruhi agama, politik, masyarakat, seni, hingga kehidupan sehari-hari. Dengan kedalaman dan keluasan makna tersebut, naga menjadi ikon budaya yang memiliki daya tarik lintas generasi.<br />
&nbsp;<br />
Selain menampilkan artefak nasional, pameran kali ini juga memutar dokumenter upacara Taoisme &ldquo;Anlong Xietu&rdquo;, sebuah ritual tradisional yang dilakukan saat peresmian gedung administrasi baru NPM, untuk menunjukkan bagaimana unsur naga hadir dalam kehidupan rakyat pada masa kini.<br />
&nbsp;<br />
Pameran ini selaras dengan &ldquo;Tahun Budaya Taiwan di Eropa 2025&rdquo;, yang diluncurkan bersama Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) dan Kementerian Kebudayaan (MOC), serta menegaskan bahwa Taiwan bukan hanya pulau teknologi, tetapi juga pulau budaya dengan semangat inovasi yang kuat.</div>]]></description></item><item><title><![CDATA[Karya XR Taiwan Curi Perhatian di Festival Film Internasional Jenewa ke-31]]></title><link><![CDATA[https://id.taiwantoday.tw/Budaya/277524/Karya-XR-Taiwan-Curi-Perhatian-di-Festival-Film-Internasional-Jenewa-ke-31]]></link><guid>277524</guid><pubDate>2025/11/11</pubDate><description><![CDATA[<div class="article-content-part">Festival Film Internasional Jenewa (GIFF) ke-31 resmi berakhir 9 November 2025. Karya orisinal Taiwan berupa film, serial maupun konten imersif, tampil menonjol di empat segmen resmi dan mencuri perhatian publik internasional. Di antaranya, film VR &quot;The Island of Shells&quot; terpilih masuk segmen kuratorial XR resmi &ldquo;Territoires virtuels&rdquo;, sementara serial kriminal &quot;Tabloid&quot; masuk nominasi kompetisi seri internasional.<br />
&nbsp;<br />
Karya XR kerja sama Taiwan-Prancis La Magie Op&eacute;ra, diproduksi bersama oleh HTC Vive Arts, Paris Opera, dan studio Prancis Backlight, membawa penonton menyusuri berbagai ruang di Paris Opera, menikmati komposisi klasik dan adegan operatik dalam format imersif berbasis pengalaman multipemain.<br />
&nbsp;<br />
Banyak penonton mengatakan bahwa menyaksikan film tersebut sebagai pengalaman belum pernah terjadi sebelumnya. Direktur GIFF, Ana&iuml;s Emery, menekankan bahwa penayangan karya ini membutuhkan standar teknis dan persyaratan ruang yang sangat tinggi, suatu indikator kuat atas posisi kepemimpinan Taiwan dalam perangkat keras dan perangkat lunak penciptaan konten imersif global.<br />
&nbsp;<br />
Seiring festival berlangsung, Geneva Digital Market memasuki edisi ke-13. Acara tersebut juga menggelar sesi &ldquo;Immersive Connect Sessions&rdquo;, yang memfasilitasi pertemuan dengan lokasi kerja sama potensial di Swiss. Pertunjukan teatrikal berjudul &quot;Blur&quot; dari Riverbed Theatre Taiwan menarik perhatian banyak lembaga film dan bahkan institusi pertunjukan karena inovasinya dalam visual imersif dan pendekatan lintas disiplin.<br />
&nbsp;<br />
GIFF juga mengadakan &ldquo;Digital Night&rdquo; pada 5 November, dihadiri oleh hampir 400 profesional industri film dan konten digital internasional. Direktur Kantor Perwakilan Taiwan di Jenewa, Greg Lee, turut hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada para sineas Taiwan. Acara tersebut juga menyajikan bubble tea dan penganan khas Taiwan gua bao, menghadirkan pesona cita rasa kuliner Taiwan bagi para peserta.</div>]]></description></item></channel></rss>