<?xml version="1.0"?><rss version="2.0"><channel><title><![CDATA[Portal Kebijakan Baru Arah Selatan - Berita Utama]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/]]></link><description><![CDATA[RSS]]></description><language><![CDATA[NSPP_Bahasa Indonesia]]></language><image><title><![CDATA[Portal Kebijakan Baru Arah Selatan - Berita Utama]]></title><url><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/images/__LOGO.svg]]></url><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/]]></link></image><item><title><![CDATA[MOFA Sambut Kunjungan Dosen dan Mahasiswa Peserta Kegiatan Pertukaran Akademik Taiwan, Prancis, Kanada]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281454]]></link><guid>281454</guid><pubDate>2026/02/09</pubDate><description><![CDATA[Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) menyambut para dosen dan mahasiswa dari Institut Nasional Bahasa dan Peradaban Timur (INALCO) Prancis, &Eacute;cole nationale d&rsquo;administration publique (ENAP) Kanada, serta National Taiwan Normal University (NTNU), yang datang berkunjung untuk melakukan pertukaran akademik.<br />
&nbsp;<br />
INALCO, ENAP, dan NTNU pada tanggal 2 hingga 6 Februari 2026 untuk pertama kalinya bersama-sama menyelenggarakan kegiatan Winter School, menghimpun lebih dari 40 dosen dan mahasiswa dari tiga negara di Taiwan untuk mengadakan Angkatan ke-6 &ldquo;Kelas Teori Diplomasi dan Praktik Dasar&rdquo;. Pada 5 Februari, rombongan Winter School tersebut berkunjung ke Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) dan mengadakan diskusi dengan Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutannya, Wamenlu Wu Chih-chung menyampaikan bahwa meskipun Taiwan menghadapi tekanan dan ancaman ekstrem dari Tiongkok di kancah internasional, Taiwan tetap berdiri tegak dan memainkan peran kunci dalam rantai pasok semikonduktor global. Lebih dari 60 persen chip dunia, 95 persen chip dengan proses manufaktur paling mutakhir, serta 100 persen chip yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) diproduksi di Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Wu Chih-chung menegaskan bahwa keberhasilan industri semikonduktor Taiwan berlandaskan pada kerja sama rantai pasok dengan negara-negara sehaluan, seperti Belanda, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang. Hal ini menjadi teladan kerja sama dan kemakmuran bersama di antara negara-negara demokrasi.<br />
&nbsp;<br />
Menanggapi pertanyaan mahasiswa mengenai posisi internasional dan strategi diplomasi Taiwan, Wu Chih-chung menekankan bahwa Taiwan secara nyata menjalankan kapasitas kenegaraannya, dan status kedaulatannya adalah fakta yang tidak perlu diragukan.<br />
&nbsp;<br />
Perwakilan INALCO, ENAP, dan NTNU dalam sambutannya menyatakan kegembiraan atas terselenggaranya Angkatan ke-6 &ldquo;Kelas Teori Diplomasi dan Praktik Dasar&rdquo; di Taiwan. Seluruh rangkaian kegiatan dinilai sangat inspiratif bagi para mahasiswa, membantu memperdalam pemahaman tentang Taiwan sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap praktik diplomasi.<br />
&nbsp;<br />
Rektor INALCO, Jean-Fran&ccedil;ois Huchet, memberikan apresiasi tinggi terhadap nilai pelaksanaan kegiatan Winter School dan menyampaikan kesan mendalam atas pesatnya perkembangan hubungan Taiwan-Prancis, dan Taiwan-Eropa, dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap dapat terus memimpin dosen dan mahasiswa INALCO untuk memperdalam pertukaran dengan generasi muda Taiwan serta membangun kerja sama yang semakin erat.]]></description></item><item><title><![CDATA[TIBE 2026 Catat Angka 580 Ribu Kunjungan]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281456]]></link><guid>281456</guid><pubDate>2026/02/09</pubDate><description><![CDATA[Pameran Buku Internasional Taipei (TIBE) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan (MOC) dan berlangsung selama enam hari, resmi ditutup pada tanggal 8 Februari kemarin.<br />
&nbsp;<br />
Pada penyelenggaraan kali ini, pameran diikuti oleh penerbit dari 29 negara dengan total 509 penerbit dalam dan luar negeri, melibatkan 1.467 penulis nasional dan internasional. Sepanjang enam hari, terselenggara 1.301 kegiatan promosi membaca dan 1.853 pertemuan hak cipta. Secara keseluruhan, pameran ini menarik sekitar 580 ribu kunjungan. Kementerian Kebudayaan (MOC) juga memberikan subsidi kepada 50 sekolah, sehingga 1.076 siswa dari daerah terpencil dapat berpartisipasi dan merasakan langsung suasana pameran.<br />
&nbsp;<br />
Menjelang Tahun Baru Imlek, Pameran Buku Internasional Taipei (TIBE) kembali memicu gelombang antusiasme membaca. Nuansa literasi berpadu dengan suasana perayaan akhir tahun, menghadirkan arus pengunjung yang padat memperlihatkan vitalitas industri penerbitan Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Menteri Kebudayaan Li Yuan menyampaikan bahwa salah satu tradisi paling khas dan mendapat perhatian internasional dari pameran buku di Taiwan adalah kehadiran pimpinan tertinggi negara. &ldquo;Presiden dan Perdana Menteri selalu hadir,&rdquo; ujarnya.<br />
&nbsp;<br />
Tahun ini, selain Wakil Presiden dan Wakil Perdana Menteri, mantan Perdana Menteri Su Tseng-chang serta para menteri dari berbagai kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan), juga turut mengunjungi pameran dan membagikan daftar bacaan mereka. Hal ini mencerminkan, di bawah arahan kebijakan pemerintah, Taiwan bertekad untuk menjadi &ldquo;negara besar di bidang kebudayaan&rdquo;.<br />
&nbsp;<br />
Ia menambahkan bahwa melalui pameran buku ini, Taiwan berharap dapat menjalankan diplomasi budaya, membawa kebudayaan dunia ke Taiwan, sekaligus memperkenalkan kebudayaan Taiwan ke panggung global.<br />
&nbsp;<br />
Para jurnalis internasional juga menunjukkan ketertarikan besar terhadap keberhasilan Pameran Buku Internasional Taipei (TIBE) dalam memadukan secara harmonis sebuah ajang profesional untuk transaksi hak cipta dengan pameran yang berorientasi pada konsumsi publik, menjadikannya model yang unik dan diakui secara internasional.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[Wapres Hsiao Bi-khim Hadiri Pembukaan Pelatihan Pencegahan Bencana untuk Pekerja Migran Indonesia]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281452]]></link><guid>281452</guid><pubDate>2026/02/09</pubDate><description><![CDATA[Pelatihan Pencegahan Bencana untuk Pekerja Migran Tenaga Perawat yang dipandu oleh Kementerian Dalam Negeri (MOI) dan Kementerian Tenaga Kerja (MOL), digelar di Gedung Taipei Main Station, Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi kelas pertama di tingkat nasional yang secara khusus menargetkan pekerja migran perawat asal Indonesia sebagai peserta.<br />
&nbsp;<br />
Wakil Presiden Hsiao Bi-khim, Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang, Menteri Tenaga Kerja Hung Shen-han, serta Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Arif Sulistiyo, turut hadir untuk menyampaikan sambutan dan memberikan motivasi. Mereka berharap pelatihan ini dapat membekali para pekerja migran dengan kemampuan penyelamatan diri dan respons darurat, sehingga pada saat bencana terjadi, mereka mampu membantu dan melindungi pihak yang mereka rawat.<br />
&nbsp;<br />
Upaya ini juga diharapkan dapat meningkatkan literasi kesiapsiagaan bencana masyarakat secara menyeluruh serta kapasitas respons mandiri di tingkat lokal, sekaligus mewujudkan tujuan ketangguhan pertahanan seluruh masyarakat.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutannya, Wakil Presiden Hsiao mengucapkan terima kasih kepada para sahabat dari Indonesia yang telah menempuh perjalanan jauh untuk datang ke Taiwan dan dengan penuh dedikasi merawat banyak lansia, serta menjadikan Taiwan sebagai rumah kedua.<br />
&nbsp;<br />
Pelatihan ini dinilai penting untuk melengkapi pelatihan relawan tangguh bencana dan jejaring keamanan sosial Taiwan. Konsep &ldquo;ketangguhan pertahanan seluruh masyarakat&rdquo; yang dicanangkan Presiden Lai Ching-te bertujuan agar setiap orang yang tinggal di negeri ini dapat hidup dengan rasa aman.<br />
&nbsp;<br />
Pelatihan pencegahan bencana ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesiapsiagaan bencana para pekerja migran, tetapi juga mendorong para peserta asal Indonesia untuk membagikan ilmu yang diperoleh, sehingga menjadi kekuatan penting yang menghadirkan rasa aman dan keselamatan bagi diri sendiri maupun orang lain.<br />
&nbsp;<br />
Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang menambahkan bahwa Taiwan dan Indonesia sama-sama merupakan wilayah yang rawan bencana alam dan gempa bumi. Ketika bencana terjadi, penguasaan keterampilan profesional menjadi sangat penting.<br />
&nbsp;<br />
Pekerja migran perawat asing, yang berada di garis terdepan dalam merawat lansia, penyandang disabilitas, dan pasien di lingkungan keluarga, adalah pihak yang &ldquo;paling dekat dengan mereka yang membutuhkan pertolongan&rdquo; saat bencana terjadi. Karena itu, mereka sering kali menjadi peran kunci pertama yang harus mengambil keputusan dan bertindak.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung Sambut Kunjungan Delegasi Anggota Parlemen Negara-Negara Eropa Tengah dan Utara]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281400]]></link><guid>281400</guid><pubDate>2026/02/06</pubDate><description><![CDATA[Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung menerima kunjungan delegasi anggota parlemen dari negara-negara Eropa Tengah dan Utara yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi Urusan Luar Negeri Parlemen Lithuania, Žygimantas Pavilionis, Rabu, 4 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas isu-isu keamanan Taiwan-Eropa serta upaya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan, teknologi, serta budaya.<br />
&nbsp;<br />
Menlu Lin menyampaikan bahwa sejak September 2025 ia telah tiga kali melakukan kunjungan ke Eropa dan menyaksikan secara langsung pertumbuhan hubungan Taiwan-Eropa yang semakin kuat. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan teguh dan persahabatan yang diberikan oleh parlemen negara-negara Eropa kepada Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Menlu Lin juga menegaskan kembali bahwa Taiwan dapat menjadi mitra paling tepercaya bagi Eropa dalam mendorong agenda &ldquo;reindustrialisasi&rdquo;, dengan memanfaatkan keunggulan kompetitif Taiwan di bidang kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, serta membantu Eropa membangun rantai pasok non-merah yang lebih tangguh dan berketahanan.<br />
&nbsp;<br />
Žygimantas Pavilionis bersama para anggota parlemen dari tujuh negara Eropa menyatakan bahwa mereka berasal dari negara-negara yang berada di garis depan demokrasi Eropa, sehingga memahami secara mendalam hubungan erat antara keamanan Taiwan dan Eropa, serta pentingnya solidaritas di antara negara-negara demokrasi. Mereka menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah Taiwan dalam meningkatkan anggaran pertahanan untuk terus menjaga perdamaian di Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung pada 3 Februari mengadakan jamuan makan siang untuk menyambut delegasi tersebut dan menyampaikan apresiasi atas dukungan Eropa terhadap Taiwan. Ia menekankan bahwa keamanan Taiwan dan Eropa saling berkaitan erat, dan perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan merupakan faktor krusial bagi keamanan dan kemakmuran global. Ia juga menyerukan agar negara-negara Eropa menghadapi secara serius realitas konvergensi negara-negara otoriter dan bersatu untuk mempertahankan nilai-nilai demokrasi.<br />
&nbsp;<br />
Anggota Parlemen Ukraina, Serhii Soboliev, turut memaparkan pengalaman pribadinya dan mengingatkan Taiwan untuk senantiasa menjaga kewaspadaan tinggi terhadap Tiongkok serta tidak mempercayai janji-janji palsu dari pemerintahan otoriter.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[Badan Pariwisata Bentuk Delegasi, Buka Paviliun Taiwan di OTM Mumbai]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281407]]></link><guid>281407</guid><pubDate>2026/02/06</pubDate><description><![CDATA[Badan Pariwisata bekerja sama dengan dua maskapai penerbangan nasional, tujuh perusahaan agen perjalanan, serta kelompok pertunjukan budaya untuk membentuk delegasi promosi pariwisata dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan pemasaran di India.<br />
&nbsp;<br />
Pada tanggal 3 Februari, delegasi Badan Pariwisata terlebih dahulu menggelar kegiatan promosi di New Delhi yang diikuti oleh lebih dari seratus pelaku industri pariwisata dan media massa setempat. Dalam kesempatan tersebut, delegasi memperkenalkan produk wisata premium dan perjalanan insentif Taiwan, sekaligus mendorong interaksi dan pertukaran antara pelaku industri pariwisata kedua negara.<br />
&nbsp;<br />
Selanjutnya, pada tanggal 5 hingga 7 Februari, para anggota delegasi diagendakan untuk bertolak ke Mumbai dan berpartisipasi dalam Outbound Travel Mart (OTM) Mumbai, pameran wisata profesional paling bergengsi di Asia Selatan.<br />
&nbsp;<br />
Melalui interaksi di stan pameran dan pertemuan bisnis secara langsung, Taiwan memperdalam kerja sama industri pariwisata dengan India serta menampilkan daya saing internasional Taiwan sebagai destinasi pilihan utama untuk wisata premium dan perjalanan insentif.<br />
&nbsp;<br />
Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di India, Chen Mu-min, hadir langsung dalam acara promosi pariwisata Taiwan di New Delhi, dan menyampaikan kepada para pelaku industri pariwisata India bahwa Taiwan tidak hanya dikenal sebagai pusat industri teknologi informasi, tetapi juga memiliki daya tarik wisata yang kaya dan beragam.<br />
&nbsp;<br />
Dengan jumlah penduduk yang relatif setara dengan Delhi, Taiwan menawarkan lanskap pegunungan yang megah, iklim subtropis, serta ekosistem alam yang melimpah, termasuk berbagai flora dan fauna unik yang hanya dapat ditemukan di Taiwan. Chen Mu-min mengundang wisatawan India untuk datang menjelajahi Taiwan dan merasakan langsung pesonanya yang khas.<br />
&nbsp;<br />
Pada 5 Februari, Paviliun Taiwan secara resmi dibuka di OTM Mumbai, menampilkan merek pariwisata Taiwan &ldquo;TAIWAN &ndash; Waves of Wonder&rdquo;. Desain paviliun mengusung nuansa warna gelap yang dipadukan dengan permainan cahaya, menciptakan suasana berkelas yang sederhana namun elegan.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[Wawancara Eksklusif Wamenlu Wu Chih-chung dengan Radio Polandia, Bahas Penanggulangan Ancaman Tiongkok dan Pelajaran dari Perang Ukraina]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281402]]></link><guid>281402</guid><pubDate>2026/02/06</pubDate><description><![CDATA[Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung dalam wawancara eksklusif bersama jurnalis dari Radio Polandia (Polskie Radio) menguraikan posisi menyeluruh Taiwan terkait ancaman keamanan akibat ekspansi militer Tiongkok, situasi di Selat Taiwan, pelajaran pertahanan yang dapat dipetik dari perang Ukraina, serta perkembangan hubungan Taiwan dengan negara-negara Eropa Tengah dan Timur.<br />
&nbsp;<br />
Wamenlu Wu Chih-chung menjelaskan bahwa invasi Rusia ke Ukraina dan berlanjutnya modernisasi militer Tiongkok menunjukkan upaya negara-negara otoriter untuk mengubah tatanan internasional. Pada saat yang sama, intimidasi militer Tiongkok terhadap Taiwan serta tekanan melalui strategi &ldquo;zona abu-abu&rdquo; telah menimbulkan ancaman nyata terhadap keamanan regional.<br />
&nbsp;<br />
Wu Chih-chung menjelaskan bahwa Taiwan menerapkan strategi penangkalan &ldquo;Not Today Policy&rdquo; dengan meningkatkan anggaran pertahanan dan memperkuat dukungan internasional agar para pemimpin Tiongkok menyadari bahwa serangan terhadap Taiwan akan membawa biaya yang sangat tinggi. Ia juga menyoroti bahwa pelayaran kapal perang negara-negara sehaluan, seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis melintasi Selat Taiwan merupakan wujud nyata dukungan terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, sekaligus menegaskan status selat tersebut sebagai perairan internasional.<br />
&nbsp;<br />
Meskipun Taiwan bukan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menghadapi keterbatasan dalam pengakuan diplomatik, Taiwan memiliki tata kelola demokrasi yang matang, ekonomi yang stabil, serta pertahanan nasional yang kuat.<br />
&nbsp;<br />
Melalui operasional pragmatis jaringan kantor perwakilan luar negeri, serta peran strategis Taiwan di bidang semikonduktor dan kecerdasan buatan, Taiwan terus memperluas kerja sama saling menguntungkan dengan berbagai negara.<br />
&nbsp;<br />
Wu Chih-chung menegaskan bahwa keamanan Selat Taiwan bukan hanya isu regional, melainkan berkaitan erat dengan sistem demokrasi global, kebebasan navigasi, dan stabilitas rantai pasok.<br />
&nbsp;<br />
Selanjutnya, Taiwan akan terus memperdalam kerja sama bilateral dan multilateral dengan negara-negara demokrasi seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa, serta bekerja sama dengan mitra-mitra sehaluan untuk membangun rantai pasok non-merah, demi menjamin keamanan ekonomi dan kemandirian teknologi negara-negara demokrasi.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[Paviliun TECH WORLD Osaka Expo Akan Hadir di Festival Lampion Taiwan 2026]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281368]]></link><guid>281368</guid><pubDate>2026/02/05</pubDate><description><![CDATA[Paviliun TECH WORLD yang selama masa pameran Osaka World Expo berhasil menarik perhatian internasional dan meraih sambutan positif, akan hadir dalam Festival Lampion Taiwan 2026 di Chiayi.<br />
&nbsp;<br />
Pameran ini akan dibuka untuk umum mulai tanggal 2 hingga 15 Maret, setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00. Masyarakat dan wisatawan yang tidak berkesempatan untuk mengunjungi World Expo kini dapat memasuki dan menyaksikan paviliun yang pernah bersinar di panggung dunia tersebut.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Perekonomian (MOEA) menyampaikan bahwa Paviliun TECH WORLD merupakan paviliun kelas dunia pertama yang sepenuhnya direncanakan, dirancang, dibangun, dan dioperasikan secara mandiri oleh Taiwan di luar negeri, dari nol hingga terealisasi.<br />
&nbsp;<br />
Selama 184 hari masa pameran, paviliun ini menarik lebih dari satu juta pengunjung, meraih berbagai penghargaan internasional, serta memperoleh popularitas tinggi di platform media sosial Jepang dan di kalangan pengunjung dari berbagai negara. Keberhasilan tersebut menunjukkan kekuatan komprehensif Taiwan dalam memadukan teknologi, desain, dan budaya kepada dunia.<br />
&nbsp;<br />
Lebih lanjut, MOEA menjelaskan bahwa sebagai tanggapan terhadap harapan masyarakat, pihaknya telah mengevaluasi hampir 30 lokasi potensial di wilayah Taiwan utara, tengah, dan selatan. Dengan mempertimbangkan bahwa Festival Lampion Taiwan 2026 merupakan kegiatan berskala nasional dan, seperti Osaka World Expo, memiliki nuansa perayaan dan kegembiraan, akhirnya diputuskan untuk menghadirkan kembali Paviliun TECH WORLD dalam perhelatan ini agar dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat.<br />
&nbsp;<br />
Melalui pendekatan pameran imersif, paviliun TECH WORLD menampilkan citra menyeluruh Taiwan dalam bidang inovasi teknologi, keragaman budaya, dan kekuatan industri, sehingga masyarakat dapat kembali merasakan momen mengharukan yang pernah memukau dunia, kali ini di kampung halaman sendiri.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[Menlu Lin Chia-lung: Dunia Bebas Membutuhkan Taiwan, Solidaritas adalah Kunci Menjaga Kemakmuran]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281366]]></link><guid>281366</guid><pubDate>2026/02/05</pubDate><description><![CDATA[Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung pada 4 Februari 2026 menerbitkan sebuah artikel opini di jurnal &quot;Foreign Affairs&quot; dengan judul &ldquo;The Free World Needs Taiwan: Why Solidarity Will Protect Prosperity&rdquo; (Dunia Bebas Membutuhkan Taiwan: Mengapa Solidaritas Akan Melindungi Kemakmuran).<br />
&nbsp;<br />
Dalam tulisannya, Menlu Lin menguraikan secara sistematis peran kunci Taiwan dalam nilai-nilai demokrasi, keamanan kawasan Indo-Pasifik, serta sistem ekonomi global. Ia menegaskan bahwa bagi negara-negara demokrasi yang ingin menjaga stabilitas kawasan dan kemakmuran global, memperdalam kerja sama dengan Taiwan merupakan hal yang sangat penting.<br />
&nbsp;<br />
Menlu Lin menyatakan bahwa Taiwan telah lama berkomitmen pada demokrasi, kebebasan, hak asasi manusia, dan supremasi hukum. Sejak pemilihan presiden langsung pertama pada 1996, Taiwan telah membangun sistem demokrasi yang matang dan stabil, masyarakat sipil yang sangat dinamis, serta menjunjung nilai-nilai inti yang sama dengan negara-negara demokrasi bebas di dunia. Fondasi ini tidak hanya menjadi dasar penting bagi hubungan Taiwan dengan komunitas internasional, tetapi juga menjadikan Taiwan sebagai mitra yang tepercaya di dunia bebas.<br />
&nbsp;<br />
Lebih lanjut, Menlu Lin menjelaskan bahwa pentingnya Taiwan tidak hanya bersumber dari nilai-nilai demokrasi, tetapi juga tercermin dalam posisi strategis dan ekonomi yang tak tergantikan.<br />
&nbsp;<br />
Terletak di jalur pelayaran global yang vital, Taiwan memiliki pengaruh signifikan terhadap keamanan kawasan Indo-Pasifik. Di saat yang sama, Taiwan memiliki keunggulan kelas dunia di bidang semikonduktor, elektronik mutakhir, kecerdasan buatan, dan energi terbarukan, sehingga menjadi simpul kunci yang tak terpisahkan dalam rantai pasok global yang andal.<br />
&nbsp;<br />
Menanggapi ancaman militer, koersi ekonomi, dan infiltrasi politik yang terus dilakukan Tiongkok terhadap Taiwan, Menlu Lin menekankan bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak hanya membahayakan keamanan Taiwan, tetapi juga menimbulkan tantangan serius bagi tatanan internasional berbasis aturan.<br />
&nbsp;<br />
Dalam menghadapi operasi zona abu-abu, manipulasi informasi, dan tekanan ekonomi selama bertahun-tahun, Taiwan telah mengakumulasi pengalaman praktis yang kaya dan dapat menjadi rujukan penting bagi negara-negara demokrasi lain dalam meningkatkan ketahanan secara keseluruhan.<br />
&nbsp;<br />
Di akhir artikelnya, Menlu Lin menyoroti bahwa ketidakmampuan Taiwan untuk berpartisipasi dalam platform internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) bukan hanya merugikan Taiwan, tetapi juga merupakan kerugian bagi dunia. Ia menegaskan bahwa jika dunia bebas ingin menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, maka kerja sama erat dengan Taiwan adalah suatu keharusan.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[Presiden Lai: Kesehatan Masyarakat Kekuatan Penting bagi Kemajuan Taiwan]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281364]]></link><guid>281364</guid><pubDate>2026/02/05</pubDate><description><![CDATA[Presiden Lai Ching-te menyampaikan pesan sambutan melalui rekaman video dalam rangka &ldquo;Hari Kanker Sedunia&rdquo;, Rabu, 4 Februari 2026.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutannya, Presiden Lai menegaskan bahwa pemerintah mendorong Rencana Nasional Pencegahan dan Pengendalian Kanker dengan berfokus pada empat pilar utama, yaitu pencegahan, pengetesan (skrining), pengobatan, serta perawatan dan pendampingan.<br />
&nbsp;<br />
Pemerintah juga memperkuat pengembangan pengobatan presisi serta mengalokasikan anggaran untuk memastikan keberlanjutan Dana Obat Kanker Inovatif. Targetnya adalah menurunkan angka kematian kanker terstandarisasi sebesar sepertiga sebelum tahun 2030. Presiden Lai berharap, melalui upaya bersama ke depan, kesehatan dapat menjadi kekuatan penting bagi kemajuan Taiwan.<br />
&nbsp;<br />
Berdasarkan statistik dari Union for International Cancer Control (UICC), kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia, dengan rata-rata sekitar 10 juta kematian setiap tahun. Di Taiwan, kanker juga telah menempati peringkat pertama penyebab kematian selama 43 tahun berturut-turut. Data tersebut menjadi pengingat akan pentingnya skrining dini, penanganan tepat waktu, serta promosi kesehatan dalam menghadapi kanker.<br />
&nbsp;<br />
Sebagai presiden pertama Taiwan yang berlatar belakang dokter, Presiden Lai menyampaikan pemahaman mendalamnya bahwa kanker telah memberikan tekanan besar terhadap sistem layanan kesehatan nasional maupun kondisi ekonomi keluarga.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan kapasitas pengobatan presisi melalui pengujian genetik, diagnosis yang lebih akurat, serta kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Upaya ini mencakup pembangunan basis data berstandar internasional agar sistem medis Taiwan semakin selaras dengan standar layanan kesehatan global.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[Presiden Lai Gelar Konferensi Pers, Jelaskan Hasil EPPD Taiwan-AS]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281317]]></link><guid>281317</guid><pubDate>2026/02/04</pubDate><description><![CDATA[Pekan lalu, Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi Taiwan-Amerika Serikat (EPPD) ke-6 telah diselenggarakan di Washington, DC. Pada pagi hari tanggal 3 Februari, Presiden Lai Ching-te menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil dialog tersebut kepada publik.<br />
&nbsp;<br />
Dalam keterangannya, Presiden Lai menjelaskan bahwa putaran EPPD kali ini berfokus pada empat pilar utama, yaitu penyelarasan strategis dalam keamanan rantai pasok, kerja sama di bidang mineral kritis, kerja sama di negara ketiga, serta kerja sama bilateral.<br />
&nbsp;<br />
Presiden menegaskan bahwa kerja sama Taiwan-AS selanjutnya akan diarahkan pada tiga strategi utama, antara lain memperkuat keamanan ekonomi, membangun ekonomi berbasis inovasi, serta mewujudkan masa depan yang makmur.<br />
&nbsp;<br />
Taiwan tidak hanya memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat, tetapi juga terus memperdalam kemitraan ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara lain di seluruh dunia.<br />
&nbsp;<br />
Pemerintah akan terus mendorong dua tujuan utama, yaitu memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan Taiwan-AS serta mendiversifikasi kehadiran global Taiwan di bidang teknologi. Upaya ini bertujuan agar industri Taiwan tetap berakar kuat di dalam negeri sekaligus memperluas jangkauan global dan pemasaran internasional. Presiden Lai menyatakan keyakinannya bahwa Taiwan dapat bekerja sama dengan sesama negara demokrasi untuk mengarahkan generasi berikutnya menuju kemakmuran.<br />
&nbsp;<br />
Terkait kebijakan tarif baru Amerika Serikat yang diumumkan pada April tahun lalu, Presiden Lai menjelaskan bahwa tim dari Istana Kepresidenan dan Yuan Eksekutif, bersama tim negosiator di garis depan, merespons dinamika tersebut dengan tetap memantau perkembangan secara menyeluruh, mempertimbangkan berbagai aspek, dan mengerahkan upaya maksimal.<br />
&nbsp;<br />
Setelah sembilan bulan kerja keras, Taiwan dan Amerika Serikat berhasil menyelesaikan perundingan tarif timbal balik pada bulan lalu, dengan capaian yang memuaskan masyarakat Taiwan serta mendapat apresiasi dari komunitas internasional.<br />
&nbsp;<br />
Presiden Lai menegaskan bahwa pencapaian ini tidak semata-mata tercermin dalam penurunan angka tarif. Yang lebih penting, hasil tersebut memastikan bahwa perusahaan-perusahaan Taiwan dapat bersaing secara setara dengan para pesaing utama dunia di kancah ekonomi dan perdagangan internasional.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[MOA Dorong Program Peningkatan Menyeluruh Industri Pangan]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281322]]></link><guid>281322</guid><pubDate>2026/02/04</pubDate><description><![CDATA[Untuk menyesuaikan struktur pangan nasional, Kementerian Pertanian (MOA) sejak tahun 2025 mendorong pelaksanaan &ldquo;Program Peningkatan Menyeluruh Industri Pangan&rdquo; melalui pembinaan dan peningkatan industri beras. Program ini berhasil mengarahkan alih fungsi lahan sawah ke tanaman kering yang lebih hemat sumber daya air, sekaligus membangun rantai pasok tanaman pangan nonberas dalam negeri yang stabil, serta menjaga lingkungan produksi pertanian dan keamanan wilayah nasional.<br />
&nbsp;<br />
Menteri Pertanian Chen Junne-jih menyampaikan bahwa melalui kebijakan rotasi, selain mendorong peningkatan industri palawija secara terpadu, pemerintah juga berharap agar padi secara bertahap dialihkan untuk ditanam menjadi tanaman kering nonberas.<br />
&nbsp;<br />
Melalui pengembangan kawasan produksi berbasis kelompok, produksi dapat direncanakan secara sistematis dan berskala, sehingga membantu petani menjaga stabilitas usaha.<br />
&nbsp;<br />
Di saat yang sama, pemerintah juga membangun merek dan memperluas saluran pemasaran guna mewujudkan model produksi dan pemasaran yang digerakkan oleh permintaan pasar, dengan harapan produk pertanian Taiwan dapat terus dipasarkan ke berbagai negara di dunia.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa pada tahun 2025, luas lahan alih tanam ke tanaman kering secara nasional telah melampaui 152.000 hektare, meningkat 3.197 hektare dibandingkan tahun 2024. Khususnya pada musim tanam kedua yang beriklim lebih sejuk, luas lahan palawija kering meningkat signifikan sebesar 2.905 hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.<br />
&nbsp;<br />
Tanaman utama dalam transformasi ini meliputi gandum (930 hektare), kedelai (503 hektare), dan ubi jalar (239 hektare), dengan capaian yang dinilai sangat positif.<br />
&nbsp;<br />
Kementerian Pertanian (MOA) juga menyampaikan bahwa seiring perubahan pola konsumsi masyarakat dan permintaan pasar, kebutuhan ubi jalar terus meningkat dari tahun ke tahun. Seluruh produksi ubi jalar dalam negeri berasal dari hasil pertanian lokal, dengan tingkat swasembada mencapai lebih dari 99 persen.<br />
&nbsp;<br />
Didukung oleh penguatan produksi dasar serta pengembangan edukasi pangan dan pertanian, pasar konsumsi terus berkembang, sehingga banyak lahan berpotensi kini dialihkan untuk produksi ubi jalar. Langkah ini secara bertahap menstabilkan keseimbangan produksi dan pemasaran, serta membangun rantai pasok palawija dalam negeri yang berkelanjutan dan stabil.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[Menlu Lin Chia-lung Hadiri Perayaan 50 Tahun Majalah Taiwan Panorama, Dorong Transformasi Digital]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281320]]></link><guid>281320</guid><pubDate>2026/02/04</pubDate><description><![CDATA[Untuk memperingati 50 tahun penerbitan Majalah Taiwan Panorama, Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) bekerja sama dengan Taipei International Book Exhibition (TIBE) 2026 menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk meninjau kembali capaian-capaian penting Majalah Taiwan Panorama dalam mendokumentasikan perjalanan pembangunan Taiwan melalui tulisan dan visual selama lima dekade terakhir.<br />
&nbsp;<br />
Acara pembukaan diselenggarapan pada hari Selasa, 3 Februari dan dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung, serta dihadiri oleh para pelaku industri penerbitan, mitra kerja Taiwan Panorama dari berbagai periode, narasumber, pakar dan akademisi, rekan pensiunan, serta para pembaca.<br />
&nbsp;<br />
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh keakraban, menjadi momen bersejarah atas perjalanan setengah abad Taiwan Panorama.<br />
&nbsp;<br />
Dalam sambutannya, Menlu Lin Chia-lung menyampaikan bahwa saat menjabat sebagai Kepala Biro Informasi Yuan Eksekutif, ia pernah berdiskusi bersama Taiwan Panorama mengenai arah pengembangan majalah di masa depan.<br />
&nbsp;<br />
Kini, sebagai pihak penerbit Taiwan Panorama, Menlu Lin menjelaskan bahwa di tengah era digital dan gelombang kecerdasan buatan (AI), diperlukan penataan ulang posisi dan peran majalah untuk meletakkan fondasi yang kokoh bagi perkembangan 50 tahun ke depan.<br />
&nbsp;<br />
Usai menyampaikan sambutan, Menlu Lin memperlihatkan edisi Taiwan Panorama yang memuat wawancara dirinya saat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Istana Kepresidenan, berfoto bersama para tamu undangan, serta meninjau dinding utama pameran. Ia menelusuri laporan-laporan penting Taiwan Panorama dari berbagai tahun untuk melihat kembali bagaimana majalah tersebut merekam perubahan dan perkembangan masyarakat Taiwan melalui narasi dan visual.<br />
&nbsp;<br />
Menatap masa depan, Majalah Taiwan Panorama akan terus mendorong transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi AI dan format media baru, memperluas jangkauan internasional, serta secara berkelanjutan menampilkan wajah Taiwan yang beragam dan autentik kepada dunia.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[EPPD Taiwan-AS Perkuat Kerja Sama Digital, MODA Dorong Penyelarasan Strategi Pengembangan AI]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281262]]></link><guid>281262</guid><pubDate>2026/02/03</pubDate><description><![CDATA[Wakil Menteri Urusan Digital Hou Yi-hsiu baru-baru ini mengunjungi Washington, D.C., Amerika Serikat, untuk menghadiri Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi Taiwan-AS ke-6 (EPPD).<br />
&nbsp;<br />
Dalam kunjungan tersebut, Hou Yi-hsiu melakukan pertemuan dengan sejumlah lembaga terkait di AS dan mencapai kesepakatan dengan para pejabat tinggi Amerika Serikat untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang, termasuk tata kelola kecerdasan buatan (AI), ketahanan komunikasi, serta pengembangan industri digital.<br />
&nbsp;<br />
Setelah pada Desember tahun lalu diundang ke Amerika Serikat untuk menghadiri Pax Silica Summit, Hou Yi-hsiu kembali mengunjungi Washington, D.C. untuk mengikuti secara langsung pertemuan tingkat tinggi EPPD. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyaksikan penandatanganan Pernyataan Bersama mengenasi Deklarasi Pax Silica dan Kerja Sama AS-Taiwan di Bidang Keamanan Ekonomi.<br />
&nbsp;<br />
Penandatanganan ini menegaskan peran kunci Kementerian Pengembangan Digital dalam mendorong kebijakan digital dan pertukaran internasional, serta mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam mengimplementasikan prinsip &ldquo;kerja sama dan penyelarasan internasional&rdquo; sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Kecerdasan Buatan.<br />
&nbsp;<br />
Dalam aspek tata kelola AI, Taiwan dan Amerika Serikat mencapai konsensus untuk membahas pengembangan dan penerapan korpus data berbahasa Mandarin Tradisional yang tepercaya bagi model bahasa besar (large language models/LLM).<br />
&nbsp;<br />
Di bidang ketahanan komunikasi, Amerika Serikat menyatakan dukungannya terhadap upaya Taiwan dalam mengeksplorasi teknologi komunikasi mutakhir sebagai bagian dari penguatan ketahanan komunikasi secara menyeluruh. Taiwan akan bekerja sama dengan Amerika Serikat dan negara-negara mitra untuk membangun &ldquo;konektivitas tepercaya&rdquo; di bidang kabel bawah laut serta infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi lainnya.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, Taiwan dan Amerika Serikat juga sepakat untuk bersama-sama mendorong pengembangan dan pembinaan talenta serta teknologi AI, serta bertukar pandangan mengenai kerangka kerja sama AI Academy.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[66 Pemuda Diaspora dari 4 Negara Kunjungi Taiwan, Saksikan Pelestarian Budaya, Pengembangan Energi Hijau dan Pembangunan Modern Taiwan]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281264]]></link><guid>281264</guid><pubDate>2026/02/03</pubDate><description><![CDATA[Dewan Urusan Komunitas Diaspora (OCAC) menyelenggarakan kegiatan kunjungan ke Taiwan untuk pemuda diaspora 2026 gelombang pertama&nbsp; pada 6 hingga 26 Januari. Sebanyak 66 pemuda diaspora dari empat negara, yaitu Brasil, Paraguay, Australia, dan Argentina, datang ke Taiwan untuk mengikuti rangkaian kegiatan observasi&nbsp; dan pertukaran budaya selama 21 hari.<br />
&nbsp;<br />
Para peserta menyampaikan bahwa melalui kegiatan khusus semacam ini, mereka dapat memahami secara lebih mendalam keterbukaan kota-kota di Taiwan serta tingkat keterhubungannya dengan komunitas internasional.<br />
&nbsp;<br />
Pada penyelenggaraan gelombang pertama ini, durasi kegiatan diperpanjang dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, yaitu dari 14 hari menjadi 21 hari. Lokasi kunjungan mencakup wilayah Taiwan utara, tengah, dan selatan, diwarnai dengan berbagai program meliputi ekologi alam, pengalaman budaya, pengembangan industri, serta eksplorasi perkotaan.<br />
&nbsp;<br />
Dalam aspek pengalaman multikultural, agenda kegiatan meliputi kunjungan ke Taman Budaya Hakka Liudui, Taman Kreatif Budaya Penduduk Asli Internasional KIRI, serta Pusat Seni Tradisional Nasional Yilan. Kegiatan ini diperkaya dengan lokakarya dan permainan tradisional, sehingga para peserta dapat memahami sejarah dan nilai budaya berbagai kelompok etnis di Taiwan melalui pengalaman langsung dan pemanduan lapangan.<br />
&nbsp;<br />
Di bidang pengembangan industri, peserta diajak mengunjungi Kota Sains Energi Hijau Pintar Shalun untuk memahami upaya nyata Taiwan dalam pelestarian budaya dan pengembangan energi hijau. Selain itu, kunjungan ke Kawasan Seni Pier-2 Kaohsiung serta stasiun MRT Formosa Boulevard dengan instalasi ikonik &ldquo;Dome of Light&rdquo; memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengamati bagaimana seni publik diintegrasikan ke dalam aktivitas transportasi dan ruang rekreasi masyarakat sehari-hari.<br />
&nbsp;<br />
Rangkaian kegiatan selama 21 hari ini berakhir dengan sukses melalui interaksi yang intensif dan mendalam. Melalui kunjungan lapangan, pengamatan kehidupan sehari-hari, serta interaksi budaya, para pemuda diaspora tidak hanya memperdalam pemahaman mereka mengenai lingkungan alam, sosial-budaya, dan perkembangan modern Taiwan, tetapi juga membangun keterikatan yang nyata dan bermakna dengan Taiwan, sekaligus menjalin persahabatan yang erat satu sama lain.<br />
&nbsp;]]></description></item><item><title><![CDATA[Delegasi Anggota Parlemen Lintas Partai Republik Panama Tiba di Taiwan]]></title><link><![CDATA[https://nspp.mofa.gov.tw/nsppid/news.php?unit=434&post=281258]]></link><guid>281258</guid><pubDate>2026/02/03</pubDate><description><![CDATA[Delegasi anggota parlemen lintas partai Republik Panama tiba di Taiwan untuk kunjungan lima hari, Senin, 2 Februari 2026. Delegasi ini terdiri dari tujuh orang dan dipimpin oleh anggota Parlemen Panama yang juga menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Inter-Parliamentary Alliance on China (IPAC), Jos&eacute; Antonio P&eacute;rez.&nbsp; Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) menyambut hangat, dan mengucapkan terima kasih atas dukungan teguh parlemen Panama terhadap Taiwan yang ditunjukkan melalui aksi nyata.<br />
&nbsp;<br />
Selama berada di Taiwan, para anggota delegasi diagendakan untuk bertemu dengan Wakil Presiden Hsiao Bi-khim, menghadiri jamuan resmi yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung, serta melakukan kunjungan ke Yuan Legislatif, Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC), Badan Asuransi Kesehatan Nasional di bawah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), serta Yayasan Kerja Sama dan Pembangunan Internasional (TaiwanICDF). Selain itu, mereka juga akan meninjau Taman Sains Hsinchu, Pusat Antariksa Nasional, Kawasan Perangkat Lunak Kaohsiung, Pelabuhan Kaohsiung, dan Kawasan Seni Pier-2 Kaohsiung.<br />
&nbsp;<br />
Melalui kunjungan lapangan tersebut, para anggota delegasi diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai masyarakat Taiwan yang demokratis dan pluralistik, perkembangan politik dan ekonomi terkini, serta peran kunci industri teknologi tinggi dalam rantai pasok global non-merah, sekaligus terus menggali peluang baru untuk memperluas pertukaran dan kerja sama bilateral.<br />
&nbsp;<br />
Panama dan Taiwan masing-masing memiliki peran penting sebagai pusat pelayaran penting di kawasan Amerika dan Asia-Pasifik. Hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara terjalin erat, dan pada tahun lalu Taiwan menjadi tujuan ekspor terbesar kedua bagi Panama setelah Amerika Serikat, mencerminkan potensi peluang bisnis yang sangat besar.<br />
&nbsp;<br />
Kunjungan ini menandai tahun kedua berturut-turut Parlemen Panama mengirimkan delegasi anggota parlemen lintas partai ke Taiwan. Melalui penguatan pertukaran antar-parlemen, kedua pihak terus mempererat interaksi dan meletakkan fondasi yang kokoh bagi pengembangan kerja sama di masa depan yang berlandaskan sikap pragmatis dan terbuka, demi mencapai kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.<br />
&nbsp;]]></description></item></channel></rss>